Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar 15 Wakil Indonesia di Denmark Open 2026, Ada Duet Baru yang Bikin Penasaran
Advertisement . Scroll to see content

Wakil Tunggal Putra Indonesia Gagal Melaju ke Semifinal

Sabtu, 10 Maret 2018 - 15:51:00 WIB
Wakil Tunggal Putra Indonesia Gagal Melaju ke Semifinal
Jonatan Christie tengah berusaha mengembalikan kok, ketika mengalahkan Pablo Abian, dua game langsung 21-14, 21-9, Kamis (8/3/2018) waktu setempat di putaran kedua Jerman Terbuka 2018. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

MULHEIM AN DER RUHR, iNews.id - Dewi Fortuna masih belum tersenyum kepada wakil Indonesia di Jerman Terbuka 2018 yang berlangsung di Innogy Sporthalle, setelah dua wakil tunggal Putra Indonesia kandas di babak perempat final pada Jumat (9/3/2018). Anthony Sinisuka Ginting takluk dari Shi Yuqi dengan hasil 17-21, 21-18, 18-21, sementara Jonatan Christie menyerah dari Kenta Nishimoto (10-21, 20-22) .

Pada awal pertandingan, Anthony gagal mengimbangi permainan Shi Yuqi. Namun, pada game kedua, dia mampu bangkit dan meraih kemenangan, serta memaksakan terjadinya game ketiga. Sayangnya, pebulutangkis peringkat 10 dunia tersebut tidak sanggup mempertahankan konsistensi dan menelan kekalahan di game penentuan.

“Permainan saya di game ketiga balik lagi seperti di game pertama. Saya banyak angkat bola, memang itu yang dia tunggu, kelebihannya dia di situ, bola-bola belakang,” kata Anthony kepada Badmintonindonesia.

Lebih lanjut, Anthony mengakui bahwa dia terpojok dan harus mempercepat tempo permainan. Padahal, tindakan tersebut justru menguntungkan Shi Yuqi.

“Ini terjadi karena posisi saya sering terdesak, jadi pengembalian saya seperti itu, mengenakan buat lawan. Sebetulnya kalau adu dari bola depannya sih bisa, tapi saya terus buru-buru mau angkat bola, ya itu salahnya,” ujar pemain berusia 21 tahun itu.

Anthony pun sedikit terkejut dengan permainan Shi yang berbeda jauh ketimbang masa junior. Dia memang pernah bertemu dengan pemain China tersebut, di Kejuaraan Junior Dunia 2014 yang lalu.

“Dulu sama sekarang beda, dulu waktu junior paling mainnya asal kencang asal kuat, makin kesini makin berkualitas. Dia sudah stabil di top 10 dunia juga,” ucap Anthony.

Sementara itu, Jonatan juga mengungkapkan kekecewaannya usah kalah dari Nishimoto. Jonatan mengakui bermain buruk di game pertama, meski sempat memberi perlawanan pada game kedua.

“Saya kecewa, sangat sangat kecewa. Sebetulnya dia (Nishimoto) mainnya sama dengan pertemuan sebelumnya, nggak ada yang berubah. Saya nggak diapa-apain malah mati sendiri,” ujar pebulu tangkis 20 tahun itu.

Jonatan mengungkapkan dirinya akan melupakan kekalahan ini, dan berusaha untuk lebih tenang dalam bermain kedepannya. “Kesimpulannya, sebenarnya main oke, pikiran diubah dan bisa. Penerapannya yang harus lebih sabar lagi, kurang tenang eksekusinya, saya harus lebih tenang lagi.”

Kekalahan tersebut menambah daftar kekecewaan Indonesia setelah ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti juga takluk oleh wakil Denmark. Dengan begitu, wakil Garuda yang tersisa berasal dari ganda putra, yaitu Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Keduanya akan saling bertemu di semifinal.

Editor: Haryo Jati Waseso

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut