Zayn Neymar Ukir Sejarah! Usia 14 Tahun Jadi Juara Nasional Balap Mobil Termuda
LOMBOK, iNews.id - Zayn Neymar mengukir sejarah sebagai juara nasional termuda kelas ITCR 1500 Non Seeded (Pemula) pada usia 14 tahun. Prestasi itu terukir setelah dirinya meraih dua kemenangan atau double P1 dalam ajang Mandalika Festival of Speed (MFOS) 2026.
Zayn beraksi di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 17-18 Oktober 2026. Membela HRI Team Management di bawah komando Avila Bahar, pembalap muda asal Makassar itu tampil kompetitif dengan mengendarai Honda City Hatchback RS.
Dua kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting dalam perjalanan karier Zayn di dunia motorsport. Hasil ini mengantarkannya meraih gelar juara nasional kelas ITCR 1500 Non Seeded sekaligus memperkuat namanya sebagai salah satu pembalap muda yang patut diperhitungkan di Indonesia.
Prestasi Zayn juga membawa kebanggaan bagi Sulawesi Selatan. Dia disebut menjadi remaja pertama dari provinsi tersebut yang meraih prestasi di kategori ITCR 1500 Non Seeded. Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan pembalap muda Makassar di kancah balap mobil nasional.
Lahir di Makassar pada 16 April 2012, Zayn masih duduk di kelas 9 Makassar Metro School. Dia mulai menekuni dunia motorsport melalui balap gokart saat berusia 12 tahun. Dari pengalaman tersebut, Zayn terus mengembangkan kemampuannya hingga mampu bersaing di kejuaraan balap mobil nasional.
Meski sudah meraih gelar juara nasional pada usia muda, Zayn menyadari perjalanan kariernya masih panjang. Dia menilai masih banyak aspek yang perlu dipelajari dan ditingkatkan untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat di masa mendatang.
Zayn mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilannya meraih gelar juara nasional pada usia 14 tahun. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan kariernya, mulai dari tim, mekanik, pelatih, hingga keluarga.
“Senang dan bersyukur sekali bisa meraih hasil ini di usia saya yang masih 14 tahun. Terima kasih kepada tim, para mekanik, coach, dan keluarga yang selalu mendukung saya. Saya sadar masih banyak yang harus dipelajari dan masih banyak hal yang perlu saya tingkatkan sebagai pembalap,” ujar Zayn.
Gelar juara nasional tersebut tidak membuat Zayn ingin cepat berpuas diri. Sebaliknya, dia menjadikan pencapaian di Mandalika sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperluas peluang berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Zayn memiliki ambisi untuk membawa namanya melangkah lebih jauh, termasuk mendapatkan kesempatan tampil di ajang balap internasional. Untuk mewujudkan target tersebut, dia menyadari pentingnya proses panjang, kedisiplinan, dan konsistensi dalam menjalani latihan serta kompetisi.
“Target saya bukan hanya menjadi juara di Indonesia, tetapi juga bisa berkembang ke level yang lebih tinggi dan suatu hari nanti mendapatkan kesempatan untuk membawa nama Indonesia di ajang balap internasional. Saya tahu perjalanan menuju ke sana tidak mudah. Karena itu, saya ingin terus belajar, menjaga disiplin, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menjadi pembalap yang lebih baik,” tambahnya.
Ayah Zayn, Fadli Ananda, mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian anaknya. Namun, bagi keluarga, keberhasilan di lintasan balap bukan satu-satunya tolok ukur. Proses belajar, pengalaman, serta pembentukan karakter juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Zayn.
“Kami sebagai orang tua tentu sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian Zayn. Di usianya yang masih 14 tahun, bisa meraih prestasi seperti ini tentu menjadi momen yang sangat berarti bagi keluarga kami. Namun, bagi kami, yang paling penting bukan hanya hasil akhirnya, melainkan bagaimana Zayn menjalani prosesnya, belajar dari setiap pengalaman, dan terus membangun karakter yang baik,” ungkap Fadli.
Fadli menegaskan keluarga akan terus mendukung cita-cita Zayn selama dijalani dengan kesungguhan dan tanggung jawab. Dia juga menekankan pentingnya pendidikan agar ambisi di dunia balap tetap berjalan seiring dengan kewajiban Zayn sebagai pelajar.
“Kami akan selalu mendukung mimpi dan cita-citanya selama ia menjalaninya dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, dan tetap mengutamakan pendidikan. Kami ingin Zayn tumbuh bukan hanya menjadi pembalap yang berprestasi, tetapi juga menjadi pribadi yang rendah hati, disiplin, dan menghargai setiap orang yang membantunya dalam perjalanan ini,” lanjutnya.
Keluarga berharap keberhasilan Zayn di Mandalika menjadi awal yang positif bagi perkembangan kariernya. Dukungan keluarga akan terus diberikan agar dia dapat mengasah kemampuan, menjaga kedisiplinan, dan menghadapi setiap tantangan dalam dunia motorsport.
Fadli juga berharap Zayn selalu mendapatkan kesehatan, keselamatan, dan kesempatan untuk terus berkembang. Bagi keluarga, perjalanan tersebut bukan sekadar upaya mengejar gelar juara, melainkan juga kesempatan untuk membawa kebanggaan bagi Makassar, Sulawesi Selatan, dan Indonesia.
“Doa kami sederhana, semoga Zayn selalu diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran, dan kesempatan untuk terus berkembang. Semoga setiap langkahnya membawa kebaikan, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Indonesia. Kami percaya setiap mimpi membutuhkan proses panjang. Tugas kami sebagai orang tua adalah mendampingi, mendoakan, dan mengingatkannya agar tetap rendah hati dalam keadaan apa pun,” kata Fadhli.
Keberhasilan meraih gelar juara nasional ITCR 1500 Non Seeded pada usia 14 tahun menjadi modal berharga bagi Zayn untuk melanjutkan kiprahnya.
Setelah mencatatkan prestasi di Mandalika, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi dan terus meningkatkan kualitas balap demi membuka jalan menuju persaingan internasional.
Editor: Reynaldi Hermawan