10 Pemain Pengoleksi Gelar Individu Terbanyak, Cristiano Ronaldo Posisi Teratas
NYON, iNews.id – Dalam sepak bola sebuah tim saling bahu-membahu untuk meraih banyak trofi. Tapi tak bisa dipungkiri, akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi para pemain tiap klub jika berhasil meraih penghargaan individu.
Kebahagiaan akan bertambah jika seorang pemain bisa menyabet penghargaan tidak hanya sekali. Berikut 10 daftar pemain pengoleksi gelar individu terbanyak sepanjang sejarah dilansir Sportskeeda:
10. Ronaldinho (Brasil) – 3 penghargaan
Pemain legendaris Brasil itu terkenal dengan teknik dribel yang mumpuni. Dia kerap menjadi penentu kemenangan bagi tim yang pernah dibelanya seperti Barcelona dan AC Milan. Sejauh ini, dia sudah mendapatkan tiga pernghargaan yaitu Ballon d’Or (2005), serta dua kali pemain terbaik FIFA (2004 dan 2005)
9. Gerd Mueller (Jerman) – 3 penghargaan
Setara dengan Ronaldinho, Muller juga mendapat tiga penghargaan individu yaitu Ballon d’Or (1970) dan sepatu emas Eropa (1969/1970 dan 1971/1972). Sebagian besar kariernya dihabiskan bersama Bayern Muenchen. Di sana, dia mencetak 564 gol dari 605 penampilan.
8. Eusebio (Portugal) – 3 penghargaan
Pesepak bola yang dijuluki Black Panther itu sudah mencetak 733 gol dalam 745 pertandingan di semua ajang. Dia dikenal sebagai pemain cepat, atletis dan memiliki tendangan kaki kanan yang keras. Sepanjang kariernya, dia meraih satu Ballon d’Or (1965) dan dua sepatu emas Eropa (1967/1968 dan 1972/1973)
7. Michel Platini (Prancis) – 3 penghargaan
Mantan kapten Juventus itu bisa dibilang sebagai pemain terbaik di generasinya. Meski berstatus sebagai playmaker, dia tetap rajin membuat gol. Total, Platini sudah mencetak 353 gol dari 652 penampilan bersama klub dan negaranya. Dia sukses meraih gelar Ballon d’Or tiga tahun berturut-turut dari 1983 hingga 1985.
6. Johan Cruyff (Belanda) – 3 Penghargaan
Legendaris Ajax Amsterdam dan Barcelona itu sepanjang kariernya sudah mencetak 416 gol untuk klub dan negara dalam 716 penampilan. Bersama Ajax, dia memenangkan Piala Eropa tiga kali berturut-turut dari 1971 hingga 1973. Berkat prestasinya, Cruyff dianugerahi Ballon d'Or tiga kali pada 1971, 1973 dan 1974.
5. Zinedine Zidane (Prancis) – 4 penghargaan
Salah satu gelandang terbaik di dunia pada eranya itu, sukses membawa negaranya kampiun Piala Dunia 1998 di rumah sendiri hingga membuatnya meraih Ballon d’Or. Selain itu dia menyabet gelar pemain terbaik FIFA di tahun yang sama serta edisi 2000 dan 2003.
4. Marco van Basten (Belanda) – 5 penghargaan
Mantan striker AC Milan itu harus pensiun dini di usia 28 tahun akibat cedera pergelangan kaki. Namun semasa berkarier, dia tampil produktif dan menyabet tiga Ballon d’Or (1988, 1989 dan 1992), pemain terbaik FIFA (1992) serta sepatu emas Eropa (1985/1986).
3. Ronaldo Luiz Nazario (Brasil) – 6 penghargaaan
Kualitas pemain yang dengan gigi kelinci itu tak usah diragukan lagi. Berkat dua golnya di final yang mengandaskan Jerman, timnas Brasil menjadi Piala Dunia 2002. Sepanjang karier, dia sudah mendapatkan Ballon d'Or (1997, 2002), Pemain Terbaik FIFA (1996, 1997, 2002) dan sepatu emas Eropa (1996/1997)
2. Lionel Messi (Argentina) – 14 penghargaan
Megabintang Barcelona itu memang selalu diguyur penghargaan tiap tahunnya baik di level individu atau bersama klub. Dari segi pribadi, Messi sudah mengantongi lima Ballon d’Or (2009, 2010, 2011, 2012, 2015), pemain terbaik FIFA (2009) serta enam gelar sepatu emas Eropa (2010, 2012, 2013, 2017, 2018 dan 2019), dan dua titel pemain terbaik Eropa (2011 dan 2015).
Cristiano Ronaldo (Portugal) – 16 penghargaan
Di atas Messi, ada Ronaldo yang memiliki dua gelar lebih banyak. Sepanjang karier, CR7 sudah mengumpulkan lima Ballon d'Or (2008, 2013, 2014, 2016, 2017), satu pemain terbaik FIFA (2008) pemain terbaik pria FIFA (2016, 2017), empat sepatu emas Eropa (2008, 2011, 2014, 2015), FIFA Puskas Award (2009), pemain terbaik Eropa (2014, 2016, 2017)
Catatan: trofi yang dihitung hanya penghargaan di kancah Eropa serta FIFA seperti sepatu emas eropa, Ballon d’Or, pemain terbaik FIFA dan Eropa serta Puskas Award.
Editor: Haryo Jati Waseso