Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menlu Rubio Sebut Alasan Sebenarnya AS Serang Iran: Khawatir Diserang Lebih Dulu!
Advertisement . Scroll to see content

100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, Perang hingga Harga Tiket Selangit Picu Kekhawatiran Global

Rabu, 04 Maret 2026 - 15:29:00 WIB
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, Perang hingga Harga Tiket Selangit Picu Kekhawatiran Global
Piala Dunia 2026 dibayangi berbagai masalah mulai dari perang Iran. (Foto: iNews/Andri bagus)
Advertisement . Scroll to see content

ATLANTA, iNews.id – Piala Dunia 2026 menghadapi sorotan besar menjelang 100 hari menuju kickoff setelah perang Iran menambah kompleksitas bagi turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Konflik geopolitik tersebut muncul di tengah berbagai persoalan yang lebih dulu membayangi persiapan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Penyelenggara kini juga menghadapi kekhawatiran terkait kekerasan kartel di salah satu kota tuan rumah di Meksiko, rencana festival penggemar di Amerika Serikat yang dipangkas, serta kritik keras dari suporter akibat harga tiket yang sangat mahal.

Pejabat dari negara peserta yang sudah lolos kualifikasi bertemu staf FIFA di Atlanta pekan ini untuk membahas berbagai aspek persiapan. Turnamen akan dibuka pada 11 Juni saat Meksiko menghadapi Afrika Selatan di Mexico City. Edisi 2026 akan menjadi Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah dengan 48 tim peserta, meningkat dari 32 tim pada edisi sebelumnya di Qatar.


Ketegangan Politik hingga Ancaman Keamanan

Ketegangan geopolitik sering muncul menjelang ajang olahraga global seperti Piala Dunia. Namun konflik yang melibatkan Iran menambah lapisan kekhawatiran baru bagi penyelenggara yang harus memastikan keamanan turnamen.

Masalah keamanan juga muncul di Kansas City, Amerika Serikat. Wakil Kepala Polisi Kansas City, Joseph Maybin, menyampaikan kota tersebut membutuhkan dana federal untuk persiapan keamanan. Tanpa pendanaan dalam 30 hari, kota itu mempertimbangkan membatalkan sejumlah acara terkait Piala Dunia.

Di sisi lain, Partai Republik di DPR Amerika Serikat menyatakan dana federal mungkin tertahan akibat penutupan sebagian Departemen Keamanan Dalam Negeri. Situasi tersebut dipicu tuntutan Partai Demokrat yang ingin pembatasan diterapkan pada agen Immigration and Customs Enforcement.

Persoalan lain muncul di Foxborough, Massachusetts. Stadion milik klub NFL New England Patriots dijadwalkan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan, dimulai dari laga Haiti melawan Skotlandia pada 13 Juni hingga perempat final pada 9 Juli.

Namun Dewan Kota Foxborough menolak mengeluarkan izin pertandingan kecuali FIFA membayar USD7,8 juta atau sekitar Rp155 miliar untuk menutup biaya kepolisian dan pengeluaran lainnya. Pemerintah kota menilai mereka tidak termasuk dalam perjanjian tuan rumah antara FIFA dan Boston.


Tiket Mahal hingga Kekerasan Kartel

Harga tiket juga memicu gelombang kritik dari penggemar. FIFA memiliki sekitar 7 juta kursi yang harus terisi untuk seluruh pertandingan dan mengklaim menerima lebih dari 500 juta permintaan tiket.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan seluruh 104 pertandingan telah terjual habis. Namun sebagian penggemar masih menerima email yang memberi kesempatan tambahan 48 jam untuk membeli tiket.

Harga tiket yang diumumkan FIFA pada Desember mencapai USD8.680 atau sekitar Rp172 juta per tiket. Setelah menuai kritik luas, FIFA menyatakan akan menyediakan beberapa ratus tiket seharga USD60 atau sekitar Rp1,19 juta untuk setiap pertandingan yang dialokasikan kepada 48 federasi nasional peserta.

Sebagian besar tiket yang muncul di platform penjualan ulang resmi FIFA bahkan melampaui USD1.000 atau sekitar Rp19,8 juta. Platform tersebut dibuat untuk membatasi pasar sekunder sekaligus memberi FIFA tambahan biaya transaksi sebesar 15 persen dari pembeli dan penjual.

Sementara itu, Meksiko juga menjadi perhatian setelah lonjakan kekerasan di negara bagian Jalisco menyusul tewasnya seorang bos kartel besar dalam operasi militer. Ibu kota negara bagian tersebut, Guadalajara, dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan fase grup.

Pemerintah Meksiko menegaskan Piala Dunia tetap aman bagi penggemar. Presiden Claudia Sheinbaum mengatakan tidak ada risiko bagi suporter yang datang ke turnamen. Gianni Infantino juga menyampaikan dia memiliki kepercayaan penuh terhadap Meksiko sebagai tuan rumah.

FIFA terus menegaskan ambisinya menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai edisi terbesar dan paling inklusif dalam sejarah sepak bola dunia.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut