Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil Super League: Drama di Ternate! Malut United Vs Arema FC Tanpa Pemenang
Advertisement . Scroll to see content

1.000 Hari Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Gelar Doa Bersama untuk Para Korban

Jumat, 27 Juni 2025 - 17:00:00 WIB
1.000 Hari Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Gelar Doa Bersama untuk Para Korban
Memasuki 1.000 hari pasca Tragedi Kanjuruhan, Arema FC menggelar doa bersama untuk para korban di Stadion Kanjuruhan, Kamis (26/6/2025). (Foto: Arema)
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id – Memasuki 1.000 hari pasca tragedi kelam yang mengguncang sepak bola nasional, Arema FC kembali menunjukkan empatinya dengan menggelar doa bersama untuk para korban Tragedi Kanjuruhan. Kegiatan ini berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Kamis petang (26/6/2025), usai sesi latihan tim.

Seluruh pemain, staf pelatih, serta manajemen klub berkumpul di tepi lapangan untuk bersama-sama memanjatkan doa. Pelatih kepala Arema FC yang baru, Marcos Santos, bersama asistennya Andre Caldas, turut serta dalam momen haru tersebut. Dua pemain baru Singo Edan pun tampak larut dalam suasana khidmat.

Tampak pula kehadiran Ali Rifki yang menjabat sebagai Koordinator Presidium Aremania, menunjukkan momen ini bukan sekadar agenda internal tim, tetapi juga menyatukan elemen suporter. Doa bersama ini menjadi wujud penghormatan kepada para korban yang telah berpulang dalam tragedi yang masih meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, suporter, dan masyarakat luas.

"Inti dari pembacaan doa ini ialah untuk mendoakan mereka yang telah tiada saat tragedi kemarin," ungkap General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, dalam keterangannya pada Jumat (27/6/2025).

Kegiatan doa bersama tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperingati 1.000 hari insiden tragis yang terjadi pada 1 Oktober 2022 silam, tetapi juga bertepatan dengan malam satu suro dalam kalender Jawa. Dalam tradisi Jawa, malam satu suro merupakan momen penting untuk introspeksi dan pembaruan spiritual menjelang tahun baru.

Yusrinal menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pembacaan doa akhir tahun dan doa awal tahun sebagai bagian dari harapan agar perjalanan Arema FC di masa depan lebih baik. Ia berharap tim bisa bangkit, tidak hanya dari sisi performa, tetapi juga dalam membawa semangat kebersamaan dan kemanusiaan.

"Ada bacaan doa akhir tahun dan awal tahun yang kami panjatkan. Harapannya Arema FC bisa lebih baik ke depannya," lanjut Yusrinal.

Sebagai pengingat, Tragedi Kanjuruhan merupakan salah satu bencana kemanusiaan terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia. Insiden itu terjadi usai pertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022. Kerusuhan di dalam stadion berubah menjadi tragedi massal setelah aparat keamanan melepaskan gas air mata ke arah tribun.

Akibat tragedi tersebut, 135 orang meninggal dunia, dan lebih dari 600 orang mengalami luka-luka, mulai dari ringan hingga berat. Tragedi ini membuka mata banyak pihak tentang pentingnya pembenahan sistem pengamanan pertandingan dan tata kelola stadion.

Pasca insiden tersebut, Arema FC menerima berbagai sanksi, termasuk larangan menggunakan Stadion Kanjuruhan sebagai venue pertandingan. Stadion itu dinyatakan tidak layak untuk digunakan kembali hingga memenuhi berbagai aspek keselamatan dan kelayakan infrastruktur.

Kini, peringatan 1.000 hari tragedi itu menjadi momentum untuk merenung, memperbaiki diri, serta menjaga komitmen agar insiden serupa tak terulang. Doa yang dipanjatkan oleh para pemain dan manajemen Arema FC merupakan simbol bahwa kenangan atas para korban tetap hidup dalam hati mereka yang ditinggalkan.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut