Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pelatih Persik Sesumbar jelang Bentrok Persija: Menang Target Utama tapi Seri Cukup!
Advertisement . Scroll to see content

2 Pelatih Dipecat usai Timnya Dihajar Persija, Shin Tae-yong Mengaku Sakit Hati!

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:45:00 WIB
2 Pelatih Dipecat usai Timnya Dihajar Persija, Shin Tae-yong Mengaku Sakit Hati!
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. (Foto: Persija)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengaku sakit hati dan sedih setelah mengetahui dua koleganya kehilangan pekerjaan menyusul hasil buruk melawan Macan Kemayoran. Kedua pelatih tersebut adalah Jean-Paul van Gastel dari PSIM Yogyakarta dan Marcos Santos yang sebelumnya menangani Arema FC.

Kabar pemecatan kedua pelatih itu menjadi perhatian Shin Tae-yong di tengah penampilan impresif Persija pada Super League 2026-2027. Meski timnya berhasil meraih kemenangan besar atas PSIM dan Arema, pelatih asal Korea Selatan tersebut justru merasakan kesedihan atas nasib rekan seprofesinya.

PSIM Yogyakarta lebih dahulu mengakhiri kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel pada 17 Oktober 2026. Keputusan tersebut diumumkan sehari setelah Laskar Mataram kalah 1-2 dari PSM Makassar pada pekan kelima.

Kekalahan dari PSM memperpanjang catatan buruk PSIM menjadi empat pertandingan tanpa kemenangan secara beruntun. Dalam periode tersebut, Laskar Mataram juga sempat dihancurkan Persija Jakarta dengan skor 0-4 pada pekan keempat.

Manajemen PSIM akhirnya mengambil langkah pergantian pelatih setelah hasil negatif terus berlanjut. Keputusan tersebut mengakhiri perjalanan Jean-Paul van Gastel bersama klub asal Yogyakarta tersebut.

Nasib serupa menimpa Marcos Santos. Pelatih asal Brasil itu harus meninggalkan Arema FC setelah Singo Edan mengalami kekalahan telak 1-5 dari Persija pada pekan keenam Super League 2026-2027, Rabu (21/10/2026).

Arema FC secara resmi mengakhiri kerja sama dengan Santos pada Jumat (23/10/2026). Keputusan tersebut diambil setelah manajemen mengevaluasi performa tim yang gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan beruntun.

Dua pergantian pelatih tersebut memperlihatkan besarnya tekanan yang dihadapi juru taktik klub Super League. Bagi Shin Tae-yong, situasi tersebut tetap menyedihkan meskipun pergantian pelatih merupakan salah satu risiko dalam sepak bola profesional.

Shin Tae-yong menegaskan hubungan antarpelatih tidak sebatas persaingan untuk memenangkan pertandingan. Dia memandang para juru taktik sebagai rekan seprofesi yang mempunyai ikatan kuat karena bekerja di lingkungan sepak bola yang sama.

"Sebagai sesama rekan bisnis dan insan sepak bola, saya menganggap kita semua sebagai satu keluarga," kata Shin Tae-yong dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Persik Kediri, Minggu (25/10/2026).

Pelatih yang pernah menangani Timnas Indonesia itu mengakui setiap kabar pemecatan pelatih selalu menimbulkan perasaan tidak nyaman. Dia memahami beratnya situasi ketika seorang kolega harus kehilangan pekerjaan akibat hasil pertandingan.

"Karena itu, setiap kali mendengar kabar seperti itu, hati saya terasa sakit dan saya merasa tidak tenang. Saya merasa prihatin dan sedih setiap kali mendengarnya," tambahnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan sisi lain Shin Tae-yong di tengah persaingan ketat Super League. Keberhasilan Persija meraih hasil positif tidak membuatnya mengabaikan nasib pelatih dari klub rival.

Meski demikian, Shin Tae-yong tetap harus menjalankan tugasnya membawa Persija bersaing di papan atas. Macan Kemayoran tengah berada dalam momentum positif setelah mencatatkan lima kemenangan dari enam pertandingan dan mengoleksi 15 poin.


Shin Tae-yong Kini Fokus Hadapi Persik Kediri

Setelah menanggapi nasib dua koleganya, Shin Tae-yong mengalihkan perhatian pada pertandingan melawan Persik Kediri. Persija dijadwalkan menjamu Macan Putih pada pekan ketujuh Super League 2026-2027 di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (26/10/2026).

Pelatih asal Korea Selatan itu mengaku sudah mempelajari karakter permainan Persik. Menurutnya, tim asal Kediri tersebut memiliki organisasi permainan yang solid, terutama dalam memberikan tekanan kepada lawan dan menjaga jarak antarpemain.

"Tim lawan (Persik) merupakan tim yang memiliki tekanan atau pressing yang sangat baik, serta mampu menjaga jarak antarpemain dengan baik secara keseluruhan," ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat Persija tidak bisa hanya mengandalkan ketajaman lini serang seperti ketika menghancurkan Arema FC. Shin Tae-yong menekankan pentingnya persiapan taktik untuk mencari celah dalam pertahanan Persik.

"Karena itu, pertandingan ini tidak akan mudah, tetapi kami telah memanfaatkan waktu persiapan yang tersisa untuk memikirkan cara membongkar pertahanan mereka. Saya yakin, jika kami bermain dengan baik, kami bisa meraih hasil yang positif," sambungnya.

Pertandingan melawan Persik menjadi kesempatan bagi Persija untuk melanjutkan tren kemenangan sekaligus mempertahankan posisi di papan atas klasemen.

Sementara itu, pengakuan Shin Tae-yong mengenai pemecatan Jean-Paul van Gastel dan Marcos Santos memberikan gambaran tentang tekanan yang dihadapi para pelatih. Di balik tuntutan meraih kemenangan, mereka juga harus siap menerima konsekuensi ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut