4 Cerita Langka Piala Dunia, Ada Ritual Yashin hingga Cetak Gol dengan Celana Melorot
DOHA, iNews.id - Ada 4 cerita langka Piala Dunia yang masih terkenang hingga kini. Pencinta sepak bola sejati tampaknya tak akan lupa dengan kisah ini.
Piala Dunia ajang sepak bola paling bergengsi di muka bumi. Tapi cerita menarik tak selalu terjadi di atas lapangan.
Banyak kisah-kisah unik yang terjadi di luar lapangan saat Piala Dunia berlangsung. Apa saja?
1. India Tak Mampu Beli Sepatu
8 Pemain Muslim Antarkan Prancis Juara Piala Dunia, Ada 2 yang Cetak Gol di Final
Timnas India lolos Piala Dunia edisi 1950.
Tapi kesempatan mentas di Piala Dunia mereka abaikan. Sebab para pemain India tak bisa membeli sepatu seperti sesuai regulasi FIFA.
Sadio Mane Terancam Tak Masuk Skuad Senegal di Piala Dunia 2022, Ada Masalah Apa?
2. Ritual Yashin
Ritual ini dilakukan kiper Uni Soviet Lev Yashin pada edisi 1958, 1962 dan 1966. Dia satu-satunya kiper yang pernah meraih penghargaan Ballon dOr.
Gawat, Argentina Kehilangan Satu Amunisi Andalan di Piala Dunia 2022
Saat ditanya apa resep menjadi kiper terbaik, legenda itu mengatakan, sebelum bermain dia menenangkan otak dengan cara merokok atau menenggak minuman beralkohol.
3 Wasit Wanita yang Pimpin Piala Dunia 2022, Nomor 2 dari Asia
3. Celana Melorot
Insiden ini terjadi di semifinal Piala Dunia 1938 antara Italia dan Brasil. Gli Azzurri yang berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.
Gol kedua Italia dicetak sang kapten Giuseppe Meazza dari titik putih. Ketika mengambil tendangan penalti, celananya melorot karena talinya putus.
Namun, Meazza seperti tak peduli dengan celananya yang melorot. Dia tetap maju untuk mengambil penalti. Sambil memegang celana dengan tangan kirinya, Meazza menendang bola dan masuk.
4. Trofi Dicuri
Trofi Piala Dunia pernah dicuri pada 1966. Saat itu trofi masih bernama Jules Rimet, sesuai dengan nama mantan Presiden FIFA.
Pencurian terjadi dalam sebuah pameran di Central Hall, Westminster, London. Trofi itu hilang ketika di tempat yang berdekatan sedang ada acara gereja di dekat Central Hall.
Edward Bletcheley sebagai tersangka berhasil ditangkap, namun trofi tersebut masih tersembunyi di suatu tempat. Trofi akhirnya bisa ditemukan warga lokal David Corbett dan anjingnya Pickles.
Editor: Reynaldi Hermawan