4 Hal Menimpa MU usai Pecat Ruben Amorim, Nomor 2 Pengaruhi Nasib Pemain Muda
MANCHESTER, iNews.id - Manchester United kembali memasuki fase transisi setelah memecat Ruben Amorim pada Senin (5/1/2025). Pelatih asal Portugal itu menjadi manajer terbaru di era pasca-Sir Alex Ferguson yang gagal mengembalikan Setan Merah ke masa kejayaan.
Amorim diberhentikan oleh manajemen United “dengan berat hati”, saat klub berada di posisi keenam klasemen Liga Premier usai 20 pertandingan musim ini. Namun secara keseluruhan, kiprahnya dinilai jauh dari harapan.
Pada musim 2024/25, Amorim mencatatkan rekor kelam dengan membawa United finis di peringkat ke-15, posisi terburuk dalam sejarah klub, serta kalah di final Liga Europa kontra Tottenham Hotspur di Bilbao. Ia pun menambah panjang daftar manajer yang gagal sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada Mei 2013.
Meski United sempat meraih beberapa trofi—dua Piala FA, dua Piala Liga, dan satu Liga Europa—gelar Liga Inggris masih belum kembali ke Old Trafford. Setelah David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Erik ten Hag, kini Ruben Amorim juga tumbang.
Lantas, apa saja yang hampir pasti terjadi di Manchester United setelah pemecatan Amorim? Berikut rangkumannya.
Dalam waktu dekat, Darren Fletcher yang saat ini melatih tim U-18 United akan memimpin tim senior untuk sementara. Namun perannya diperkirakan hanya bersifat singkat, setidaknya hingga laga putaran ketiga Piala FA melawan Brighton di Old Trafford pada 11 Januari.
Menurut laporan BBC Sport, United akan menunjuk pelatih interim baru hingga akhir musim, dan Fletcher tidak masuk dalam rencana jangka menengah tersebut. Untuk posisi manajer permanen, nama Enzo Maresca dan Oliver Glasner disebut-sebut sebagai kandidat terkuat.
Meski kehilangan jabatan, Ruben Amorim dipastikan tidak pulang dengan tangan kosong. Sebelumnya, ia dikabarkan menerima gaji sekitar 125.000 pounds per pekan atau setara 6,5 juta pounds per tahun.
Karena kontraknya tidak memuat klausul pemutusan dengan potongan khusus, Amorim berhak menerima sisa gaji kontraknya. Dengan 77 minggu kontrak tersisa hingga 30 Juni 2027, total kompensasi yang diterimanya diperkirakan mencapai 9,6 juta pounds.
Pemecatan Amorim hampir pasti akan kembali memicu kemarahan suporter terhadap keluarga Glazer dan Sir Jim Ratcliffe. Sejak Glazer mengambil alih United pada 2005, penolakan dari fans tak pernah surut, terutama karena utang klub yang terus membengkak.
Pada September 2025, United mengonfirmasi total utang mencapai 637 juta pounds, setelah mengambil tambahan 105 juta pounds untuk mendanai belanja pemain. Di sisi lain, Sir Jim Ratcliffe—pemilik hampir 29 persen saham sekaligus pengendali operasional sepak bola—juga menuai kritik usai memangkas sekitar 450 staf sejak Februari 2024.
Dengan potensi perekrutan manajer baru dan belanja pemain tambahan, beban finansial United diprediksi semakin berat. Hubungan pemilik klub dan fans pun berpeluang tetap panas.
Salah satu pemain yang kemungkinan diuntungkan dari kepergian Amorim adalah Kobbie Mainoo. Gelandang berusia 20 tahun itu sempat meminta dipinjamkan, namun ditolak oleh klub.
Musim ini, Mainoo hanya tampil 11 kali sebagai pemain pengganti di Liga Premier dan belum sekalipun menjadi starter. Saat United bermain imbang 4-4 melawan Bournemouth pada Desember lalu, saudara Mainoo bahkan terlihat mengenakan kaus bertuliskan “Free Kobbie Mainoo” di tribun Old Trafford.
Mainoo kini tengah memulihkan diri dari cedera betis. Namun setelah kembali fit, ia diprediksi akan mendapat kesempatan bermain lebih besar, seiring fokus United untuk mengandalkan talenta akademi dan memaksimalkan potensi pemain muda.
Editor: Reynaldi Hermawan