Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Xabi Alonso Pergi, Kylian Mbappe Kirim Pesan Emosional yang Jadi Sorotan
Advertisement . Scroll to see content

5 Dosa Xabi Alonso hingga Dipecat Real Madrid, Salah Satunya Krisis Ruang Ganti

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:00:00 WIB
5 Dosa Xabi Alonso hingga Dipecat Real Madrid, Salah Satunya Krisis Ruang Ganti
Lima alasan Xabi Alonso meninggalkan Real Madrid setelah tujuh bulan. (Foto: Real Madrid)
Advertisement . Scroll to see content

MADRID, iNews.id Xabi Alonso resmi meninggalkan Real Madrid setelah tujuh bulan menukangi tim, keputusan yang mengejutkan banyak pihak. Ada lima alasan utama yang menjadi faktor pemecatan sang pelatih, mulai dari performa tim hingga krisis ruang ganti.

Lima Alasan Xabi Alonso Dipecat Real Madrid

1. Hasil Buruk dan Tekanan Klub

Real Madrid gagal meraih Piala Dunia Antarklub dan tampil mengecewakan di semifinal melawan PSG. Kekalahan di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona menjadi titik puncak tekanan. Di Santiago Bernabeu, kekalahan terhormat tidak cukup, dan hilangnya kepercayaan terhadap Alonso semakin parah.

2. Janji Rock and Roll Tak Pernah Terwujud

Xabi Alonso dijanjikan membawa gaya pressing tinggi dan sepak bola agresif. Namun, tim tampil tanpa energi, kehilangan intensitas, dan kesulitan menembus pertahanan rendah lawan. Pressing tinggi hanya terlihat sesekali, seperti saat menghadapi Barcelona di Bernabeu, sementara performa keseluruhan terus menurun.

3. Ketiadaan Pemain Pengatur Tempo yang Memadai

Xabi meminta lini tengah yang bisa mengendalikan ritme permainan, namun Madrid justru mendatangkan Franco Mastantuono seharga 60 juta euro, sementara Martin Zubimendi pergi ke Arsenal. Kepergian Luka Modric meninggalkan lini tengah tanpa kreator, membuat kombinasi Tchouameni, Camavinga, dan Valverde kurang efektif dalam mengendalikan permainan.

4. Masalah Build-up dan Strategi Serangan

Kurangnya kemampuan membangun serangan dari belakang memuncak di Piala Super Spanyol. Thibaut Courtois harus melakukan hampir 40 umpan panjang saat menghadapi Atletico. Real Madrid tampil seperti tim kecil, mengandalkan bola kedua, dan kehilangan estetika permainan yang menjadi ciri khas klub. Pola serupa muncul di final melawan Barcelona, mempertegas masalah taktik Xabi.

5. Krisis Ruang Ganti dan Hubungan dengan Pemain

Xabi dikenal intensif dalam taktik dan analisis, berbeda jauh dengan pendekatan santai Ancelotti. Hubungan dengan Vinicius Junior sempat memanas, terutama saat Vinicius menolak pergantian di El Clasico.

Ketegangan di ruang ganti, kritik terhadap keputusan untuk tidak memberi kesempatan pemain muda seperti Arda Guler dan Mastantuono, hingga kurangnya dukungan pemain senior, mempercepat kepergian Alonso.

Pemecatan Xabi Alonso mencerminkan kombinasi dari lima faktor tersebut: hasil mengecewakan, gaya permainan tak konsisten, kekurangan pengatur permainan, masalah build-up, dan krisis internal. Real Madrid kini menempatkan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih pengganti untuk menghadapi sisa musim La Liga dan kompetisi lainnya.

Keputusan cepat ini menegaskan standar tinggi klub Spanyol itu, yang menuntut performa konsisten dan gaya bermain atraktif di setiap pertandingan. Xabi Alonso pun meninggalkan Madrid lebih cepat dari yang banyak diperkirakan, meninggalkan catatan singkat tapi penuh kontroversi dalam sejarah klub.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut