Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : John Herdman Blak-blakan! Dukungan Besar untuk Timnas Indonesia Bisa Jadi Kutukan
Advertisement . Scroll to see content

5 Pemain One Hit Wonders Piala Dunia, Ada yang Dipecat usai Jadi Pahlawan Korsel

Minggu, 20 November 2022 - 09:00:00 WIB
5 Pemain One Hit Wonders Piala Dunia, Ada yang Dipecat usai Jadi Pahlawan Korsel
Legenda Timnas Italia, Salvatore Schillaci. (Foto: FIFA)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Terdapat 5 pemain one hit wonders Piala Dunia. Salah satunya ada yang dipecat usai jadi pahlawan Korea Selatan.

Piala Dunia 2022 sudah berada di depan mata. Sejumlah pemain yang tampil bersinar di satu ajang ini pun berpeluang kembali muncul, setelah sempat datang pada edisi-edisi sebelumnya.

Gelaran Piala Dunia bisa menjadi ajang yang mengubah nasib seorang pemain sepak bola. Mereka tiba-tiba saja menjadi terkenal dalam sekejap setelah bersinar di turnamen tersebut.

Piala Dunia merupakan turnamen dengan persaingan yang sangat ketat. Tidak mudah memenangkan turnamen empat tahunan ini sekalipun tim bertabur pemain bintang.

Dalam sejarahnya, terdapat beberapa pemain yang tampil sebagai one hit wonders. Dikutip iNews.id dari Bleacher Report, Sabtu (19/11), ini deretan pemain yang hanya tampil bagus di satu edisi Piala Dunia.

5 pemain one hit wonders Piala Dunia:

1. Saeed Al-Owairan

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Saeed Al-Owairan (@saeed.alowairan)

Timnas Arab Saudi secara mengejutkan mampu tampil menakjubkan pada Piala Dunia 1994. Salah satu pahlawan mereka adalah Saeed Al-Owairan. Dia bahkan terkenal berkat gol yang dicetaknya.

Berkat torehannya itu, Timnas Arab Saudi mampu lolos ke fase gugur sebagai runner-up Grup F. Sayang, langkah mereka terhenti di babak 16 besar, usai dikalahkan Timnas Swedia.

2. Oleg Salenko

Timnas Rusia memang tak pernah menjuarai Piala Dunia sepanjang sejarah keikutsertaannya. Namun pemain Timnas Rusia, Oleg Salenko pernah menjadi top skor pada Piala Dunia 1994.

Sebenarnya Timnas Rusia hanya satu kali menang saat melawan Kamerun di laga kedua Grup B. Namun, satu kemenangan itu sangat berarti bagi Salenko. Pasalnya, dia mencetak lima gol pada laga yang dimenangkan dengan skor 6-1.

Torehan tersebut langsung mengantarkan Salenko memimpin daftar top skor Piala Dunia 1994 dengan enam gol. Perolehan gol Salenko tak mampu dilewati striker lain selama Piala Dunia 1994.

3. Salvatore Schillaci

Legenda Timnas Italia, Salvatore Schillaci. (Foto: FIFA)
Legenda Timnas Italia, Salvatore Schillaci. (Foto: FIFA)

Nama Salvatore "Toto" Schillaci mengejutkan publik dengan penampilan ciamiknya selama empat pekan helatan akbar Piala Dunia 1990. Dia bersinar, ketika Italia memiliki pemain seperti Gianluca Vialli, Roberto Mancini, Roberto Baggio, hingga Andrea Carnevalle.

Toto pun kerap menjadi cadangan. Hanya saja, dia mulai mendapat kepercayaan, ketika pemain lainnya mulai mandul. Permainan fenomenalnya berbuah penghargaan Golden Boot dengan 6 gol dan Golden Ball (pemain terbaik).

Walau demikian, kariernya di level klub tak terlalu bersinar. Setelah sempat membela Juventus, dia pindah ke klub Jepang, Jubilo Iwata, dan menghabiskan kariernya di klub tersebut.

4. Salif Diao

Salif Diao juga memiliki peran penting saat Senegal membuat Prancis tidak lolos dari babak penyisihan grup Piala Dunia 2022. Dia juga mencetak gol saat menahan Denmark dan membuat Senegal lolos ke 16 besar.

Sayang, Diap harus keluar dari lapangan di laga melawan Denmark karena mendapat dua kartu kuning. Meski demikian, Liverpool tetap ngebet untuk merekrut gelandang pekerja keras ini.

Namun selama tiga musim di Anfield, dia hanya bermain dalam 37 laga. Salif Diao tidak mampu memperlihatkan penampilannya yang garang di Piala Dunia saat berseragam Liverpool.

5. Ahn Jung-hwan

Ahn Jung-Hwan pernah membuat heboh dunia sepak bersama Korea Selatan di Piala Dunia 2002. Hal tersebut terjadi ketika Ahn membobol gawang Italia di fase gugur.

Gol yang dicetak Ahn itu menghentikan langkah Italia di turnamen empat tahunan tersebut. Ahn menjadi pahlawan Korsel meski langkah mereka dihentikan oleh Jerman di babak semifinal.

Namun, nasib sial dialami Ahn setelah Piala Dunia 2002 berakhir. Dia dipecat dari Perugia sesuai dengan keputusan sang presiden, Luciano Gaucci.

Editor: Dimas Wahyu Indrajaya

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut