Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Shin Tae-yong Pusing Pilih Starter Persija Jakarta, Ternyata Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

7 Aturan Baru Super League 2026-2027, Ada yang Bisa Bikin Kartu Merah

Jumat, 04 September 2026 - 11:45:00 WIB
7 Aturan Baru Super League 2026-2027, Ada yang Bisa Bikin Kartu Merah
BRI Super League 2025-2026 akan resmi digelar pada 8 Agustus 2025.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Super League 2026-2027 resmi dimulai dengan laga pembuka antara Bali United dan PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (4/9/2026). Musim baru kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini hadir dengan sejumlah perubahan aturan yang harus dipahami klub, pemain, dan ofisial.

Kompetisi Super League 2026-2027 akan berlangsung mulai September 2026 hingga awal Juni 2027. Selain menghadirkan persaingan antarklub, musim baru ini juga membawa penyesuaian regulasi mengikuti perkembangan Laws of the Game yang diterapkan dalam sepak bola internasional.

Beberapa aturan baru tersebut sebelumnya sudah digunakan dalam ajang Piala Dunia 2026. Kini, regulasi tersebut mulai diterapkan dalam kompetisi domestik Indonesia untuk meningkatkan kedisiplinan pemain serta mempercepat jalannya pertandingan.

Perubahan paling mencolok terdapat pada aturan waktu, perilaku pemain, hingga perluasan kewenangan Video Assistant Referee (VAR). Bahkan, beberapa tindakan yang sebelumnya hanya mendapat peringatan kini berpotensi langsung berujung kartu merah.


7 Perubahan Aturan yang Wajib Dipahami di Super League 2026-2027


1. Throw In dan Tendangan Gawang Dibatasi 5 Detik

Pemain kini tidak bisa lagi memperlambat permainan saat melakukan lemparan ke dalam atau tendangan gawang. Setiap kesempatan tersebut memiliki batas waktu maksimal lima detik sesuai hitungan wasit.

Jika pemain melakukan pelanggaran saat throw in, hak lemparan akan diberikan kepada lawan. Sementara itu, tendangan gawang yang melewati batas waktu dapat membuat lawan mendapatkan tendangan sudut.

2. Pergantian Pemain Harus Lebih Cepat

Pemain yang diganti wajib meninggalkan lapangan maksimal 10 detik setelah papan pergantian pemain diangkat.

Jika pemain keluar melebihi waktu tersebut, pemain pengganti tidak langsung diperbolehkan masuk. Dia harus menunggu hingga pertandingan berjalan selama 60 detik atau satu menit.

Aturan ini dibuat untuk mencegah tim memperlambat pertandingan melalui proses pergantian pemain.

3. Pemain Cedera Harus Menunggu Satu Menit Sebelum Kembali

Pemain yang mengalami cedera, selain penjaga gawang, harus mendapatkan perawatan di luar lapangan.

Setelah mendapat izin masuk kembali, pemain tersebut baru bisa kembali bermain setelah satu menit waktu aktif pertandingan berjalan.

4. Protes Berlebihan Bisa Berujung Kartu Merah

Pemain maupun ofisial harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan protes kepada wasit.

Tindakan keluar dari area teknis atau lapangan pertandingan serta melakukan gestur provokatif terhadap keputusan wasit dapat langsung berujung kartu merah.

5. Konfrontasi Provokatif Bisa Langsung Diusir

Pemain yang melakukan konfrontasi dengan lawan menggunakan gestur provokatif, termasuk menutup mulut dengan tangan atau jersey saat melakukan tindakan tersebut, dapat langsung menerima kartu merah.

Regulasi ini bertujuan mengurangi tindakan provokasi dan menjaga sportivitas pertandingan.

6. Kewenangan VAR Semakin Luas

Teknologi VAR mendapatkan cakupan pemeriksaan yang lebih luas di Super League 2026-2027.

VAR kini dapat meninjau beberapa insiden tambahan, termasuk situasi tendangan sudut, kartu kuning kedua yang berujung kartu merah, serta pelanggaran tim menyerang sebelum terjadinya situasi bola mati.

Perubahan ini membuat keputusan penting dalam pertandingan memiliki pengawasan lebih ketat.

7. Regulasi Pemain U-23 Dihapus

Perubahan besar lainnya adalah penghapusan kewajiban klub memainkan minimal satu pemain U-23 selama 45 menit dalam setiap pertandingan.

Dengan aturan baru ini, klub memiliki kebebasan lebih besar dalam menentukan komposisi pemain berdasarkan kebutuhan strategi.

Penghapusan regulasi tersebut membuat persaingan mendapatkan tempat di skuad utama semakin terbuka, termasuk bagi pemain muda yang harus bersaing melalui kualitas permainan.

Dengan berbagai perubahan tersebut, Super League 2026-2027 tidak hanya menghadirkan persaingan antarklub, tetapi juga tantangan adaptasi bagi seluruh elemen sepak bola Indonesia. Musim baru ini akan menjadi ujian bagaimana pemain, pelatih, dan wasit mampu mengikuti standar regulasi terbaru.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut