Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Derita AC Milan Bertambah! Loftus-Cheek Retak Rahang saat Tumbang dari Parma
Advertisement . Scroll to see content

AC Milan Murka! Dirugikan 4 Keputusan Wasit hingga Tertinggal 10 Poin dari Inter

Selasa, 24 Februari 2026 - 06:14:00 WIB
AC Milan Murka! Dirugikan 4 Keputusan Wasit hingga Tertinggal 10 Poin dari Inter
Milan geram usai empat keputusan wasit dinilai merugikan dalam dua laga terakhir Serie A (Foto: AC Milan)
Advertisement . Scroll to see content

MILAN, iNews.id - AC Milan murka setelah empat keputusan wasit dalam dua pertandingan terakhir Serie A dinilai merugikan dan memengaruhi posisi mereka di klasemen. Termasuk saat tumbang 0-1 dari Parma.

Kekalahan dari Parma pada Senin, (23/2/2026) dini hari WIB menjadi tamparan keras bagi Rossoneri. Hasil itu merupakan kekalahan liga pertama sejak pekan pembuka musim 2025-2026. Meski masih bertengger di posisi kedua, jarak Milan kini melebar menjadi 10 poin dari pemuncak klasemen, Inter.

Manajemen Milan sebelumnya sudah menjalin komunikasi dengan Asosiasi Wasit Italia (AIA) untuk menyampaikan kekecewaan atas sejumlah keputusan kontroversial. Namun menurut laporan La Gazzetta dello Sport, klub memilih tidak mengajukan keluhan resmi usai laga melawan Parma.

Meski tanpa protes formal, kubu Rossoneri tetap menilai ada dua keputusan tambahan saat menghadapi Parma yang dinilai merugikan. Dua insiden tersebut memperpanjang daftar kekecewaan Milan dalam dua laga terakhir Serie A.

Empat Insiden yang Bikin Milan Geram

Insiden pertama menyangkut benturan keras antara kiper Parma, Edoardo Corvi, dan Ruben Loftus-Cheek. Dalam tayangan ulang terlihat Corvi gagal menjangkau bola yang sudah lebih dulu disundul bek Emmanuele Valeri. Namun dia melakukan kontak keras dengan Loftus-Cheek.

Akibat benturan itu, Loftus-Cheek harus ditandu keluar lapangan dan menjalani operasi pada rahangnya. Dia kehilangan beberapa gigi dan mengalami patah tulang alveolar. Sang gelandang sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit usai mendapat perawatan medis.

Milan juga dibuat kecewa dengan keputusan mengesahkan gol Mariano Troilo pada menit ke-80 yang membuat mereka tertinggal 0-1. Awalnya wasit Marco Piccinini menganulir gol tersebut akibat dugaan pelanggaran menyerang terhadap Davide Bartesaghi di area penalti Milan.

Namun setelah mendapat panggilan untuk meninjau VAR, Piccinini membatalkan keputusannya dan mengesahkan gol Troilo. Parma pun unggul dengan 10 menit tersisa. Menurut La Gazzetta dello Sport, keputusan awal Piccinini tidak termasuk kesalahan jelas dan nyata, sehingga seharusnya tidak menjadi objek tinjauan VAR.

Kontroversi tak berhenti di laga kontra Parma. Saat bermain imbang 1-1 melawan Como, Milan merasa kembali dirugikan. Mereka menilai pelatih Como, Cesc Fabregas, seharusnya diusir keluar lapangan karena mengganggu Alexis Saelemaekers saat pertandingan berlangsung.

Selain itu, Ignace van der Brempt dinilai layak menerima kartu merah akibat tekel keras terhadap Strahinja Pavlovic. Insiden tersebut membuat bek asal Serbia itu mengalami cedera, sementara van der Brempt tidak mendapat hukuman apa pun.

Empat keputusan itu memicu frustrasi di kubu Rossoneri. Dalam momen krusial perebutan gelar, setiap detail menjadi penentu. Milan kini harus bangkit sambil menahan amarah atas serangkaian keputusan yang mereka anggap merugikan dalam perburuan Scudetto musim ini.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut