Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AC Milan Bertemu Jorge Mendes, Ada Potensi Transfer Besar usai Datangkan Diego Moreira
Advertisement . Scroll to see content

Amorim Tegaskan AC Milan Wajib Menang Lawan Torino: Bukan Ingin, tapi Harus

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:00:00 WIB
Amorim Tegaskan AC Milan Wajib Menang Lawan Torino: Bukan Ingin, tapi Harus
Ruben Amorim menegaskan AC Milan wajib menang melawan Torino pada debut kompetitifnya. (Foto: Milan Reports)
Advertisement . Scroll to see content

TURIN, iNews.id - AC Milan wajib menang saat menghadapi Torino pada laga perdana Serie A musim ini, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Itu target Pelatih I Rossoneri Ruben Amorim menjelang debut kompetitifnya.

Pertandingan Torino vs AC Milan akan berlangsung di Stadio Olimpico Grande Torino pada Minggu pukul 01.45 WIB. Laga ini sekaligus menjadi ujian pertama Amorim setelah menjalani pramusim dengan hasil yang cukup beragam.

Amorim menegaskan kemenangan bukan sekadar keinginan bagi AC Milan. Pelatih asal Portugal itu menilai klub harus memiliki tekanan untuk meraih hasil maksimal sejak pertandingan pertama, terlebih setelah Milan gagal mengamankan tiket Liga Champions musim lalu.

“Saya tahu Abate adalah mantan pemain, dan dia menjalani banyak pertandingan penting di klub kami. Dia tahu di AC Milan kami harus memenangkan setiap pertandingan, tetapi kami harus memikirkan apa yang ingin kami lakukan,” kata Amorim dalam konferensi pers dikutip dari Football Italia.

“Ini bukan soal kami ingin menang, kami harus menang. Penting bagi proyek kami untuk memulai dengan baik. Ini akan benar-benar berbeda dari Manchester United, sangat sulit bermain melawan tim-tim Italia, saya baru memulainya," ujarnya.

Laga melawan Torino juga mempertemukan Milan dengan Ignazio Abate. Mantan bek Rossoneri tersebut kini menjalani peran sebagai pelatih Torino di Serie A setelah sebelumnya nyaris membawa Juve Stabia promosi dari Serie B pada musim lalu.

Amorim menyadari pertandingan pertamanya di kompetisi resmi bersama Milan tidak akan mudah. Meski begitu, dia mengaku percaya diri terhadap skuad yang dimilikinya setelah melihat perkembangan pemain selama persiapan pramusim.

“Tekanannya selalu sama, bahkan ketika kami memainkan pertandingan persahabatan, saya selalu gugup, karena sebagai manajer Anda dinilai di setiap pertandingan. Saya bersemangat, saya senang berada di sini, saya percaya kepada para pemain saya dan merasa mereka siap,” ujar Amorim.

“Ketika Anda melihat sekelompok pemain menjadi sebuah tim, manajer merasa percaya diri. Kecemasan itu ada, tetapi saya merasa percaya diri karena para pemain saya bekerja dengan sangat baik.”

Bukan Tim Amorim atau Allegri

Amorim tidak ingin AC Milan terjebak dalam perdebatan mengenai identitas tim era dirinya atau era Massimiliano Allegri. Menurut dia, prioritas utama adalah membangun Milan sebagai sebuah kesatuan yang mengutamakan kepentingan tim.

“Daripada melihat tim Amorim atau tim Allegri, yang penting adalah menjadi tim Milan, di mana semua orang khawatir melakukan sesuatu untuk tim, bukan untuk diri mereka sendiri. Kami harus hanya memikirkan tim,” katanya.

Mantan pelatih Manchester United tersebut ingin Milan lebih dominan dalam penguasaan bola. Dia juga berencana meningkatkan intensitas serangan melalui umpan silang, sembari tetap mempertahankan organisasi pertahanan yang kuat.

“Kami adalah tim yang suka menguasai bola, itu akan diapresiasi, dan kami berusaha melakukan itu. Kami akan mencoba memberikan lebih banyak umpan silang ke kotak penalti. Saya ingin bertahan dengan baik, seperti yang dilakukan tim Allegri musim lalu, tetapi tentu saja kami akan mencoba bermain dengan cara yang berbeda.”

Amorim menyadari proses pembentukan Milan versinya tidak akan langsung selesai dalam satu pertandingan. Sejumlah pemain akan menempati posisi berbeda, sementara karakter permainan baru membutuhkan waktu untuk berkembang.

“Beberapa pemain akan berada di posisi yang berbeda. Mustahil menjadi produk akhir sekarang, tetapi akan ada beberapa hal yang berbeda dan hal-hal lainnya yang tidak akan terlihat pada pertandingan pertama.”

Amorim juga menyinggung persaingan di Serie A. Dia menyebut Inter memiliki sejarah dan gaya bermain yang sudah terbentuk, sedangkan Como memiliki kebebasan bermain karena tidak dibebani tanggung jawab sebesar klub-klub besar.

“Anda bisa mempelajari Liga ini, melihat Inter memiliki sejarah dan gaya bermain yang berasal dari Inzaghi, jadi sudah berlangsung lama. Kecepatan dan kebebasan Como, yang tidak memiliki tanggung jawab, dan itu merupakan perbedaan besar dengan kami. Hal itu bisa sangat membebani para pemain.”

Dia juga menyoroti perubahan di sejumlah klub besar Serie A, termasuk Roma bersama Gian Piero Gasperini dan Atalanta bersama Maurizio Sarri. Kondisi tersebut membuat persaingan musim ini semakin menantang bagi Milan.

“Roma dengan Gasperini, Atalanta dengan Sarri, ada banyak tim, tetapi kemudian Milan kehilangan tempat di Liga Champions setelah kalah dari Cagliari di kandang. Bagi saya, semuanya sulit, tetapi kami harus membangun mentalitas. Tidak peduli siapa tim lawannya, kami bermain untuk menang.”

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut