Aneh, Ultras Inter Justru Bela Fans Cagliari yang Berlaku Rasis ke Lukaku

Reynaldi Hermawan ยท Rabu, 04 September 2019 - 08:13 WIB
Aneh, Ultras Inter Justru Bela Fans Cagliari yang Berlaku Rasis ke Lukaku

Suporter Ultras Inter Milan selalu mendukung tim kesayangannya dengan berbagai cara. (Foto: The Sun)

MILAN, iNews – Striker Inter Milan Romelu Lukaku mendapat pelecehan rasial dari fans Cagliari ketika kedua tim bertemu pada giornata kedua Serie A di Sardegna Arena, Senin (2/9/2019) dini hari WIB. Tapi anehnya, ultras I Nerazzurri justru meminta Lukaku tidak sakit hati mengingat itu sesuatu yang normal di Italia. 
 
Pernyataan mengejutkan itu dirilis kelompok ultras L'Urlo della Nord di halaman Facebook. Mereka dengan tegas membenarkan perilaku pendukung Cagliari yang mengejek Lukaku dengan teriakkan monyet sebelum melakukan penalti dan membawa timnya menang 2-1. 
 
“Hai Romelu. Kami Curva Nord, orang-orang yang menyambut Anda saat tiba di Milan. Kami menyesal Anda berpikir apa yang terjadi di Cagliari adalah rasisme. Anda harus paham, Italia tidak seperti negara Eropa utara lainnya,” tulis Interisti
 
Mereka mengungkapkan, hal-hal tersebut sengaja dilakukan para pendukung di Italia untuk menjatuhkan mental lawan dan bukan bermaksud rasis. Para tifosi di Negeri Pizza memang terkenal militan dan rela melakukan apa saja untuk membantu timnya menang. 
 
“Di Italia kami menggunakan beberapa cara hanya untuk membantu tim kami. Mencoba membuat lawan gugup. Bukan untuk rasisme, tetapi untuk mengacaukan mereka. Kami selalu menggunakan cara itu di masa lalu atau bahkan masa depan,” lanjut pernyataan tersebut. 
 
“Tolong anggap sikap penggemar Italia ini dari sudut pandang kalau mereka takut Anda mencetak gol ke gawang tim kesayangannya dan bukan membenci atau rasis. Sekali lagi. Selamat datang Romelu,” bunyi akhir pernyataan tersebut. 
 
Terlepas dari sikap mengejutkan Curva Nord, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tetap akan menginvestigasi kasus pelecehan Lukaku. Vonis akan dikeluarkan setelah sebulan penyelidikan.


Editor : Abdul Haris