Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Link Live Streaming Lille vs Real Betis di Liga Champions, Menanti Aksi Calvin Verdonk!
Advertisement . Scroll to see content

Anthem Liga Champions Diubah, Fans Kompak Protes: Kembalikan Versi Lama!

Selasa, 08 September 2026 - 14:48:00 WIB
Anthem Liga Champions Diubah, Fans Kompak Protes: Kembalikan Versi Lama!
Anthem Liga Champions versi baru kembali menuai protes fans (Foto: Mirror)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Anthem Liga Champions versi terbaru kembali memicu protes fans setelah UEFA mengunggah cuplikan lagu tersebut menjelang dimulainya pertandingan fase liga musim 2026-2027.

Kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu mulai kembali bergulir pada Selasa malam. Sejumlah klub besar seperti Real Madrid, Inter Milan, Manchester City dan Aston Villa dijadwalkan tampil pada laga pembuka fase liga.

Untuk menyambut dimulainya kompetisi, UEFA mengunggah video anthem Liga Champions melalui media sosial. Namun, unggahan tersebut justru dipenuhi komentar fans yang meminta badan sepak bola Eropa itu mengembalikan versi lama.

Perubahan anthem tersebut sebenarnya bukan hal baru. UEFA melakukan penyegaran terhadap lagu Liga Champions pada musim 2024-25 dengan merekam ulang aransemen menggunakan tempo lebih cepat dan memberikan porsi vokal lebih besar.

Versi terbaru itu dinilai sejumlah fans mengurangi kekuatan atmosfer anthem. Porsi perkusi yang lebih sedikit serta vokal yang lebih dominan membuat sebagian pendukung merasa karakter megah dari lagu tersebut ikut berubah.

Kritik serupa sudah muncul sejak perubahan dilakukan pada 2024. Dua tahun kemudian, penolakan terhadap aransemen baru kembali terdengar ketika UEFA mempublikasikan cuplikannya menjelang musim baru.

Fans Desak UEFA Kembalikan Anthem Lama

Salah satu fans mempertanyakan keputusan UEFA mengubah aransemen tersebut.

“Hingga hari ini saya tidak tahu mengapa seseorang menyetujui perubahan pada musik tersebut,” tulis seorang penggemar.

Komentar lain meminta UEFA mengembalikan versi awal yang dinilai memiliki nuansa lebih megah dan inspiratif.

“Kembalikan anthem asli yang terdengar seperti paduan suara gereja. Versi asli itu megah dan menginspirasi untuk meraih kesuksesan gemilang di turnamen ini,” tulis fans lainnya.

Penggemar lain menilai anthem lama memiliki keseimbangan antara kesan elegan dan penuh energi. Menurut dia, karakter tersebut membuat lagu Liga Champions terasa cocok untuk semua tim yang bertanding.

“Saya masih tidak suka mereka mengubah anthem tersebut. Versi lama terasa elegan sekaligus bombastis, seperti ada nuansa kerajaan sepak bola dan tim-tim underdog di dalamnya. Versi ini hanya memiliki keanggunan, seperti mereka lupa lagu tersebut seharusnya memiliki momen yang membuat Anda dipenuhi adrenalin,” tulis komentar tersebut.

Kritik semakin keras dari fans lain yang menilai versi terbaru kehilangan energi.

“Kembalikan campuran/penampilan anthem lama. Versi ini tidak memiliki kehidupan,” tulis penggemar lainnya.

Anthem Liga Champions sendiri memiliki sejarah panjang. Lagu tersebut diperkenalkan ketika kompetisi memasuki era baru pada 1992 dan sejak saat itu berkembang menjadi salah satu musik olahraga paling dikenal di dunia.

Komposisi tersebut merupakan adaptasi Tony Britten pada 1992 dari karya musik klasik Zadok the Priest yang dibuat George Frideric Handel pada 1727.

Menariknya, lirik anthem Liga Champions menggunakan tiga bahasa resmi UEFA, yakni Inggris, Prancis dan Jerman. Perpaduan tersebut menjadi salah satu ciri khas yang membuat lagu ini mudah dikenali sebelum pertandingan dimulai.

Liriknya diawali dengan bagian berbahasa Prancis dan Jerman yang memiliki makna tentang tim-tim terbaik, kemudian dilanjutkan bagian berbahasa Inggris yang memperkenalkan pertandingan utama dan para juara.

Bagian berikutnya kembali mengulang tema tentang tim terbaik dan pertandingan besar sebelum ditutup dengan seruan mengenai para juara.

Versi penuh anthem Liga Champions memiliki durasi sekitar tiga menit. Namun, mayoritas penonton lebih akrab dengan versi orkestranya yang dimainkan sebelum pertandingan dimulai.

Kini, polemik mengenai aransemen tersebut kembali muncul tepat ketika Liga Champions memasuki musim baru. Desakan fans untuk mengembalikan versi lama menunjukkan kuatnya ikatan emosional penonton dengan musik yang selama puluhan tahun menjadi penanda dimulainya pertandingan terbesar di Eropa.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut