Antonin Kinsky, Kiper Muda Kebobolan 3 Gol dalam 15 Menit Bikin Tottenham Dibantai Atletico
LONDON, iNews.id – Igor Tudor mengakui keputusan memainkan Antonin Kinsky sebagai kiper utama Tottenham Hotspur menjadi kesalahan setelah timnya dibantai Atletico Madrid di Liga Champions.
Tottenham mengalami malam buruk setelah kalah telak 2-5 dari Atletico Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Selasa. Kekalahan tersebut diwarnai penampilan buruk kiper muda Antonin Kinsky yang menjalani debutnya di kompetisi elite Eropa itu.
Atletico Madrid langsung menekan sejak awal pertandingan. Tim asal Spanyol tersebut bahkan mampu mencetak tiga gol hanya dalam waktu 15 menit pertama.
Kinsky menjadi sorotan karena dinilai bersalah atas dua dari tiga gol cepat Atletico Madrid. Tekanan besar di awal pertandingan membuat pertahanan Tottenham runtuh.
Daftar 2 Tim Lolos Perempat Final Liga Champions Asia Elite: Terselip Utusan Indonesia
Situasi tersebut memaksa pelatih interim Tottenham, Igor Tudor, mengambil keputusan drastis. Pada menit ke-17, dia langsung menarik Kinsky dari lapangan dan menggantinya dengan kiper lain.
Setelah pertandingan, Tudor mengakui keputusan memainkan Kinsky sejak awal ternyata tidak berjalan sesuai harapan.
Hasil Lengkap Liga Champions: Barcelona Imbang, Liverpool Tumbang
“Setelah melihat apa yang terjadi, tentu itu menjadi keputusan yang salah. Namun sebelum pertandingan dimulai, bagi saya itu keputusan yang tepat karena tim sedang berpindah kompetisi dan saya merasa itu momen yang tepat untuk melakukannya,” kata Tudor kepada TNT Sports.
“Sayangnya yang terjadi ya terjadi. Jadi saya mengganti kiper setelah 15 menit. Itu tidak mudah," ujarnya.
Jadwal 16 Besar Liga Champions Dini Hari Nanti: Galatasaray vs Liverpool, Barcelona Tantang Newcastle
Tudor juga menilai pertandingan tersebut berjalan sangat aneh bagi timnya. Dia mengaku jarang melihat situasi seperti itu sepanjang karier kepelatihannya.
Inter Milan Incar Gelandang Jerman untuk Perkuat Lini Tengah Jelang Liga Champions
“Kami tidak perlu terlalu banyak berkomentar, ini bukan saat yang tepat untuk berbicara panjang. Pertandingan yang aneh. Itu terjadi. Kami memberi mereka tiga gol. Kami tidak memulai dengan baik dan masalah itu menghancurkan kami. Sangat aneh, sangat tidak biasa," kata dia.
“Segalanya terlihat seperti berjalan salah. Sulit dipercaya. Rasanya semuanya seperti melawan kami," ujarnya.
“Saya harus membantu tim. Saya harus terus bekerja. Tidak perlu terlalu banyak bicara, tetap fokus pada apa yang bisa kami lakukan. Sulit menjelaskannya, ini pertama kalinya saya melihat hal seperti ini dalam 15 tahun karier saya," ucapnya.
Keputusan Tudor juga memicu kritik dari pengamat sepak bola. Pundit TNT Sports Steve McManaman menilai pelatih Tottenham tersebut terlalu dingin terhadap Kinsky setelah menariknya dari lapangan.
“Kiper muda itu menjalani malam yang sangat buruk setelah dipilih oleh manajernya sendiri. Namun manajernya bahkan tidak menghampirinya untuk menenangkan, meminta maaf, atau sekadar merangkulnya. Lakukan sesuatu untuk memperbaiki situasi. Itu sangat dingin. Benar-benar tanpa belas kasihan," kata dia.
Komentar keras juga datang dari mantan kiper timnas Inggris Joe Hart yang menjadi komentator pertandingan tersebut. Dia menyalahkan Tudor karena sejak awal memilih Kinsky sebagai starter.
“Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Kinsky terlihat benar-benar kacau. Tottenham sudah tertinggal tiga gol dalam 15 menit. Mereka bahkan sudah menyiapkan Vicario di bawah. Tudor membuat keputusan itu dan sekarang dia ingin mengubahnya. Kinsky terlihat tidak mampu mengatasinya. Tottenham juga tidak mampu mengatasinya, sementara Atletico Madrid sudah unggul tiga gol. Ini memalukan,” kata Hart.
“Jika dia ditarik keluar setelah 16 menit, maka kariernya di klub ini sebagai kiper bisa selesai. Sulit untuk bangkit dari situasi seperti ini jika kamu adalah Kinsky. Manajer yang memutuskan memainkannya sejak awal, jadi kamu tidak bisa menariknya pada tahap seperti ini, bukan? Tapi dia akan melakukannya," ucapnya.
“Ngomong-ngomong, ini kesalahan manajer sama besarnya dengan kesalahan Kinsky. Saya merasa kasihan kepadanya.”
Editor: Reynaldi Hermawan