Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kai Havertz Ukir Rekor Fenomenal usai Bawa Arsenal Permalukan Liverpool
Advertisement . Scroll to see content

Arsenal Cetak Sejarah! Liverpool Tak Berkutik di Anfield, 17 Tembakan Tak Satu Pun Tepat Sasaran

Senin, 02 November 2026 - 19:48:00 WIB
Arsenal Cetak Sejarah! Liverpool Tak Berkutik di Anfield, 17 Tembakan Tak Satu Pun Tepat Sasaran
Arsenal menang 1-0 atas Liverpool pada lanjutan Liga Inggris 2026-2027 di Anfield, Minggu (1/11/2026) malam WIB. (Foto: Arsenal)
Advertisement . Scroll to see content

LIVERPOOL, iNews.id – Arsenal mencetak sejarah memalukan bagi Liverpool setelah menang 1-0 dalam lanjutan Liga Inggris 2026-2027 di Anfield, Minggu (1/11/2026). The Gunners bukan sekadar membawa pulang tiga poin, tetapi juga membuat tuan rumah gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.

Kemenangan Arsenal ditentukan melalui gol tunggal Kai Havertz pada menit ke-16. Namun, sorotan terbesar justru tertuju kepada kekuatan pertahanan pasukan Mikel Arteta yang berhasil meredam serangan Liverpool sepanjang 90 menit.

Liverpool sebenarnya melepaskan 17 tembakan dalam pertandingan tersebut. Mengejutkannya, tidak satu pun percobaan The Reds mengarah tepat ke gawang David Raya.

Menurut data The xG Philosophy yang dikutip dalam laporan pertandingan, Arsenal hanya mencatatkan angka 0,00 untuk expected goals on target (xGOT) lawan. Catatan itu disebut sebagai rekor terendah bagi tim tamu yang bertanding menghadapi Liverpool di Anfield sepanjang era Premier League.

Statistik tersebut semakin menegaskan keberhasilan Arsenal menjaga pertahanan meski Liverpool beberapa kali berusaha menekan. Hasil ini sekaligus memperlihatkan persoalan penyelesaian akhir yang masih menghantui tim asuhan Andoni Iraola.

Lebih istimewa lagi, kemenangan tersebut mengakhiri penantian panjang Arsenal untuk menaklukkan Liverpool di Anfield dalam kompetisi Premier League. Terakhir kali The Gunners membawa pulang kemenangan liga dari stadion tersebut terjadi pada 2012 atau 14 tahun silam.


Pertahanan Arsenal Bikin Liverpool Frustrasi

Arsenal membuka keunggulan ketika pertandingan baru memasuki menit ke-16. Declan Rice mengirimkan umpan berbahaya melintasi depan gawang Liverpool yang berhasil diselesaikan Kai Havertz di tiang jauh.

Gol tersebut membuat Arsenal unggul 1-0 dan memaksa Liverpool meningkatkan intensitas serangan. Tuan rumah berusaha mengembalikan kedudukan dengan memanfaatkan tekanan serta pergerakan pemain di lini depan.

Salah satu ancaman Liverpool muncul ketika Virgil van Dijk mengarahkan bola ke area berbahaya yang berpotensi disambut Alexander Isak. Namun, David Raya bergerak cepat untuk menggagalkan peluang tersebut sebelum menjadi ancaman langsung ke gawang Arsenal.

Florian Wirtz juga hampir menyamakan kedudukan melalui eksekusi tendangan bebas. Sayangnya, bola hasil sepakannya hanya membentur mistar gawang.

Memasuki babak kedua, organisasi pertahanan Arsenal semakin sulit ditembus. Pasukan Arteta mampu membatasi ruang gerak para pemain Liverpool sehingga tekanan tuan rumah tidak menghasilkan peluang bersih yang cukup berbahaya.

Masuknya Myles Lewis-Skelly turut membantu Arsenal mengendalikan permainan menjelang akhir pertandingan. Pergantian pemain tersebut menjadi bagian dari upaya Arteta mempertahankan keunggulan di tengah tekanan Liverpool.

Arsenal bahkan memiliki kesempatan menggandakan keunggulan melalui Christos Tzolis. Namun, kiper Liverpool, Alisson Becker, melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang tersebut.

Skor 1-0 akhirnya bertahan hingga peluit panjang. Kemenangan ini membawa Arsenal semakin kukuh di puncak klasemen dengan 24 poin, unggul tiga angka atas Manchester City yang berada di posisi kedua.

Sementara itu, Liverpool tertahan di peringkat kelima dengan 15 poin. The Reds kini tertinggal sembilan angka dari Arsenal dalam persaingan papan atas Liga Inggris.


Andoni Iraola Punya Pekerjaan Rumah Besar

Kekalahan dari Arsenal mengungkap persoalan yang lebih besar dalam permainan Liverpool. Kendati mampu membangun tekanan dan menciptakan sejumlah situasi menyerang, efektivitas lini depan The Reds masih jauh dari harapan.

Statistik Liverpool sepanjang musim 2026/2027 memperlihatkan sejumlah kelemahan. Mereka baru mencatatkan 13,3 expected goals (xG) di Premier League, menempatkan tim tersebut di urutan kesepuluh dalam kategori itu.

Liverpool juga baru menciptakan 12 peluang besar sepanjang musim. Jumlah tersebut menempatkan mereka di posisi ke-19 bersama tim lain dalam daftar pencipta peluang besar.

Dalam kategori sentuhan di kotak penalti lawan, Liverpool menempati peringkat kedelapan. Sementara untuk rata-rata tembakan tepat sasaran per pertandingan, The Reds berada di urutan kesembilan.

Masalah lain terlihat dari situasi bola mati. Liverpool belum menghasilkan satu gol pun melalui skema tersebut sehingga menempati kelompok terbawah dalam statistik gol dari bola mati.

Padahal, Liverpool memiliki sejumlah pemain menyerang berkualitas. Alexander Isak telah mencetak enam gol dari delapan penampilan di Premier League, tetapi penyerang tersebut masih menghadapi keterbatasan suplai bola dalam sejumlah pertandingan.

Dua rekrutan mahal Liverpool, Florian Wirtz dan Bradley Barcola, juga belum menunjukkan kontribusi akhir yang konsisten. Keduanya masih dituntut meningkatkan efektivitas dalam menciptakan maupun menyelesaikan peluang.

Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, sebenarnya mulai memperlihatkan karakter permainan melalui tekanan tinggi, kecepatan, serta intensitas dalam merebut bola. Namun, pendekatan tersebut belum sepenuhnya diimbangi ketajaman di sepertiga akhir lapangan.

Menghadapi Arsenal, Liverpool kembali memperlihatkan kesulitan mengubah penguasaan wilayah dan tekanan menjadi peluang berkualitas. Situasi itu semakin terlihat ketika menghadapi lawan dengan struktur pertahanan disiplin.

Di sisi lain, keberhasilan Arsenal mempertahankan keunggulan menunjukkan kematangan strategi Arteta. The Gunners mampu memanfaatkan peluang yang diperoleh sekaligus menjaga konsentrasi pertahanan hingga pertandingan berakhir.

Kini, Iraola memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan kreativitas dan penyelesaian akhir Liverpool. Sebab, apabila persoalan tersebut terus berlanjut, The Reds berpotensi semakin tertinggal dalam persaingan gelar Liga Inggris musim ini.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut