AS Roma Babak Belur di Pramusim, Gasperini Murka: Penampilan Mengerikan!
BRIGHTON, iNews.id – Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini murka setelah pasukannya dihajar Brighton & Hove Albion 0-3 dalam laga pramusim di AMEX Stadium, Sabtu (8/8/2026). Pelatih asal Italia itu menyebut penampilan timnya mengerikan dan bahkan belum bisa memastikan skuad Giallorossi saat ini lebih kuat dibandingkan musim lalu.
Hasil di Brighton memperpanjang catatan buruk AS Roma sepanjang pramusim. Giallorossi sebelumnya bermain imbang 3-3 melawan Cannes meski sempat unggul 3-0, kemudian dihajar Cardiff City 1-4.
Satu-satunya hasil positif datang ketika Roma menang 4-1 atas Newport County. Namun, lawan tersebut dinilai belum berada pada level yang cukup untuk menjadi ujian serius bagi pasukan Gasperini.
Roma masih mempunyai satu agenda terakhir pada musim panas ini. Mereka dijadwalkan bertandang menghadapi Borussia Dortmund pada Sabtu (15/8/2026).
Gian Piero Gasperini tidak berusaha menutupi kekecewaannya setelah kekalahan telak dari Brighton. Dia menilai masalah Roma bukan sekadar kondisi fisik, melainkan kerja sama dan konsentrasi pemain.
“Tidak diragukan lagi, hari ini merupakan penampilan yang mengerikan,” kata Gasperini kepada media di Brighton, dikutip dari Football Italia.
“Kami sudah bekerja dalam atmosfer yang cukup bagus sepanjang pekan ini, tetapi kami bermain buruk. Saya rasa ini bukan masalah ketajaman karena kami tidak bekerja bersama sebagai sebuah tim, kami tidak memiliki konsentrasi yang tepat,” ujarnya.
Gasperini juga menyinggung sejumlah pemain yang baru kembali dari Piala Dunia. Dia memahami kondisi mereka belum sepenuhnya pulih setelah menjalani turnamen tersebut.
“Ada beberapa pemain yang baru kembali dari Piala Dunia, jadi tentu saja mereka sedikit kelelahan dan kami harus sedikit bersabar agar mereka bisa pulih sepenuhnya,” katanya.
Sektor pertahanan menjadi masalah paling mencolok. Roma sudah kebobolan 11 gol hanya dalam empat pertandingan pramusim.
“Saya memang merasa kami belum sepenuhnya menyala. Setidaknya ini adalah periode ketika kami masih bisa menerima kekalahan seburuk ini,” ucap Gasperini.
“Dalam satu sisi, situasi seperti ini bisa membantu kami kembali menyala, tetapi perasaannya kami masih cukup jauh tertinggal dari jadwal. Kami bekerja dengan baik bersama kelompok yang memulai musim panas, tetapi jelas ada perbedaan di dalam skuad,” ujarnya.
Persoalan Roma tidak berhenti di lapangan. Gasperini juga berulang kali menunjukkan rasa frustrasinya terhadap lambannya pergerakan klub di bursa transfer, terlebih setelah Giallorossi memastikan tempat di Liga Champions.
Roma memang mendapat tambahan pemain setelah Lorenzo Pellegrini dipastikan menandatangani kontrak baru. Kesepakatan sebelumnya telah berakhir pada 30 Juni.
Namun, Gasperini menilai kehadiran Pellegrini belum menjadi solusi cepat karena sang pemain belum bisa segera tampil.
“Ya, tetapi kapan dia bisa mulai bermain? Setidaknya tidak dalam satu bulan, jadi tidak ada gunanya membicarakan hal itu sekarang,” kata Gasperini.
“Ada beberapa tim yang tidak bisa bergerak di bursa karena mempunyai terlalu banyak pemain, sedangkan kami tidak bisa bergerak karena pemain kami terlalu sedikit,” ujarnya.
Gasperini juga mengkritik situasi bursa transfer yang menurutnya baru benar-benar bergerak pada penghujung Agustus. Kondisi tersebut dinilai mengganggu proses persiapan tim.
“Seperti biasa, bursa transfer dimulai 1 Juli, tetapi semuanya baru diputuskan dalam 15 hari terakhir Agustus. Itu tidak benar, karena pada saat tersebut tim-tim sudah bekerja dan mempersiapkan diri. Ini menjadi masalah bagi semua orang,” katanya.
Kekesalan Gasperini juga mengarah kepada jajaran manajemen, termasuk kepala transfer baru Roma Tony D’Amico. Ketika ditanya mengenai kemungkinan penjualan besar lainnya pada musim panas ini, dia meminta wartawan menanyakannya langsung kepada CEO klub.
Gasperini bahkan tidak bisa memberikan jawaban tegas ketika ditanya apakah skuad Roma sekarang lebih kuat dibandingkan musim lalu.
“Saya tidak tahu. Kalau saya bisa, pada saat ini kami mengganti Zeki Celik dengan Nahuel Molina, yang bahkan baru akan kami temui pada Selasa. Kami mengganti Artem Dovbyk dengan Santiago Castro, yang memberi saya kesan bagus,” ujarnya.
“Kemudian kami mendatangkan pemain ini yang terlihat menarik untuk melengkapi pertahanan,” katanya merujuk kepada Konstantinos Koulierakis.
Gasperini tetap menilai jumlah pemain Roma belum cukup untuk menjalani musim. Dia masih berharap klub bisa menambah kekuatan sebelum bursa transfer ditutup.
“Kalau hanya melihat jumlahnya, saya merasa kami masih membutuhkan sesuatu,” ucapnya.
“Mengenai siapa yang akan didatangkan dan bagaimana menyelesaikan kesepakatan tersebut, semuanya bergantung pada situasi. Ada beberapa kemungkinan bagus. D’Amico sedang mencoba bernegosiasi untuk pemain-pemain yang sangat muda dan memiliki banyak talenta, jadi itulah jalurnya,” katanya.
Editor: Abdul Haris