Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Inter Milan Terancam Kehilangan Motor Lini Tengah saat Lawan AS Roma
Advertisement . Scroll to see content

AS Roma Sempurna di Serie A, Gasperini Puji Duet Dybala-Malen jelang Hadapi Inter

Rabu, 16 September 2026 - 08:15:00 WIB
AS Roma Sempurna di Serie A, Gasperini Puji Duet Dybala-Malen jelang Hadapi Inter
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini. (Foto: Football Italia)
Advertisement . Scroll to see content

ROMA, iNews.idAS Roma tampil sempurna di awal musim Liga Italia 2026-2027 dengan meraih empat kemenangan beruntun. Pelatih Gian Piero Gasperini mulai melihat perkembangan besar dalam skuadnya, terutama lewat kombinasi Paulo Dybala dan Donyell Malen yang dinilai mampu menciptakan perbedaan dalam setiap pertandingan.

Roma membuka musim baru dengan performa impresif. Empat laga Serie A berhasil dilewati dengan kemenangan, membuat Giallorossi semakin percaya diri setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce di Liga Champions.

Kemenangan terbaru Roma diraih saat bertandang ke markas Torino dengan skor 2-0. Donyell Malen kembali menjadi pencetak gol dan melanjutkan catatan luar biasanya dengan koleksi enam gol dalam empat pertandingan liga.

Niccolò Pisilli kemudian memastikan tiga poin bagi Roma melalui gol pada masa tambahan waktu. Hasil tersebut menjadi modal penting sebelum menghadapi pertandingan besar melawan Inter Milan.

Gasperini melihat perkembangan Roma bukan hanya dari hasil pertandingan, tetapi juga dari kualitas permainan dan kombinasi antarpemain yang semakin terbentuk.


Duet Dybala-Malen Jadi Senjata Baru Roma

Salah satu perhatian terbesar Gasperini adalah kerja sama antara Dybala dan Malen di lini depan. Pelatih berusia 68 tahun itu memuji kemampuan kedua pemain yang dianggap memiliki kualitas individu tinggi sekaligus mampu saling melengkapi ketika berada di lapangan.

"Sangat luar biasa bagi para penggemar dan siapa pun yang mencintai sepak bola melihat pemain seperti Malen dan Dybala bekerja sama. Mereka menciptakan situasi dari hampir tidak ada di setiap pertandingan," ujar Gasperini kepada DAZN Italia.

"Mereka adalah dua pemain yang sangat berbakat secara individu, tetapi mereka juga saling melengkapi sebagai pasangan. Mereka bekerja sama dengan sangat baik untuk menciptakan gol dalam banyak pertandingan," lanjutnya.

Meski menjadi pemain penting, Malen tetap ditarik keluar lebih awal saat menghadapi Torino ketika Roma masih unggul tipis 1-0.

Gasperini menjelaskan keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga kebugaran pemain karena Roma menjalani jadwal padat.

"Kami perlu membuat semua pemain di skuad ini naik satu level. Ini adalah pertandingan ketiga dalam delapan hari, dan Anda tidak bisa memiliki pemain yang selalu bermain 90 menit secara rutin," kata Gasperini.

"Jika kami bisa memberi mereka istirahat 20 atau 30 menit, itu bisa membuat perbedaan dalam jangka panjang. Kami juga perlu membuat pemain lain yang berada di sekitar para pemain seperti Dybala dan Malen ikut berkembang dan siap menjadi protagonis," tambahnya.

Menurut Gasperini, kekuatan Roma tidak boleh hanya bergantung pada beberapa pemain bintang. Seluruh anggota skuad harus siap memberikan kontribusi agar tim semakin kompetitif.


Balerdi Dapat Pujian, Inter Jadi Ujian Besar

Selain sektor depan, Gasperini juga puas dengan perkembangan pemain baru Roma, Leonardo Balerdi.

Bek asal Argentina tersebut mendapat kesempatan menjadi starter bersama rekrutan anyar lainnya, Nahuel Molina.

Gasperini menilai Roma tampil baik pada babak pertama, meski masih membutuhkan peningkatan kualitas dalam penyelesaian akhir.

"Kami memainkan babak pertama yang sangat baik, meski kami sebenarnya bisa lebih berkualitas di sepertiga akhir lapangan. Torino juga memasukkan pemain-pemain segar, jadi terkadang kami harus sedikit mengurangi gaya bermain yang atraktif dan lebih efektif. Itu aspek fundamental, mampu melakukan keduanya," jelas Gasperini.

Balerdi menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus dari sang pelatih.

"Balerdi adalah bek modern yang sangat kuat, secara fisik dan cepat. Bek terbaik sepanjang masa adalah Franco Baresi, dan saya tidak membuat perbandingan di sini, tetapi cara dia memahami peran dan terlibat dalam permainan memiliki karakteristik seperti itu. Tentu saja tidak ada yang bisa menyamai Baresi, tetapi dia memiliki tipe karakteristik bek seperti itu," ujar Gasperini.

Pujian tersebut menunjukkan kepercayaan besar Gasperini terhadap kemampuan Balerdi dalam membangun permainan dari lini belakang.

Kini, tantangan terbesar Roma sudah menanti. Giallorossi akan menghadapi Inter Milan pada pertandingan berikutnya yang mulai disebut sebagai salah satu duel penting dalam persaingan Scudetto.

Gasperini menyadari Inter masih menjadi standar tertinggi di sepak bola Italia.

"Inter adalah tolok ukur untuk liga ini. Mereka adalah tim kuat yang dianggap semua orang sebagai yang terbaik di Italia," kata Gasperini.

Namun, dia melihat laga tersebut sebagai kesempatan bagi Roma untuk mengukur sejauh mana perkembangan tim.

"Ini adalah kesempatan bagi kami untuk mengukur diri melawan yang terbaik dan menunjukkan jika kami bisa tampil lebih baik dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya," tuturnya.

Dengan empat kemenangan beruntun, duet Dybala-Malen yang semakin padu, serta pertahanan yang mulai solid, Roma kini memiliki kesempatan membuktikan diri sebagai penantang serius di Serie A.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut