Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Giovanni van Bronckhorst Makin Dekat Timnas Indonesia, Liverpool Langsung Cari Pengganti
Advertisement . Scroll to see content

Bambang Pamungkas Kritik Keras Keputusan PSSI Hentikan Liga 2: Gak Masuk Akal Sehat

Jumat, 13 Januari 2023 - 16:59:00 WIB
Bambang Pamungkas Kritik Keras Keputusan PSSI Hentikan Liga 2: Gak Masuk Akal Sehat
Legenda Persija Jakarta, Bambang Pamungkas mengkritik keputusan PSSI menghentikan Liga 2 dan Liga 3 2022/2023. Menurutnya, keputusan itu gak masuk akal. (foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id- Legenda Persija Jakarta, Bambang Pamungkas mengkritik keputusan PSSI menghentikan Liga 2 dan Liga 3 2022/2023. Menurutnya, keputusan itu gak masuk akal.

Dalam rapat Komite Eksekutif di (Exco) di GBK Arena, Jakarta Pusat pada Kamis (12/1/2022), PSSI menyatakan Liga 1 2022/2023 tak ada sistem degradasi. Pasalnya kompetisi Liga 2 dan Liga 3 musim ini dihentikan.

Berhentinya Liga 2 dan Liga 3 membuat banyak pihak mengecam keputusan tersebut, tak terkecuali Bambang Pamungkas. Melalui Instagram pribadinya @bepe20, ia menyampaikan ketidak puasan dengan keputusan yang ada.

Bambang Pamungkas mengaku masih sulit memahami keputusan Liga 2 dan Liga 3 dihentikan, tetapi Liga 1 tetap berjalan dengan tak adanya degradasi. Menurutnya keputusan tersebut sulit dipahami melalui akal sehat.

"Tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapapun. Dilihat dari sudut manapun dan dengan dasar apapun, keputusan federasi tertinggi sepak bola Indonesia untuk menghentikan Liga 2 dan Liga 3, serta menjalankan Liga 1 dengan tanpa adanya degradasi ini sangat sulit untuk dipahami dan diterima akal sehat," tulis Bambang Pamungkas dikutip dari Instagram pribadinya, Jumat (13/1/2023).

Pria berusia 42 tahun itu menjelaskan berhentinya Liga 2 dan Liga 3 membuat para pemain yang mencari nafkah melalui sepak bola bakal terganggu. Bambang Pamungkas pun menilai tanpa adanya degradasi membuat pertandingan mudah terjadi kecurangan, seperti pengaturan skor.

"Ini bukan sekadar tentang bagaimana nasib para pelaku sepak bola yang mata pencahariannya akan terganggu. Atau potensi besar terjadinya “praktik-praktik” tidak terpuji, jika liga dijalankan tanpa degradasi. Jauh lebih besar dari pada itu, ini tentang sebenarnya sepak bola Indonesia ini mau dibawa kemana?," ucapnya.

Pria yang menghabiskan sebagian besar karirnya bersama Persija Jakarta itu mengatakan dalam olahraga pemain dan pelatih adalah aktor utama. Bamabang Pamungkas pun menjelaskan sura pemain dan pelatih menentukan maju atau mundurnya sepakbola di Indonesia.

"Berdasarkan pengalaman saya. Dalam olahraga, pemain dan pelatih tetaplah aktor utama. Suara mereka sedikit-sebanyak dapat turut menentukan arah tuju persepakbolaan negeri ini," tutupnya.

Selain tak adanya degradasi di Liga 1 2022/2023, wakil Indonesia di ajang AFC pun ditentukan dengan  playoff. Juara Liga 1 musim ini akan menghadapi juara Liga 1 2021/2022 dan pemenangnya akan menjadi wakil Indonesia di ajang tersebut.

Editor: Ibnu Hariyanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut