Baru 5 Laga, Satu Pemain Arsenal Ingin Pergi usai Diabaikan Mikel Arteta
LONDON, iNews.id - Martin Zubimendi dikabarkan mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan Arsenal jika situasinya tidak berubah hingga pergantian tahun. Gelandang asal Spanyol itu baru menjalani lima pertandingan bersama The Gunners pada awal musim ini, tetapi menit bermainnya justru sangat terbatas.
Zubimendi bergabung dengan Arsenal pada Juli 2025 setelah direkrut dari Real Sociedad dengan nilai transfer 60 juta pounds. Pada musim pertamanya di Inggris, dia memiliki peran penting dalam perjalanan Arsenal hingga meraih gelar Liga Inggris.
Pemain berusia 27 tahun itu bahkan tampil dalam seluruh 38 pertandingan Arsenal di Liga Inggris musim lalu. Namun, situasi berbeda terjadi pada awal musim 2026-2027.
Arsenal mengawali musim dengan sempurna setelah memenangi empat pertandingan Liga Inggris. Dalam laga terbaru, The Gunners mengalahkan Sunderland 2-0 melalui gol Bruno Guimaraes yang mencetak gol pembuka lewat tembakan keras dari luar kotak penalti.
Kehadiran Guimaraes membuat persaingan di lini tengah Arsenal semakin ketat. Di sisi lain, Zubimendi justru belum mendapatkan kepercayaan bermain secara reguler dari Arteta.
Dia baru mengumpulkan 59 menit dalam empat pertandingan Liga Inggris musim ini. Kondisi tersebut membuat masa depan Zubimendi di Emirates Stadium mulai menjadi tanda tanya.
Situasi itu semakin menarik karena Zubimendi sebelumnya sempat dikaitkan dengan kepindahan dari Arsenal pada bursa transfer musim panas. Xabi Alonso dilaporkan tertarik membawanya ke Chelsea setelah sebelumnya juga berupaya merekrut sang gelandang ketika masih menangani Real Madrid.
Real Madrid juga disebut masih memantau perkembangan Zubimendi. Menurut laporan Graeme Bailey dari TEAMtalk, kubu Zubimendi akan mendorong kepindahan pada pertengahan musim jika dia gagal mengamankan posisi di tim utama Arsenal hingga pergantian tahun.
Persaingan untuk posisi lini tengah Arsenal saat ini cukup berat bagi Zubimendi. Declan Rice, Myles Lewis-Skelly, Martin Odegaard, dan Bruno Guimaraes menjadi sejumlah pemain yang lebih sering mendapat kepercayaan untuk mengisi komposisi utama.
Keputusan Arteta ketika melakukan rotasi juga menjadi sorotan. Saat Arsenal menang 1-0 atas Napoli di Liga Champions, Arteta memilih memainkan Mikel Merino sebagai gelandang bertahan bersama Rice. Zubimendi justru tidak mendapatkan peran tersebut.
Meski menit bermainnya menurun, Arteta sebelumnya menegaskan posisi Zubimendi masih penting bagi Arsenal. Pada Agustus lalu, pelatih asal Spanyol itu menyebut mantan pemain Real Sociedad tersebut sebagai sosok yang sangat penting bagi tim.
"Tanpa diragukan lagi, dia adalah salah satu pemain terbaik Arsenal musim lalu. Maksud saya, tanpa dia, kami tidak akan pernah berada di posisi yang kami capai dalam beberapa pekan terakhir," kata Arteta dikutip dari Sport Bible.
"Dia pantas mendapat kredit besar. Tentu saja kredit dari kami semua, seluruh pelatih, saya sendiri, dan terutama rekan-rekan setimnya. Kami tahu tanpa dia, kami tidak akan pernah mencapai level dan cara kami bersaing selama 10 bulan," lanjut dia.
Arteta juga mengakui Zubimendi memang tidak banyak bermain pada fase akhir musim lalu. Namun, sang pelatih menilai kontribusinya selama perjalanan Arsenal tetap sangat besar.
"Pada akhirnya, ya, dia tidak banyak bermain. Dia masih memainkan beberapa menit penting, tetapi dia tidak banyak bermain. Namun, tidak ada yang bisa mengabaikan pentingnya apa yang dia lakukan dan betapa pentingnya dia bagi kami," ujar Arteta.
"Ini penting untuk disampaikan, karena banyak orang akhirnya memiliki kesan: 'Tapi pemain ini bermain di final Liga Champions.' Ya, ya, karena pemain ini melakukannya selama 10 bulan. Kalau tidak, kami tidak akan berada di sini untuk bermain di final-final tersebut. Dia pantas mendapat banyak kredit," sambungnya.
Ketika ditanya secara langsung mengenai kemungkinan Zubimendi dijual, Arteta memberikan jawaban tegas. "Tidak, dia adalah pemain yang sangat penting bagi kami," kata pelatih Arsenal tersebut.
Kini, kondisi Zubimendi menjadi semakin menarik setelah dia hanya bermain selama 82 menit di seluruh kompetisi musim ini. Jika sampai pergantian tahun dia tetap kesulitan menembus starting XI, peluang Arsenal kehilangan sang gelandang pada Januari terbuka.
Situasi tersebut tentu menjadi persoalan bagi Arsenal setelah Zubimendi baru 18 bulan menjalani kontrak berdurasi lima tahun bersama klub. Masa depannya di Emirates Stadium akan sangat bergantung pada perkembangan perannya di tim utama dalam beberapa bulan ke depan.
Editor: Reynaldi Hermawan