Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Man City Masih Bisa Lolos dari Hukuman Berat meski Terjerat 100 Lebih Pelanggaran
Advertisement . Scroll to see content

Baru Diakuisisi 2024, Everton Terancam Dijual Lagi 

Jumat, 09 Oktober 2026 - 20:00:00 WIB
Baru Diakuisisi 2024, Everton Terancam Dijual Lagi 
Everton sedang mencari investor baru. (Foto: BBC)
Advertisement . Scroll to see content

LIVERPOOL, iNews.id – Everton berpeluang kembali berganti pemilik setelah The Friedkin Group (TFG) membuka opsi menjual saham pengendali klub Liga Inggris tersebut. Keputusan mengejutkan ini muncul kurang dari dua tahun setelah perusahaan investasi asal Amerika Serikat itu mengambil alih The Toffees pada 2024.

The Friedkin Group, yang juga menguasai klub Liga Italia AS Roma, secara resmi mengumumkan rencana mencari investor baru. Bahkan, mereka tidak menutup kemungkinan melepas kendali mayoritas Everton kepada pihak lain.

"The Friedkin Group sedang menjajaki opsi investasi baru untuk Everton Football Club, termasuk kemungkinan penjualan saham pengendali," demikian pernyataan resmi perusahaan melalui situs Everton.

Langkah tersebut menjadi perkembangan penting bagi masa depan Everton. Pasalnya, keluarga Friedkin sebelumnya datang dengan ambisi menyelamatkan klub dari ketidakpastian finansial sekaligus memperbaiki kondisi tim di dalam dan luar lapangan.

Baru Dua Tahun Kuasai Everton, Keluarga Friedkin Buka Pintu Penjualan 

The Friedkin Group resmi menyelesaikan akuisisi Everton pada 2024. Sebelumnya, perusahaan milik keluarga Friedkin itu lebih dahulu masuk ke sepak bola Eropa dengan membeli saham mayoritas AS Roma dari pengusaha Amerika Serikat lainnya, James Pallotta, pada 2020.

Ketika mengambil alih Everton, pemilik baru menghadapi berbagai persoalan, terutama kondisi keuangan yang tidak stabil dan tantangan untuk meningkatkan performa klub. Penyelesaian pembangunan stadion baru juga menjadi salah satu agenda utama.

"Saat TFG mengambil tanggung jawab mengelola Everton, klub menghadapi ketidakpastian finansial yang signifikan serta tantangan di dalam dan luar lapangan. Prioritas utama kami adalah memberikan stabilitas, investasi, dan dukungan yang diperlukan untuk mengamankan masa depan klub, termasuk membantu menyelesaikan stadion yang telah lama dijanjikan kepada para pendukung setianya," tulis The Friedkin Group.

Setelah sejumlah fondasi penting tersebut dinilai berhasil dibangun, perusahaan mulai mempertimbangkan arah baru kepemilikan Everton. Meski demikian, mereka menegaskan tidak akan sembarangan menerima tawaran dari calon investor.

"Dengan fondasi tersebut kini berada dalam kondisi aman, inilah waktu yang tepat untuk mempertimbangkan babak berikutnya bagi Everton. Kami hanya akan mempertimbangkan ketertarikan dari pihak yang benar-benar kami yakini mampu mengelola klub dengan tepat, membawanya maju, dan melanjutkan momentum yang telah dibangun," lanjut pernyataan itu.

The Friedkin Group juga memastikan dukungan terhadap Everton tidak akan berkurang selama proses penjajakan investasi berlangsung.

"Sepanjang proses ini, fokus TFG tidak akan berubah. Kami akan mendukung klub dengan segala cara yang diperlukan untuk meraih kesuksesan di lapangan dan terus berupaya memberikan dampak positif bagi komunitas yang dilayani klub," bunyi pernyataan tersebut.

Perusahaan kemudian menegaskan tidak akan memberikan komentar tambahan selama proses berlangsung. Untuk menangani penjajakan investasi dan kemungkinan transaksi, The Friedkin Group telah menunjuk perusahaan penasihat keuangan Moelis & Company.
Perlakuan Bos Everton dan AS Roma Jadi Sorotan, David Moyes Belum Pernah Bicara dengan Dan Friedkin

Di tengah munculnya kemungkinan penjualan Everton, hubungan keluarga Friedkin dengan dua klub yang mereka miliki memperlihatkan perbedaan mencolok.

Pada September 2026, pelatih Everton David Moyes mengaku belum pernah berbicara langsung dengan Dan Friedkin. Pengakuan tersebut menarik perhatian karena Moyes menangani klub yang berada di bawah kendali pengusaha Amerika Serikat itu.

Situasinya berbeda di AS Roma. Pelatih Gian Piero Gasperini justru beberapa kali memberikan pujian kepada pemilik klub atas kedekatan dan dukungan yang mereka berikan kepada tim.

Perbedaan pendekatan tersebut semakin menarik perhatian seiring performa positif Roma di kompetisi domestik. Dalam laporan yang menjadi dasar artikel ini, Giallorossi berada di puncak klasemen Liga Italia dengan koleksi 13 poin, sama seperti Inter Milan dan Lazio.

Roma juga memperoleh kabar baik terkait pengembangan infrastruktur klub. Mereka telah menerima lampu hijau untuk memulai pembangunan stadion baru yang ditargetkan rampung pada 2029.

Stadion tersebut bahkan diproyeksikan menjadi salah satu arena penyelenggaraan Euro 2032, turnamen sepak bola antarnegara Eropa yang akan digelar di Italia dan Turki.

Di sisi lain, masa depan kepemilikan Everton kini memasuki fase baru. Meski The Friedkin Group telah membuka kemungkinan melepas saham pengendali, belum ada kepastian mengenai calon pembeli maupun waktu pelaksanaan transaksi.
Keputusan akhir akan bergantung pada munculnya investor yang dianggap mampu melanjutkan pembangunan klub. Sampai kesepakatan tercapai, The Friedkin Group tetap memegang kendali Everton sekaligus mempertahankan kepemilikannya di AS Roma.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut