Bernardo Tavares Frustrasi usai Persebaya Kalah dari PSM Makassar, Singgung 2 Penalti Gagal!
PAREPARE, iNews.id – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah timnya kalah secara dramatis dari PSM Makassar. Dua kesempatan penalti yang gagal dimanfaatkan Alex Martins menjadi sorotan utama pelatih asal Portugal tersebut.
Persebaya harus mengakui keunggulan PSM Makassar dengan skor 0-1 pada pekan keenam Super League 2026-2027. Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Kamis (22/10/2026) sore WIB.
Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena Bajul Ijo sebenarnya mempunyai kesempatan besar untuk membawa pulang setidaknya satu poin. Namun, dua eksekusi penalti Alex Martins pada masa tambahan waktu berhasil digagalkan kiper PSM, Muhammad Ardiansyah.
Bernardo Tavares menilai hasil pertandingan tidak mencerminkan penampilan anak asuhnya. Menurut dia, Persebaya mampu menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan tuan rumah, tetapi gagal mengubah kesempatan tersebut menjadi gol.
"Menurut saya, kami tampil lebih baik daripada tim lawan kami memiliki lebih banyak peluang. Kami sempat membuat bola membentur tiang, ada sundulan dari Yuran, serta tembakan dari Toni," ujar Tavares dikutip dari laman resmi I.League, Jumat (23/10/2026).
Pelatih berusia 46 tahun itu menyoroti efektivitas serangan Persebaya yang belum maksimal. Meski mampu membangun sejumlah peluang melalui permainan terbuka dan umpan silang, penyelesaian akhir tetap menjadi persoalan yang membuat timnya gagal meraih hasil positif.
"Kami juga melancarkan beberapa umpan silang, namun umpan terakhir maupun penyelesaian akhir kami kurang maksimal. Di sisi lain, tim lawan tidak mencetak gol dan bahkan tidak melepaskan tembakan ke arah gawang kami," ungkap Tavares.
Persebaya sebenarnya mampu memberikan tekanan kepada pertahanan PSM Makassar. Namun, pertandingan berubah pada menit ke-74 ketika Yuran Fernandes melakukan gol bunuh diri yang membuat tuan rumah unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan. PSM yang mendapatkan keuntungan dari kesalahan pemain lawan kemudian berusaha mempertahankan keunggulan hingga memasuki masa tambahan waktu babak kedua.
Drama terjadi ketika Agung Mannan melakukan pelanggaran terhadap Risto Mitrevski di kotak penalti. Wasit memberikan hadiah tendangan penalti untuk Persebaya sekaligus mengganjar Agung dengan kartu merah sehingga PSM harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Alex Martins mendapat tanggung jawab sebagai eksekutor. Namun, tendangannya yang diarahkan ke sisi kanan gawang berhasil dibaca Muhammad Ardiansyah. Kiper PSM itu melakukan penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan Juku Eja.
Persebaya kemudian memperoleh kesempatan mengulang tendangan penalti. Wasit menilai posisi kaki Ardiansyah sudah meninggalkan garis gawang sebelum Martins melakukan eksekusi pertama.
Sayangnya, kesempatan kedua kembali gagal dimanfaatkan. Martins memilih mengarahkan bola ke sisi yang sama, sedangkan Ardiansyah kembali tampil gemilang dengan menggagalkan tendangan tersebut.
Dua penyelamatan beruntun itu membuat PSM Makassar memastikan kemenangan 1-0. Sebaliknya, Persebaya harus meninggalkan Parepare tanpa poin meski mendapatkan peluang emas pada penghujung pertandingan.
Bernardo Tavares menegaskan penyelesaian akhir menjadi masalah penting yang harus segera diperbaiki. Banyaknya peluang tidak memberikan keuntungan apabila para pemain gagal memaksimalkan kesempatan mencetak gol.
Dia juga menyoroti cara PSM memperoleh kemenangan melalui gol bunuh diri. Menurut penilaiannya, tuan rumah tidak mampu menghasilkan gol dari penyelesaian serangan sendiri, sedangkan Persebaya justru gagal memanfaatkan kesempatan yang sudah didapat.
"Satu-satunya tembakan ke arah gawang justru dilakukan oleh pemain kami sendiri yang berujung gol bunuh diri. Selain itu, kami juga mendapatkan kesempatan melalui penalti, tetapi sayangnya gagal memanfaatkannya," pungkasnya.
Hasil tersebut menjadi kekalahan pertama Persebaya dalam Super League 2026-2027. Bajul Ijo kini menempati peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin.
Sementara itu, kemenangan membawa PSM Makassar naik ke posisi ke-10 dengan delapan poin. Tambahan tiga angka tersebut sekaligus menjadi hasil penting bagi Juku Eja dalam upaya memperbaiki posisi di klasemen.
Bagi Persebaya, kegagalan mencetak gol meski memiliki sejumlah peluang menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan. Bernardo Tavares kini menghadapi tantangan untuk meningkatkan ketajaman lini depan agar kejadian serupa tidak kembali merugikan Bajul Ijo dalam persaingan Super League musim ini.
Editor: Abdul Haris