Bos Juventus Bocorkan Nasib Luciano Spalletti usai Digilas Sassuolo
TURIN, iNews.id - Juventus diminta menjadikan kekalahan dramatis 2-3 dari Sassuolo sebagai pelajaran penting. Sementara posisi Luciano Spalletti sebagai pelatih tetap mendapat dukungan penuh dari petinggi klub.
Juventus menelan kekalahan perdana pada Serie A 2026-2027 saat bertandang ke markas Sassuolo di Mapei Stadium, Senin (14/9/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut menjadi pukulan setelah Bianconeri sempat dua kali menyamakan kedudukan lewat Edon Zhegrova.
Sassuolo akhirnya memastikan kemenangan pada menit ke-94 melalui Vasilije Adzic. Pemain yang berstatus pinjaman dari Juventus itu justru menjadi penentu kekalahan klub pemiliknya pada laga yang berlangsung dramatis tersebut.
Petinggi Juventus, Giovanni Carnevali, mengakui hasil pertandingan tersebut sangat mengecewakan. Dia menilai Juventus melakukan sejumlah kesalahan yang tidak seharusnya terjadi pada tim sebesar Bianconeri.
"Jika melihat hasilnya, tentu negatif. Kami melakukan kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan tim seperti Juventus, meski kami menciptakan beberapa peluang," ujar Carnevali kepada Radio Anch’io lo Sport melalui Gazzetta.
Carnevali meminta Juventus melihat kekalahan tersebut sebagai bagian dari proses perkembangan tim dan klub. Menurut dia, keinginan meraih kemenangan justru membuat Juventus kehilangan keseimbangan saat menghadapi Sassuolo.
"Ini bagian dari perjalanan pertumbuhan tim dan klub. Kami mencoba menang dengan segala cara, tetapi kehilangan keseimbangan melawan tim sekuat Sassuolo. Sisi positifnya, saya menghargai semangat untuk menang dengan segala cara. Saya berharap kekalahan ini menjadi pelajaran; kesalahan bukan hanya di lini belakang, tetapi menjadi tanggung jawab kami semua," kata Carnevali.
Di tengah hasil buruk tersebut, Carnevali juga memberikan dukungan penuh kepada Spalletti. Pelatih asal Italia itu mencatat dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dalam empat pertandingan awal musim bersama Juventus.
Menurut Carnevali, pergantian pelatih bukan solusi yang ingin ditempuh Juventus. Dia meminta klub menjalankan rencana secara konsisten serta memberikan waktu kepada Spalletti untuk membangun tim.
"Dia pelatih luar biasa, salah satu yang terbaik sepanjang masa. Mengganti pelatih bukan sifat saya; kami harus mencoba merencanakan dan membangun, kami harus memberikan waktu dan bersabar, dengan mengetahui kami harus menelan beberapa pil pahit," ujar Carnevali.
Carnevali juga mengingatkan perjalanan sebuah klub sepak bola tidak selalu berada dalam kondisi ideal. Juventus tetap memiliki target besar, tetapi hasil di lapangan akan menjadi ukuran utama dalam proses tersebut.
"Dalam sepak bola, ada siklus; ada periode ketika Anda berada di puncak dan ada periode ketika Anda melewati masa sulit. Tujuan kami adalah menang. Pembicaraan hanya berarti sangat sedikit," tuturnya.
Spalletti menangani Juventus sejak Oktober 2025 setelah menggantikan Igor Tudor. Kontraknya bersama raksasa Serie A tersebut masih berlangsung hingga Juni 2028.
Kekalahan dari Sassuolo kini membuat Juventus harus segera bangkit. Tantangan berikutnya sudah menanti pada kompetisi Eropa saat Bianconeri menghadapi NEC dalam laga perdana Europa League musim ini, Kamis.
"Kami harus mencari hasil maksimal: kami masih memiliki banyak pekerjaan untuk bersaing memperebutkan Scudetto dan Europa League. Meski ini bukan kompetisi yang mudah, ajang ini bisa menjadi peluang besar bagi kami," pungkas Carnevali.
Setelah menghadapi NEC, Juventus kembali mendapat ujian berat di Serie A. Bianconeri dijadwalkan menjamu Atalanta pada Minggu, 20 September 2026.
Editor: Reynaldi Hermawan