CIREBON, iNews.id – Bus The Jakmania Cikampek diserang saat membawa rombongan suporter Persija Jakarta pulang dari Bantul, Yogyakarta. Insiden di Tol Palikanci KM 200, Cirebon, Jawa Barat, Senin (12/10/2026) dini hari WIB, menyebabkan sejumlah suporter terluka, termasuk seorang perempuan. Bayi dan balita yang ikut dalam rombongan juga dilaporkan mengalami trauma psikologis.
Penyerangan terjadi ketika rombongan The Jakmania Cikampek dalam perjalanan kembali ke daerah asal setelah menyaksikan pertandingan Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta. Bus yang mereka tumpangi menjadi sasaran pelemparan benda keras hingga sejumlah kaca mengalami kerusakan.
Persita Bersiap Hadapi Persija, Carlos Pena Bongkar Masalah Pendekar Cisadane
Sebelumnya, para suporter tersebut bertolak ke Stadion Sultan Agung, Bantul, untuk memberikan dukungan langsung kepada Persija pada Sabtu (10/10/2026). Macan Kemayoran berhasil membawa pulang kemenangan telak 4-0 atas PSIM Yogyakarta.
Namun, kemenangan tersebut diikuti kabar buruk setelah rombongan pendukung Persija mengalami penyerangan dalam perjalanan pulang. Insiden itu tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga mengakibatkan korban luka dan trauma di kalangan penumpang.
Kronologi Lengkap Bus Persib Dilempari Batu di Batang, Suporter Persija Ditangkap
Melalui akun Instagram resminya, The Jakmania Cikampek mengecam keras tindakan pelemparan terhadap bus yang membawa para anggotanya.
“Kami dari the Jakmania Cikampek mengecam keras aksi pelemparan yang dialami saat perjalanan pulang dari Bantul di area Tol Palikanci KM 200, pada Senin Dini hari 12 Oktober 2026,” tulis The Jakmania Cikampek, dikutip Senin (12/10/2026).
Tampang Suporter Persija Diduga Pelaku Pelemparan Bus Persib, Tersenyum saat Dibawa Polisi
Perempuan Terluka, Bayi dan Balita Ikut Mengalami Trauma
Dampak penyerangan bus The Jakmania Cikampek menjadi perhatian serius karena rombongan tersebut juga membawa perempuan serta anak-anak. Sejumlah anggota mengalami luka fisik, sementara penumpang lainnya dilaporkan mengalami trauma psikologis.
“Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah anggota the Jakmania Cikampek mengalami luka-luka termasuk salah satu anggota kami yang perempuan, serta menimbulkan trauma psikologis, khususnya bagi perempuan, bayi, dan balita yang berada dalam rombongan bus the Jakmania Cikampek,” sambung pernyataan resmi tersebut.
Bus Persib U-18 Dilempari Batu di Rest Area Batang, Suporter Persija Ditangkap
The Jakmania Cikampek kini memusatkan perhatian pada penanganan korban. Perawatan terhadap anggota yang terluka menjadi prioritas setelah insiden penyerangan di Tol Palikanci tersebut.
"Saat ini, kami sedang fokus mengurus perawatan terhadap anggota The Jakmania Cikampek yang mengalami luka-luka atas insiden penyerangan semalam," tulis The Jakmania Cikampek.
Persija Kecam Penyerangan Bus Persib U-18, Desak Pelaku Diproses Hukum
Selain menangani korban, pengurus The Jakmania Cikampek meminta seluruh anggotanya tidak terpancing emosi. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada anggota di wilayah Cikampek agar situasi tidak semakin memburuk.
"Kami mengimbau seluruh teman-teman The Jakmania, khususnya anggota The Jakmania Cikampek, untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak terprovokasi oleh kejadian ini," tambah pernyataan tersebut.
PP The Jakmania Buka Suara, Singgung Penyerangan Persib U-18
Pengurus Pusat (PP) The Jakmania turut mengecam kekerasan yang menimpa rombongan suporter Persija Jakarta. Organisasi tersebut menegaskan keselamatan setiap orang harus tetap menjadi prioritas, terlepas dari identitas maupun klub yang didukung.
Kecaman itu muncul setelah insiden kekerasan lain menimpa rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam WIB.
Dalam penyerangan terhadap rombongan Persib U-18 tersebut, bus tim mengalami kerusakan. Seorang petugas media atau media officer dilaporkan menjadi korban kekerasan fisik, sedangkan sejumlah koper milik ofisial dan anggota tim diduga dijarah.
Rentetan insiden tersebut mendapat perhatian PP The Jakmania. Mereka menolak segala bentuk kekerasan yang membahayakan keselamatan orang lain dengan alasan rivalitas sepak bola.
“PP the Jakmania juga mengecam tindakan kekerasan serupa yang dialami oleh Jakmania Cikampek saat dalam perjalanan kembali ke wilayahnya. Kami memandang bahwa keselamatan setiap orang harus menjadi prioritas, tanpa memandang identitas, afiliasi, maupun latar belakangnya. Tidak ada rivalitas sepak bola yang dapat membenarkan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain," tulis pernyataan resmi PP The Jakmania.
Sikap tersebut sekaligus menegaskan penolakan organisasi suporter Persija terhadap kekerasan, baik yang menimpa pendukung Macan Kemayoran maupun rombongan tim sepak bola lainnya.
Editor: Abdul Haris