Cara Unik Pemain Premier League Rayakan Hari Ibu di Tengah Pandemi Covid-19

Reynaldi Hermawan ยท Senin, 23 Maret 2020 - 13:05 WIB
Cara Unik Pemain Premier League Rayakan Hari Ibu di Tengah Pandemi Covid-19

Penyerang Watford Troy Deeney (foto: Premier League)

MANCHESTER, iNews.id – Para pemain Premier League punya cara unik mengutarakan rasa sayang ke ibunda di Hari Ibu yang jatuh pada Sabtu (22/3/2020) kemarin. Salah satunya dengan  membuat puisi.   

Hari Ibu tahun ini dirayakan di tengah pendemi Covid-19 yang telah menyebabkan puluhan ribu kasus meninggal di seluruh dunia. Guna mencegah penyebaran virus yang muncul di Wuhan, Tiongkok, sejumlah negara memberlakukan pembatasan sosial bagi warganya.

Di Inggris, para pemain Premier League harus mengisolasi diri untuk jangka waktu belum ditentukan menyusul diberhentikanya kompetisi. Selama mengisolasi diri. Namun situasi tersebut tak menghalangai sejumlah pemain untuk merayakan Hari Ibu. Penyerang Manchester United Marcus Rashford mengucapkan selamat hari ibu di Instagram.

Untuk ibu, untuk setiap pelukan, tawa, dorongan, keyakinan, pengorbanan. Selamat Hari ibu. Saya mencintai Anda. Terima kasih untuk semua yang Anda lakukan,” tulis Rashford disertai unggahan foto dirinya memeluk sang ibu.

Hal yang sama juga dilakukan gelandang Leicester City James Maddison.

Semua yang saya harapkan terwujud sekarang. Saya berutang kepada ibu. Malaikat saya. Selamat hari ibu untuk mama saya yang cantik, penuh kasih dan perhatian. Saya sangat bersyukur, I Love you,” unggahnya.

Penyerang Watford, Troy Deeney, punya cara berbeda untuk menyampaikan rasa sayangnya ke ibunda. Pemain 31 tahun menulis puisi untuk ibunya yang berjudul Momsy.

Anda berada di sini sebelum saya seperti sekatang, di sini sebelum ketenaran.
Sebelum drama, sebelum saya menyukai pertandingan.
Saya bersumpah ada sesuatu yang berbeda dalam cara Anda mengucapkan nama saya.
'Troy'. Tapi tidak ada orang lain yang bisa mengatakan seindah Anda
,” bunyi bait pertama puisi Deeney yang diunggah ke Instagram TV resmi miliknya.


Editor : Arif Budiwinarto