Cari Bukti-bukti Tragedi Kajuruhan, TGIPF Panggil PSSI hingga PT LIB Hari Ini
JAKARTA, iNews.id- Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan terus bergerak mencari bukti-bukti. Hari ini, TGIPF bakal mengundang PSSI hingga PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk membahas soal tragedi Kanjuruhan.
Berdasarkan informasi yang diterima MNC Portal, TGIPF akan mengawali pertemuan dengan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada pukul 09.00 WIB.
Setelah itu barulah TGIPF memanggil Ketua Umum PSSI dan menjadwalkan pertemuan pada pukul 11.00 WIB, lalu dilanjutkan dengan pemanggilan terhadap pihak PT LIB pada 13.30 WIB. Terakhir, TGIPF juga memanggil Direktur Program PT Indosiar pada pukul 15.00 WIB.
Anggota TGIPF Rhenald Kasali membenarkan bahwa timnya telah memanggil beberapa pihak untuk bertemu pada hari ini.
Alasan Polri Copot Irjen Pol Nico Afinta dari Posisi Kapolda Jatim, Buntut Tragedi Kanjuruhan?
"PSSI akan kita panggil besok (Selasa, 11 Oktober 2022), dan sejumlah pihak yang terkait dengan ini semua ya. Kita akan klarifikasi," kata anggota TGIPF, Rhenald Kasali, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2022).
"Kita akan panggil semua. PT LIB akan datang, akan kita minta klarifikasi. Dan sejumlah pihak yang terkait dengan ini semua ya, kita akan klarifikasi," ucapnya.
Infografis Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Bukan akibat Gas Air Mata
Sebelumnya, Rhenald mengatakan bahwa ada pihak yang memiliki kekuatan, dan mengatur agar pertandingan tetap digelar malam hari. Padahal Polres Malang telah meminta agar jam pertandingan digeser ke pukul 15.30 WIB.
Tragedi Kanjuruhan, Puan Sebut Suporter Berhak Dapat Jaminan Keselamatan dan Keamanan
"Misalnya ada surat dari Kapolres yang meminta agar dilaksanakan sore hari. Terus kemudian diminta oleh PT LIB agar dilakukan pada malam hari. Kalau memang itu ditolak, mengapa polisi dan Polres kalah, dan harus tetap dijalankan pada malam hari?" kata Rhenald.
"Jadi kami pertanyakan mengapa ada seperti ini ada indikasi-indikasi. Misal kenapa jadinya malam, itu juga kemungkinan besar di situ ada pihak tertentu yang punya kekuatan untuk mengatur itu tetap malam hari," sambungnya.
Infografis Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan Kedaluwarsa
Namun ketika ditanya siapa pihak tersebut, Rhenald enggan membeberkannya. Menurut Akademisi Universitas Indonesia itu, khalayak sudah dapat mengiranya.
"Saya belum bisa, kita belum bisa sebutkan walaupun saudara-saudara sudah bisa menciumnya," ucapnya.
Editor: Ibnu Hariyanto