Carlo Ancelotti Divonis Penjara Setahun karena Kasus Penggelapan Pajak
MADRID, iNews.id – Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, divonis penjara satu tahun terkait kasus penggelapan pajak selama ia menjalani perannya sebagai arsitek Real Madrid pada tahun 2014. Namun, meski bersalah secara hukum, pelatih kawakan ini dipastikan tidak akan menjalani masa tahanan secara fisik.
Mengutip laporan dari kantor berita Spanyol EFE, Ancelotti terbukti gagal melaporkan dan membayar pajak atas pendapatan yang diperoleh dari hak citra selama menjadi pelatih Real Madrid pada periode pertamanya. Hal tersebut terjadi pada tahun fiskal 2014 dan dinyatakan melanggar hukum pajak di Spanyol.
Meski begitu, pada tahun anggaran berikutnya (2015), Ancelotti dinyatakan bebas dari tuduhan serupa, setelah otoritas setempat tidak menemukan cukup bukti pelanggaran. Artinya, tuduhan terhadapnya hanya berlaku untuk satu tahun fiskal saja.
Sebagai bagian dari penyelesaian hukum, pelatih asal Italia itu diperintahkan untuk membayar denda sebesar 386.361,93 euro (sekitar Rp6,8 miliar). Denda tersebut mencakup nilai kewajiban pajak yang belum dibayarkan serta sanksi administratif lainnya.
Meskipun angka tersebut tergolong besar, nominal itu masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan penghasilan tahunan Ancelotti sebagai pelatih papan atas yang pernah menangani klub-klub besar seperti AC Milan, Chelsea, PSG, Bayern Munich, dan Real Madrid.
Meski dijatuhi vonis penjara satu tahun, Carlo Ancelotti tidak akan mendekam di balik jeruji. Hukuman penjara bersyarat (suspended sentence) berarti ia tidak perlu menjalani hukuman tersebut selama tidak melakukan pelanggaran baru dalam kurun waktu tertentu.
Menurut laporan dari Sky Sport Italia, sistem hukum di Spanyol memang memperbolehkan pelanggar hukum non-kekerasan dengan hukuman di bawah dua tahun untuk tidak menjalani penjara, melainkan diberikan sanksi alternatif. Hal ini sudah menjadi praktik umum yang berlaku juga bagi sejumlah figur publik lainnya.
Hukuman yang dijatuhkan kepada Ancelotti tidak akan berdampak pada tugas barunya sebagai pelatih kepala Timnas Brasil. Ia resmi menerima jabatan tersebut pada pertengahan Mei 2025, usai menyelesaikan periode keduanya bersama Real Madrid.
Banyak pengamat yakin kasus ini tidak akan mengganggu kiprahnya di Brasil, terutama karena kasusnya sudah diselesaikan dan tidak berdampak langsung pada aktivitas profesional saat ini.
Dengan segudang pengalaman dan prestasi, nama Carlo Ancelotti tetap menjadi salah satu yang paling dihormati di dunia sepak bola. Ia telah memenangkan berbagai gelar termasuk Liga Champions bersama Real Madrid dan AC Milan, serta sukses melatih banyak tim elite Eropa.
Kasus pajak ini dianggap sebagai masalah administratif yang tidak mencoreng integritas atau profesionalitasnya, terutama karena sudah ditangani secara hukum dan tidak berujung pada penahanan.
Kasus yang menjerat Ancelotti menambah daftar panjang figur sepak bola yang terlibat dalam masalah perpajakan di Spanyol. Sebelumnya, nama-nama besar seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, hingga José Mourinho juga pernah mengalami masalah serupa.
Kebanyakan dari kasus ini berkaitan dengan pengelolaan hak citra dan sponsor, yang kadang dikelola oleh pihak ketiga dan menimbulkan ambiguitas hukum jika tidak dilaporkan secara jelas dalam pajak pribadi.
Editor: Abdul Haris