Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MU Siapkan Rp288 Miliar untuk Usir Michael Carrick dari Kursi Pelatih
Advertisement . Scroll to see content

Carrick Dipecat? MU Buang Rp2,35 Triliun untuk Pesangon 8 Pelatih sejak Era Sir Alex Ferguson

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:12:00 WIB
Carrick Dipecat? MU Buang Rp2,35 Triliun untuk Pesangon 8 Pelatih sejak Era Sir Alex Ferguson
Manchester United diperkirakan menghabiskan Rp2,35 triliun (Foto: Manchester Evening News)
Advertisement . Scroll to see content

MANCHESTER, iNews.id - Manchester United diperkirakan menghabiskan 97 juta pounds atau sekitar Rp2,35 triliun untuk biaya pemecatan delapan pelatih sejak Sir Alex Ferguson meninggalkan Old Trafford pada 2013. Michael Carrick berpotensi menjadi nama terbaru dalam daftar tersebut setelah Setan Merah dihantam Bournemouth dengan skor telak 0-3, Minggu (25/10/2026) malam WIB.

Besarnya pengeluaran itu menjadi sorotan di tengah upaya Manchester United membangun kembali kekuatan tim. Pergantian pelatih berulang kali belum mampu memberikan kestabilan sesuai harapan, sementara kompensasi pemutusan kontrak terus membebani keuangan klub.

Posisi Carrick kini berada dalam tekanan setelah kekalahan dari Bournemouth. Meski sebelumnya dia menegaskan momen emosional saat mengelilingi Stadion Old Trafford bukanlah perpisahan, masa depannya sebagai pelatih Manchester United semakin dipertanyakan.

Pengamat Sky Sports, Jamie Carragher, bahkan menilai Carrick seolah ingin dipecat. Dia juga melontarkan seruan agar Bruno Fernandes dicadangkan setelah performa Manchester United kembali mengecewakan.

Jika manajemen memutuskan mengakhiri masa kerja Carrick, dia akan menjadi pelatih kedelapan yang dipecat Manchester United sejak Ferguson mundur. Estimasi kompensasi untuk Carrick mencapai 11,875 juta pounds atau sekitar Rp287,9 miliar, sehingga menambah panjang daftar pengeluaran klub akibat pergantian pelatih.

Daftar Biaya Pemecatan 8 Pelatih Manchester United

1. David Moyes – 5,2 juta pounds (Rp126,1 miliar)

David Moyes menjadi pelatih pertama Manchester United setelah era Ferguson berakhir. Namun, penunjukannya tidak berlangsung sesuai harapan karena dia diberhentikan kurang dari setahun setelah mengambil alih tim.

Kekalahan dari Everton, mantan klub yang pernah ditanganinya, menjadi salah satu gambaran kemerosotan performa Manchester United. Manajemen akhirnya memutuskan memecat Moyes meski kontraknya masih menyisakan empat tahun.

Keputusan tersebut membuat klub harus membayar kompensasi sekitar 5,2 juta pounds atau Rp126,1 miliar. Pemecatan Moyes menjadi awal dari rangkaian pergantian pelatih yang terus menguras keuangan Setan Merah.

2. Louis van Gaal – 8,4 juta pounds (Rp203,7 miliar)

Louis van Gaal menangani Manchester United selama dua tahun. Pelatih asal Belanda itu sempat mempersembahkan trofi Piala FA, tetapi keberhasilan tersebut tidak cukup untuk mempertahankan posisinya.

Manchester United gagal mengamankan tiket Liga Champions setelah menjalani kampanye domestik yang kurang memuaskan. Manajemen kemudian memutuskan berpisah dengan Van Gaal hanya dua hari setelah kemenangan di final Piala FA.

Kontrak Van Gaal sebenarnya masih menyisakan satu tahun. Akibatnya, Manchester United harus mengeluarkan 8,4 juta pounds atau sekitar Rp203,7 miliar sebagai kompensasi pemecatan.

3. Jose Mourinho – 19,6 juta pounds (Rp475,2 miliar)

Jose Mourinho menjadi pelatih dengan biaya pemecatan terbesar dalam daftar tersebut. Selama menangani Manchester United, dia berhasil mempersembahkan Liga Europa, Piala Liga Inggris, dan Community Shield.

Namun, hubungannya dengan petinggi klub memburuk seiring hasil pertandingan yang tidak konsisten. Manchester United juga kesulitan mempertahankan posisi sebagai salah satu kekuatan utama di kompetisi domestik.

Mourinho sebelumnya telah menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun yang seharusnya membuatnya bertahan hingga 2020. Namun, dia dipecat hanya lima bulan setelah kesepakatan baru tersebut berlaku.

Manchester United pun harus menanggung kompensasi sebesar 19,6 juta pounds atau sekitar Rp475,2 miliar. Angka itu menjadi pengeluaran terbesar klub untuk memutus kontrak seorang pelatih dalam daftar ini.

4. Ole Gunnar Solskjaer – 10 juta pounds (Rp242,5 miliar)

Ole Gunnar Solskjaer dipercaya menangani Manchester United sejak 2018. Setelah melalui periode yang cukup menjanjikan, mantan penyerang Setan Merah tersebut mendapatkan kontrak permanen dan kemudian menandatangani kesepakatan baru pada Juli 2021.

Akan tetapi, performa tim mengalami penurunan pada musim berikutnya. Solskjaer kesulitan menjaga stabilitas ruang ganti, sementara Manchester United menelan sejumlah kekalahan dengan skor besar.

Manajemen akhirnya mengakhiri masa kerjanya hanya empat bulan setelah penandatanganan kontrak baru. Biaya pemecatan Solskjaer diperkirakan mencapai 10 juta pounds atau Rp242,5 miliar.

5. Ralf Rangnick – 15 juta pounds (Rp363,7 miliar)

Setelah Solskjaer diberhentikan, Manchester United menunjuk Ralf Rangnick untuk memperbaiki performa tim. Pelatih asal Jerman tersebut dikenal dengan pendekatan taktis yang tegas, tetapi hasil di lapangan belum sesuai ekspektasi.

Rangnick awalnya menerima pekerjaan sebagai pelatih dengan rencana beralih ke posisi konsultan setelah masa tugasnya berakhir. Namun, Manchester United kemudian membatalkan rencana tersebut.

Dia akhirnya mendapat kesempatan menangani tim nasional Austria. Perubahan kesepakatan itu turut memengaruhi pengeluaran klub, dengan biaya yang diperkirakan mencapai 15 juta pounds atau sekitar Rp363,7 miliar.

6. Erik ten Hag – 17 juta pounds (Rp412,3 miliar)

Erik ten Hag dipecat Manchester United pada Oktober 2024 ketika klub terpuruk di peringkat ke-14 klasemen Premier League. Keputusan tersebut diambil meski pelatih asal Belanda itu telah mempersembahkan dua trofi selama masa jabatannya.

Ten Hag dinilai belum mampu membawa Manchester United tampil konsisten di kompetisi domestik. Performa tim yang mengecewakan membuat manajemen memilih mengakhiri kerja sama sebelum kontraknya habis.

Dia seharusnya masih bertugas hingga 2026 setelah mendapatkan perpanjangan kontrak. Kondisi tersebut membuat biaya pemecatannya diperkirakan mencapai 17 juta pounds atau sekitar Rp412,3 miliar.

7. Ruben Amorim – 10 juta pounds (Rp242,5 miliar)

Ruben Amorim termasuk pelatih dengan masa jabatan singkat di Manchester United. Dia bergabung pada November 2024, tetapi diberhentikan setelah sekitar 14 bulan menangani tim.

Selama periode tersebut, Manchester United mengalami masa sulit dan mencatatkan posisi akhir terburuk sepanjang keikutsertaannya di Premier League. Klub juga terpuruk ke peringkat liga yang belum pernah dialami selama lebih dari 50 tahun.

Kontrak Amorim seharusnya berlaku hingga 2027. Pemecatan sebelum masa kerja berakhir membuat Manchester United diperkirakan harus mengeluarkan kompensasi sebesar 10 juta pounds atau sekitar Rp242,5 miliar.

Michael Carrick Bisa Tambah Tagihan Rp288 Miliar

8. Michael Carrick – estimasi 11,875 juta pounds (Rp287,9 miliar)

Michael Carrick kini menghadapi tekanan setelah Manchester United kalah 0-3 dari Bournemouth. Hasil tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan klub mempertahankan konsistensi di bawah kepemimpinannya.

Menurut laporan yang menjadi sumber artikel ini, Manchester United berpotensi membayar 11,875 juta pounds atau sekitar Rp287,9 miliar jika memutuskan memecat Carrick.

Carrick disebut telah mendapatkan kontrak dua tahun setelah statusnya berubah dari pelatih sementara menjadi pelatih permanen. Dia dilaporkan menerima gaji 6,5 juta pounds per tahun.

Dengan masa kerja yang baru berjalan sekitar tiga bulan, pendapatan Carrick diperkirakan baru mencapai 1,125 juta pounds atau sekitar Rp27,3 miliar. Meski demikian, nilai kompensasi 11,875 juta pounds tersebut masih berupa estimasi dan bukan angka resmi yang telah dikonfirmasi Manchester United.

Apabila pemecatan itu benar-benar terjadi, total biaya yang dikeluarkan Manchester United untuk delapan pelatih sejak Ferguson mundur diperkirakan mencapai 97 juta pounds atau sekitar Rp2,35 triliun.

Besarnya pengeluaran tersebut menjadi catatan serius bagi klub yang masih berupaya membangun skuad kompetitif. Kebijakan pergantian pelatih yang berulang menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas strategi jangka panjang manajemen.

Kritik terhadap investasi klub juga mengemuka dalam beberapa pekan terakhir. Bek Lisandro Martinez disebut ikut menyoroti investasi Manchester United, menambah tekanan di tengah persoalan performa tim.

Dengan potensi kompensasi Carrick yang mendekati Rp288 miliar, Manchester United menghadapi risiko pengeluaran tambahan jika kembali memilih pergantian pelatih. Situasi tersebut mempertegas mahalnya keputusan pemecatan, terutama ketika hasil di lapangan belum memenuhi target klub.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut