Cedera hingga Akhir Musim, Hanif Sjahbandi Isi Waktu dengan Cara Tak Biasa
JAKARTA, iNews.id – Hanif Sjahbandi harus menepi hingga akhir musim 2025-2026 bersama Persija Jakarta akibat cedera lutut. Meski tidak bisa bermain di lapangan, dia memilih mengisi waktunya dengan cara yang tidak biasa.
Gelandang berusia 28 tahun tersebut tetap aktif menjalani kegiatan di luar lapangan selama masa pemulihan. Selain fokus menjalani program pemulihan, dia juga terlibat aktif dalam organisasi pesepak bola profesional.
Hanif Sjahbandi diketahui menjalani latihan mandiri selama proses pemulihan. Program latihan tersebut disiapkan bersama tim medis dan staf pelatih Persija Jakarta.
Dia menjalani latihan fisioterapi secara rutin agar kondisi lututnya dapat pulih secara optimal. Program tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemulihan sebelum kembali bermain.
Persija Gagal Menang Lawan Borneo FC, Pemain Janji Bangkit di 10 Laga Sisa Musim
“Ya alhamdulillah saya dalam keadaan sehat, bisa bertemu teman-teman semua. Memang kendala saya cedera lutut dan harus absen cukup lama. Musim ini sudah selesai bagi saya, jadi saya fokus menata musim depan,” kata Hanif Sjahbandi kepada awak media di Kantor APPI, Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Selain menjalani pemulihan, Hanif Sjahbandi juga mengisi waktunya dengan menjalankan tugas organisasi. Dia terpilih sebagai Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) untuk periode 2026–2029.
51 Poin Tak Cukup! Rizky Ridho Desak Persija Bangkit Kejar Persib di Puncak
Hanif Sjahbandi mengaku tidak ingin hanya berdiam diri selama masa pemulihan cedera. Karena itu dia memilih tetap aktif menjalankan berbagai kegiatan.
Fabio Lefundes Puas Borneo FC Tahan Persija Jakarta di JIS: Satu Poin Penting!
Dia membantu menjalankan berbagai program APPI sebagai organisasi yang menaungi para pesepak bola profesional di Indonesia.
“Saya juga rutin melakukan latihan sendiri. Saya meminta program dari tim dan tim medis untuk melakukan latihan fisioterapi. Di luar itu saya juga membantu APPI untuk menjalankan organisasi. Jadi tidak menganggur,” ujarnya.
Ini Penyebab Mauro Zijlstra Mendadak Hilang saat Persija vs Borneo FC
Hanif Sjahbandi menilai tetap aktif beraktivitas penting untuk menjaga kondisi mental selama tidak bermain di lapangan.
“Artinya walaupun kaki saya tidak berjalan, otak saya masih berjalan. Saya merasa tidak berdaya kalau tidak melakukan apa-apa,” katanya.
Hanif juga menyadari tanggung jawab sebagai Presiden APPI bukan tugas ringan. Jabatan tersebut menjadi amanah besar bagi dirinya.
“Apalagi saya sudah diberikan amanah untuk menjadi Presiden APPI yang tentu tidak mudah,” ucapnya.
Hanif Sjahbandi menilai pengalaman memimpin APPI juga menjadi proses pembelajaran bagi dirinya. Dia berharap dapat menjalankan tanggung jawab tersebut sebaik mungkin sekaligus mempersiapkan diri kembali bermain pada musim depan.
Editor: Abdul Haris