Chelsea vs MU Jadi Penentu Nasib Michael Carrick, Cesc Fabregas hingga Eddie Howe Disiapkan Jadi Pengganti
MANCHESTER, iNews.id – Michael Carrick berada di ujung tanduk saat Manchester United (MU) menghadapi Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris di Stamford Bridge, Sabtu (31/10/2026). Kekalahan bisa membuat Carrick kehilangan pekerjaannya setelah manajemen MU mulai mempertimbangkan sejumlah kandidat pengganti, termasuk Eddie Howe dan Cesc Fabregas.
Carrick masih mendapat kesempatan memimpin MU meski timnya baru meraih satu kemenangan di Liga Inggris musim ini. Kemenangan tersebut diraih saat menghadapi Ipswich Town pada Agustus lalu.
Tekanan terhadap Carrick semakin besar setelah MU mengalami dua kekalahan telak dalam sepekan. Setan Merah lebih dulu dihajar Como dengan skor 4-1 di Liga Champions sebelum dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford.
Manajemen MU sebelumnya telah menggelar pertemuan dengan Carrick untuk membahas masa depannya. Hasilnya, pelatih asal Inggris itu masih dipercaya memimpin tim saat menghadapi Chelsea.
Namun, kesempatan tersebut bisa menjadi penentu nasib Carrick. Jurnalis GiveMeSport, Ben Jacobs, menyebut hasil positif di Stamford Bridge berpotensi membuat Carrick mendapat tambahan waktu untuk memperbaiki performa tim.
"Michael Carrick masih berada di bawah tekanan. Dia akan menghadapi Chelsea di Stamford Bridge. Jika bisa mendapatkan hasil positif, perkiraannya dia akan diberi kesempatan menghadapi Roma dan Aston Villa, sebelum jeda internasional," kata Jacobs, dikutip dari Sport Bible.
Situasi tersebut membuat MU mulai mempertimbangkan sejumlah nama untuk mengisi posisi pelatih jika mereka memutuskan berpisah dengan Carrick. Eddie Howe disebut menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menangani Setan Merah.
Direktur sepak bola MU, Jason Wilcox, dikabarkan mengagumi Howe yang kini berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Newcastle United.
Meski tidak lagi terikat kontrak, MU tetap harus membayar kompensasi kepada Newcastle sekitar 3 juta poundsterling atau Rp72,86 miliar jika ingin merekrut Howe.
Selain Howe, nama Julian Nagelsmann juga masuk dalam pertimbangan internal klub. Namun, menurut Jacobs, posisinya masih berada di bawah Howe dalam daftar kandidat jika MU memutuskan melakukan pergantian pelatih.
Antonio Conte, Cesc Fabregas, Unai Emery, dan Fabian Hurzeler turut dibicarakan sebagai calon pengganti Carrick.
Hurzeler yang kini menangani Brighton & Hove Albion disebut tidak ingin meninggalkan klubnya di tengah musim. Sementara itu, MU diperkirakan harus mengeluarkan kompensasi sekitar 20 juta poundsterling atau Rp485,74 miliar jika ingin merekrut Emery dari Aston Villa.
Jacobs menilai Emery tidak akan mudah dibujuk meninggalkan Villa. Pelatih asal Spanyol tersebut telah membangun tim dengan baik dan memiliki kendali besar dalam proyek klub.
"Manchester United merupakan proyek yang berbeda dan lebih kolaboratif. Unai Emery mungkin perlu diyakinkan. Bahkan jika dia tertarik, MU tetap harus bernegosiasi soal kompensasi dengan Aston Villa," ujar Jacobs.
Di antara kandidat yang tersedia, Howe disebut sebagai salah satu pilihan utama. Dia dikabarkan terbuka untuk menangani MU jika klub memutuskan mengganti pelatih.
Meski demikian, manajemen MU saat ini masih memberikan dukungan kepada Carrick.
Nama Cesc Fabregas menjadi salah satu kandidat menarik karena sebelumnya tidak banyak dikaitkan dengan kursi pelatih MU.
Pelatih asal Spanyol itu sukses membawa Como lolos ke Liga Champions musim lalu. Sebelum menjadi pelatih kepala, dia juga pernah menjadi asisten Osian Roberts dalam perjalanan Como promosi pada musim 2023-2024.
Fabregas memiliki pengalaman sebagai pemain bersama Arsenal, Barcelona, Chelsea, Monaco, dan Como. Jika menangani MU, dia diperkirakan akan meminta dukungan manajemen untuk mendatangkan pemain yang sesuai dengan filosofi permainannya.
Salah satu pemain Como yang berpotensi menarik perhatian MU adalah Nico Paz. Gelandang serang berusia 22 tahun tersebut menjadi bagian penting dalam kesuksesan Como sejak bergabung dari Real Madrid pada 2024.
Madrid memiliki klausul pembelian kembali senilai 9 juta euro atau sekitar Rp182,27 miliar untuk Paz. Laporan lain menyebut kedua klub telah mencapai kesepakatan baru yang memungkinkan Madrid merekrutnya dengan harga 80 juta euro atau sekitar Rp1,62 triliun sebelum klausul tersebut berakhir pada musim panas 2027.
Selain Paz, bek Como Jacob Ramon juga menarik perhatian sejumlah klub Liga Inggris. Pemain asal Spanyol itu bergabung dari Real Madrid pada 2025 dan telah mencatatkan 12 penampilan di semua kompetisi dengan kontribusi tiga gol.
Madrid memiliki klausul pembelian kembali senilai 7,7 juta poundsterling atau sekitar Rp187 miliar untuk Ramon pada musim panas mendatang.
Chelsea dikabarkan tengah menyiapkan langkah untuk merekrut bek berusia 21 tahun tersebut pada Januari. MU dan Arsenal juga disebut masih memantau perkembangannya.
Madrid turut memiliki klausul 50 persen dari keuntungan penjualan Ramon. Dengan demikian, klub asal Spanyol itu tetap berpeluang mendapatkan keuntungan finansial jika Como menjual sang pemain kepada klub lain.
Editor: Abdul Haris