Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil Lengkap Playoff Liga Champions: Inter Milan Disingkirkan Bodo/Glimt
Advertisement . Scroll to see content

Chivu Singgung Mental dan Energi usai Inter Milan Diusir Bodo/Glimt dari Liga Champions

Rabu, 25 Februari 2026 - 06:31:00 WIB
Chivu Singgung Mental dan Energi usai Inter Milan Diusir Bodo/Glimt dari Liga Champions
Inter tersingkir dari Liga Champions usai kalah dari Bodo/Glimt, Cristian Chivu akui timnya tidak cukup kompetitif dan kalah energi.. (Foto: Football Italia)
Advertisement . Scroll to see content

MILAN, iNews.id - Inter Milan tersingkir dari Liga Champions setelah kembali kalah dari Bodo/Glimt. Pelatih I Nerazzurri Cristian Chivu mengakui timnya tidak cukup kompetitif di Eropa.

Kekalahan 1-2 di San Siro memastikan langkah Nerazzurri terhenti usai agregat 2-5 untuk wakil Norwegia.

Tugas Inter sudah berat sejak leg pertama. Mereka kalah 1-3 di Norwegia dan harus mengejar defisit dua gol. Bermain di kandang sendiri, Inter mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang, namun efektivitas menjadi masalah utama.

Absennya Lautaro Martinez dan Hakan Calhanoglu berdampak besar terhadap daya gedor. Serangan Inter terlihat tumpul meski tekanan terus diberikan sepanjang pertandingan.

Gol pembuka Bodo/Glimt lahir dari kesalahan Manuel Akanji yang dimanfaatkan Jens-Petter Hauge. Situasi itu menjadi titik balik pertandingan. Hakon Evjen kemudian menambah keunggulan tim tamu, sedangkan gol Alessandro Bastoni melalui situasi sepak pojok datang terlambat untuk mengubah keadaan.

Chivu Soroti Energi dan Efektivitas

“Kami mencoba segalanya sejak awal,” kata Chivu kepada Sky Sport Italia.

“Kami menghadapi tim yang sangat terorganisir dengan blok pertahanan rendah, menempatkan 10-11 pemain di belakang bola. Mungkin fakta kami tidak mampu memecah kebuntuan memberi mereka kenyamanan psikologis ekstra, mengetahui kami butuh dua gol hanya untuk memaksakan perpanjangan waktu," ujarnya.

Bodo/Glimt kini mencatat empat kemenangan beruntun di Liga Champions atas Inter, Atletico Madrid, dan Manchester City. Kompetisi domestik Norwegia sedang jeda, sehingga sejak pertengahan September mereka hanya bermain di ajang ini.

“Saya tidak punya keluhan terhadap para pemain, karena mereka mencoba segalanya dengan seluruh energi yang mereka miliki, dan di babak kedua Bodo punya jauh lebih banyak energi daripada kami,” lanjut Chivu.

“Kami memberikan semua yang kami punya, mencoba memecah kebuntuan dengan segala cara, tetapi setelah jeda mereka mencetak dua gol," tuturnya.

“Ada banyak kekecewaan, karena sayangnya kami menghadapi tim yang memiliki energi jauh lebih besar, mereka sangat terorganisir, tahu apa yang harus dilakukan setelah hasil 3-1 di leg pertama dan melakukannya dengan brilian," ucapnya.

“Kami hanya bisa memberi selamat kepada Bodo/Glimt, mereka adalah tim yang pantas berada di babak berikutnya.”

Inter sebelumnya dua kali mencapai final Liga Champions dalam tiga tahun di bawah Simone Inzaghi. Terakhir kali mereka tersingkir sedini ini terjadi pada musim 2020-2021 saat dilatih Antonio Conte. Saat itu Inter masih turun ke Liga Europa, namun format baru membuat perjalanan Eropa mereka langsung berakhir.

Inter masih memimpin klasemen Serie A dengan keunggulan 10 poin dan akan menghadapi Como di semifinal Coppa Italia. Meski begitu, Chivu menegaskan fokus tim tetap maksimal di semua kompetisi.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut