Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alessandro Bastoni Cedera Parah di Derby Milan, Gennaro Gattuso Panik
Advertisement . Scroll to see content

Cristian Chivu Santai meski Inter Ditumbangkan AC Milan di Derby della Madonnina

Senin, 09 Maret 2026 - 11:00:00 WIB
Cristian Chivu Santai meski Inter Ditumbangkan AC Milan di Derby della Madonnina
Cristian Chivu mengakui Inter Milan tampil di bawah standar saat kalah dari AC Milan, tetapi menilai persaingan Scudetto Serie A belum berubah. (Foto: Sempre Inter)
Advertisement . Scroll to see content

MILAN, iNews.id - Pelatih Inter Milan Cristian Chivu mengakui timnya tampil di bawah standar saat kalah dari AC Milan dalam Derby della Madonnina, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Meski gagal meraih kemenangan, dia menegaskan persaingan gelar Serie A musim ini belum berubah.

Inter sebenarnya berpeluang semakin dekat dengan gelar juara saat menghadapi Milan. Namun kekalahan tersebut membuat keunggulan mereka di puncak klasemen terpangkas dari 10 poin menjadi tujuh poin.

Pada pertandingan tersebut, Inter juga menghadapi masalah di lini depan. Marcus Thuram tidak bisa bermain karena gejala flu, sementara Lautaro Martinez masih dibekap cedera.

Situasi itu memaksa Chivu menurunkan duet penyerang baru, Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny. Kombinasi tersebut belum mampu memberikan ancaman maksimal ke pertahanan Milan.

Inter bahkan harus kebobolan setelah serangan Milan yang berujung gol Pervis Estupinan. Bek sayap tersebut menyambut umpan Youssouf Fofana dan mengejutkan Luis Henrique di area pertahanan.

Chivu Soroti Performa Inter

Chivu menilai timnya tidak bermain dengan tempo yang cukup baik pada babak pertama. Kondisi tersebut membuat Inter kesulitan membongkar pertahanan Milan.

“Babak pertama kami berada di bawah standar dengan tempo yang lambat, lalu kami kebobolan dan itu menjadi pukulan,” kata Chivu kepada DAZN Italia.

“Kami mencoba meningkatkan permainan setelah jeda dan tampil lebih baik dalam beberapa momen, menciptakan peluang bagus melalui Dimarco. Kami mencoba segala cara untuk mengepung blok pertahanan rendah mereka, tetapi tidak mampu membongkarnya," ujarnya.

Inter sebenarnya sempat beberapa kali mencapai garis akhir lapangan. Namun umpan silang yang dilepaskan kerap gagal membuahkan peluang karena mudah diantisipasi pemain bertahan Milan.

“Kami mencapai garis akhir, tetapi tanpa situasi yang benar-benar bersih, lalu umpan silang kami sering dibuang oleh para bek mereka karena kami tidak pernah berada di posisi lebih dulu,” ujarnya.

Menurut Chivu, timnya juga kurang memiliki dinamika permainan. Milan lebih banyak bertahan sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

“Kami kekurangan dinamika permainan, Milan bertahan dan menunggu kami lalu melakukan serangan balik. Kami harus meningkatkan permainan dan menaikkan tempo," ucapnya.

Chivu juga menyoroti performa dua penyerang mudanya yang tampil dalam pertandingan tersebut. Meski belum tampil optimal, dia menilai pengalaman tersebut penting bagi perkembangan mereka.

“Kami sebenarnya bisa tampil lebih baik. Para penyerang masih muda, mereka tidak melakukan apa yang biasanya kami harapkan, tetapi itu bukan alasan. Saya senang dengan usaha mereka karena hanya mereka yang tersedia. Untuk dua pemain muda seperti mereka, ini pengalaman yang berharga,” katanya.

Selain kekalahan di derby, Inter juga sempat bermain imbang 0-0 melawan Como pada semifinal Coppa Italia. Mereka juga tersingkir dari Liga Champions setelah kalah dari klub Norwegia Bodo/Glimt pada babak play-off.

Meski demikian, Chivu menilai situasi di klasemen masih menguntungkan Inter. Dia menegaskan persaingan gelar belum berubah meski timnya gagal menang dalam derby.

“Masih ada 10 pertandingan tersisa, ada 30 poin yang bisa diraih. Kami harus membangun kembali dari apa yang sudah kami lakukan sejauh ini,” ucapnya.

“Kami masih memiliki keunggulan tujuh poin, masih ada 30 poin yang bisa didapat. Tidak akan ada yang berubah bahkan jika kami menang malam ini.”

Dalam sejarah Serie A, Inter dan Milan juga belum pernah memenangkan Scudetto pada musim yang sama ketika mereka kalah dalam dua edisi Derby della Madonnina.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut