Cristiano Ronaldo Bongkar Konflik dengan Jorge Jesus, Singgung Janji yang Dilanggar!
LISBON, iNews.id - Cristiano Ronaldo mengungkap kronologi perselisihannya dengan Jorge Jesus setelah hubungan keduanya memanas dalam pemusatan latihan Timnas Portugal. CR7 menjelaskan alasannya melalui pernyataan panjang di media sosial, termasuk soal rencana bermain yang menurut dia sudah disepakati sebelum akhirnya berubah.
Perselisihan bermula setelah Ronaldo tampil dalam kemenangan Portugal 1-0 atas Wales. Tiga hari kemudian, dia hanya menjadi pemain cadangan saat Portugal menang 2-1 di markas Norwegia dalam ajang Nations League.
Situasi tersebut kemudian memicu pertemuan antara Ronaldo, Jorge Jesus, dan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) Pedro Proença. Sebelumnya, Jesus menjelaskan Ronaldo sempat diberi kemungkinan tampil di Norwegia, tetapi akhirnya tidak dimainkan karena dinilai bukan waktu yang tepat untuk menurunkannya.
Persoalan tidak selesai setelah pertemuan tersebut. Ronaldo kemudian meninggalkan kamp Portugal menjelang kemenangan 4-2 atas Denmark. Setelah kepergiannya diumumkan, dia berjanji akan menjelaskan alasan sebenarnya kepada publik Portugal.
Satu pekan setelah konflik tersebut mencuat, Ronaldo akhirnya memberikan versinya. Dalam pernyataan sepanjang 673 kata, dia mengungkap rencana awal untuk pensiun dari sepak bola internasional setelah Piala Dunia 2026. Namun, rencana itu berubah setelah FPF memintanya mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.
Ronaldo juga mengungkap dirinya memberikan persetujuan terhadap pilihan Jorge Jesus sebagai pengganti Roberto Martínez setelah Piala Dunia 2026. Dia mengaku awalnya menyambut keputusan tersebut dengan positif.
“Saya benar-benar senang dengan pilihan tersebut.”
Menurut Ronaldo, Jesus kemudian menghubunginya dan meminta pertemuan secara langsung. Dalam pertemuan di Cidade do Futebol, Jesus disebut menyampaikan rencana keterlibatan Ronaldo bersama Timnas Portugal.
“Pelatih mengatakan kepada saya bahwa dia mengandalkan saya dan kehadiran saya sangat penting bagi proyeknya. Dia mempresentasikan kepada saya, saat itu juga, sebuah rencana untuk partisipasi saya. Dia mengatakan saya akan bermain pada pertandingan pertama dan terakhir, serta demi pengelolaan fisik dia akan selalu melakukan tiga atau empat pergantian pemain di setiap pertandingan.”
Jesus kemudian disebut mengusulkan agar Ronaldo tidak melakukan perjalanan bersama Portugal ke Norwegia dan Denmark. Ronaldo mengaku langsung menolak gagasan tersebut karena merasa tetap harus menjalankan perannya sebagai kapten.
“Dia mengusulkan saya bermain pada pertandingan pertama dan tetap di Portugal, kemudian bergabung kembali sebelum pertandingan di Dragão. Saya langsung menolak usulan ini. Bagi saya, jelas saya tidak bisa menerimanya. Bukan karena saya tidak bermain dalam pertandingan tandang saya akan berhenti menjadi kapten tim kami. Hak istimewa untuk tetap tinggal di Portugal bukan contoh yang baik.”
Ronaldo menyebut Jesus akhirnya sepakat dengan pandangannya. Namun, situasi kembali berubah menjelang pertandingan Norwegia. Menurut Ronaldo, Jesus datang ke rumahnya di Lisbon untuk membicarakan persiapan tim.
“Percakapan itu berlangsung tenang dan semua prinsip yang disepakati pada Agustus tetap dipertahankan. Saya bermain di Alvalade dan, meskipun diganti, saya tidak mempermasalahkannya. Saya sendiri memberikan ban kapten kepada Bruno Fernandes, tanpa membayangkan saya mungkin sedang menjalani langkah terakhir sebagai pemain dan kapten Tim Nasional.”
Persoalan utama terjadi pada hari pertandingan melawan Norwegia. Ronaldo mengaku awalnya sudah mempersiapkan diri untuk tidak bermain. Namun, seorang asisten Jesus kemudian menyampaikan permintaan agar dia berbicara dengan pelatih.
“Yang sangat mengejutkan saya, pelatih bertanya apakah saya siap bermain selama 30 menit. Saya sepenuhnya fokus pada pemulihan fisik saya, berlatih bersama rekan-rekan seperti biasa, dan berpikir saya tidak akan bermain hari itu. Tidak ada masalah.”
Ronaldo mengatakan permintaan tersebut berada di luar rencana pemulihan dan latihan yang sebelumnya sudah disusun. Meski demikian, dia tetap menyanggupi permintaan tersebut.
“Permintaan ini berada di luar rencana pemulihan fisik dan latihan saya — karena saya hanya akan bermain pada tanggal 4 di Dragão — tetapi tentu saja saya mengatakan ya. Dia menjawab saya harus siap karena saya akan bermain selama 30 menit.”
Ronaldo kemudian menilai dirinya mendapat perlakuan berbeda karena sudah melakukan pemanasan sejak babak kedua tetapi tidak pernah diturunkan.
“Yang terjadi selanjutnya semua orang tahu. Saya melakukan pemanasan sejak babak pertama berakhir, melihat menit demi menit berlalu, dan tidak dipanggil. Pelatih telah mengingkari janjinya kepada saya.”
Ronaldo juga mengakui dirinya tidak menghampiri suporter setelah pertandingan Norwegia. Dia meminta maaf atas sikap tersebut dan mengakui kejadian itu sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya.
“Di akhir pertandingan saya hanya ingin semuanya berakhir dengan kemenangan dan ingin sendirian. Saya tidak pergi menyapa para penggemar. Kesalahan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya dan seharusnya tidak terjadi. Saya meminta maaf kepada warga Portugal yang memberikan dukungan luar biasa kepada kami di sana, saya meminta maaf kepada para penggemar, dan saya meminta maaf kepada mereka yang bukan warga Portugal tetapi mungkin datang ke sana untuk melihat saya dan mungkin saya kecewakan.”
Dua hari kemudian, Ronaldo mengaku kembali bertemu Jesus dan Simão Coutinho. Pertemuan tersebut berlangsung secara terbuka dan membahas cara mengakhiri persoalan yang sudah berkembang menjadi konflik terbuka.
“Kami sepakat hanya ada satu cara untuk menutup ‘kasus’ ini: pelatih mengulangi apa yang baru saja dia katakan kepada saya secara pribadi, di hadapan Simão Coutinho, tetapi di ruang pers.”
Menurut Ronaldo, dalam kesepakatan tersebut Jesus akan menjelaskan kepada media jika Ronaldo tidak pernah meminta dimainkan. Pelatih juga disebut akan mengakui dirinya sendiri yang menawarkan rencana tersebut dan menganggap keputusan menurunkan Ronaldo untuk pemanasan tetapi tidak memainkannya sebagai kesalahan.
“Kami mengakhiri pertemuan itu dengan pelatih meminta saya berpelukan, berjanji akan mengatakan dalam konferensi pers apa yang baru saja dia katakan kepada saya, dan masalah ini akan selesai. Saya tidak akan bermain di Denmark dan saya akan bermain pada pertandingan di Dragão. Semua ini di hadapan Simão Coutinho.”
Namun, Ronaldo menilai pernyataan Jesus dalam konferensi pers tidak sesuai dengan kesepakatan yang mereka buat. Dia mengaku mendengar pernyataan dengan nada agresif yang berbeda dari pembicaraan pribadi mereka.
“Konferensi pers tersebut sudah diketahui: sikapnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan pertemuan kami; saya mendengar ungkapan dan agresivitas yang menurut saya tidak pantas saya terima, sikap ‘saya mau, saya bisa dan saya yang memerintah’ yang tidak pernah dia tunjukkan kepada saya, bahkan sedikit pun, secara pribadi sehari sebelumnya.”
Ronaldo kemudian menyebut keputusan meninggalkan kamp Portugal diambil karena kepercayaan terhadap perkataan pelatih sudah rusak. Dia menegaskan dirinya tidak pernah ikut campur dalam keputusan teknis atau taktis pelatih selama hampir 25 tahun kariernya di tim nasional.
“Saya memutuskan meninggalkan kamp tanpa menunggu pelanggaran janji lebih lanjut. Bagi saya, kebenaran tetap menjadi hal paling penting dalam hubungan antarmanusia. Betapapun menyakitkannya, biarkan mereka mengatakan kebenaran kepada saya.”
Meski membela keputusannya, Ronaldo juga meminta maaf kepada rekan-rekannya karena meninggalkan kamp. Dia mengakui tindakannya tetap memiliki konsekuensi dan menyerahkan persoalan hukuman kepada FPF.
“Saya juga berutang permintaan maaf kepada rekan-rekan setim saya karena telah meninggalkan kamp. Meskipun terjadi pelanggaran mutlak terhadap kepercayaan pada perkataan pelatih, seperti yang dapat disaksikan oleh mereka yang menyaksikan percakapan tersebut, saya seharusnya tidak melakukannya. Tanggung jawab sepenuhnya milik saya.”
Ronaldo bahkan menyatakan dirinya siap menerima hukuman dari federasi. Menurut dia, status sebagai kapten membuat dirinya memiliki tanggung jawab lebih besar terhadap tindakan yang dilakukan.
“Konsekuensi dari tindakan saya ini harus dinilai dan dihukum oleh Federasi Sepak Bola Portugal. Saya memahami hukuman tersebut tidak boleh memiliki faktor yang meringankan. Saya bukan sekadar pemain; saya adalah kapten tim, dan itu merupakan faktor yang memberatkan.”
Di tengah konflik tersebut, Ronaldo juga menyinggung pembicaraan mengenai laga perpisahan untuk dirinya bersama Timnas Portugal. Dia memastikan kesempatan untuk menggelar pertandingan perpisahan masih terbuka, tetapi fokus utamanya tetap tampil kompetitif untuk negaranya.
“Saya bisa berjanji kepada seluruh penggemar saya, tentu saja terutama kepada seluruh warga Portugal, bahwa kami akan memiliki satu atau lebih pertandingan perpisahan; masih akan ada waktu untuk itu.”
Ronaldo menutup pernyataannya dengan menegaskan kecintaannya terhadap Timnas Portugal. Dia mengingat bagaimana dirinya tetap memilih bersama tim nasional ketika mendapat kabar mengenai kematian ayahnya dan menegaskan kesediaannya kembali bermain setelah menjalani hukuman jika kondisi fisiknya memungkinkan.
“Namun ketika saya memikirkan tim nasional, yang benar-benar saya pikirkan adalah berkompetisi. Itulah yang saya pikirkan pada hari saya mendapat kabar kematian ayah saya.”
“Saya berada di pemusatan latihan bersama tim nasional dan saya memutuskan untuk tetap berada di sana hingga akhir pertandingan pada hari berikutnya. Saya melakukan untuk negara sesuatu yang tidak akan pernah saya lakukan untuk klub mana pun.”
“Karena itu, jika saya secara fisik sehat, bermain untuk klub saya, dengan gol-gol yang saya harapkan, setelah menjalani hukuman yang mungkin dijatuhkan kepada saya, saya akan tersedia, seperti yang selalu saya lakukan hingga hari ini, untuk berkompetisi dan menang bersama tim nasional kami.”
“Inilah, percayalah, kebenaran yang paling murni.”
Editor: Reynaldi Hermawan