Daiki Hashimoto Ungkap Arti Spesial di Balik Gelar Ketiganya di Kejuaraan Dunia Senam Artistik
JAKARTA, iNews.id – Pesenam asal Jepang, Daiki Hashimoto, tampil luar biasa di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang berlangsung di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Rabu (22/10/2025) malam WIB. Atlet berusia 24 tahun itu sukses meraih gelar juara dunia All Around untuk ketiga kalinya secara beruntun, setelah juga menjadi kampiun pada edisi 2022 dan 2023.
Hashimoto mencatat total 85,131 poin dari enam nomor yang dimainkan — floor, pommel horse, rings, vault, parallel bars, dan horizontal bar — mengungguli 23 pesenam terbaik dunia lainnya. Kemenangan ini semakin menegaskan dominasinya di cabang senam artistik putra dan mengukuhkannya sebagai salah satu pesenam terbaik di generasinya.
Meski berhasil mempertahankan gelar, Hashimoto mengaku tidak menjadikan medali emas sebagai satu-satunya tujuan. Baginya, setiap kompetisi adalah kesempatan untuk berkembang dan memperbaiki diri.
“Untuk hari ini, bukan semata-mata soal meraih medali emas,” ujar Hashimoto dalam konferensi pers usai pertandingan.
“Tetapi lebih kepada bagaimana saya bisa fokus sepenuhnya pada enam nomor yang saya tampilkan dan melakukan setiap gerakan dengan sebaik mungkin. Hasil dari fokus itulah yang akhirnya membawa saya pada medali emas hari ini,” sambungnya.
Hashimoto tampil konsisten dan tenang sepanjang kompetisi. Setiap gerakannya diiringi dengan presisi dan kontrol luar biasa, membuat para juri memberikan skor tinggi di hampir seluruh alat yang dimainkan. Kemenangan ini pun bukan sekadar membuktikan keunggulannya secara teknis, tetapi juga ketangguhan mental yang dia bangun dari pengalaman bertahun-tahun di level dunia.
Gelar ketiga ini, diakuinya, memiliki makna lebih dalam daripada sekadar angka di papan skor. Hashimoto menyebut kemenangan tersebut menjadi refleksi atas dedikasi dan kerja kerasnya selama bertahun-tahun berlatih untuk mencapai kesempurnaan.
“Setelah mendapatkannya, saya merasa medali emas ini memberi banyak makna, membuat saya berpikir tentang bagaimana saya bisa terus berkembang agar bisa meraih medali emas lagi di masa depan,” ujarnya.
Hashimoto juga menyampaikan setiap gelar juara bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tantangan baru. Dia ingin terus menantang dirinya untuk tampil lebih baik dan menjaga konsistensi di puncak dunia senam internasional.
“Saya benar-benar merasa medali ini memberi saya banyak pelajaran dan motivasi untuk tumbuh lebih jauh,” pungkasnya.
Dengan tiga gelar dunia beruntun, Hashimoto kini sejajar dengan legenda senam Jepang, Kohei Uchimura, yang pernah mendominasi dunia senam putra pada era sebelumnya. Performa impresifnya di Jakarta menjadi bukti bahwa Jepang masih menjadi kekuatan besar dalam dunia senam artistik.
Bagi publik Indonesia, penampilan Hashimoto di Indonesia Arena juga meninggalkan kesan mendalam. Ribuan penonton yang hadir memberikan tepuk tangan meriah atas performanya yang nyaris tanpa cela. Kemenangan ini tak hanya menegaskan superioritas Hashimoto di dunia senam, tetapi juga menginspirasi banyak pesenam muda Asia untuk bermimpi mencapai level tertinggi.
Ke depan, Hashimoto bertekad mempertahankan momentum positif ini untuk menghadapi kompetisi berikutnya, termasuk persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Dengan mental juara dan semangat yang tak pernah padam, dunia senam tampaknya belum akan menemukan akhir dari dominasi Daiki Hashimoto.
Editor: Abdul Haris