Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Edwin van der Sar Ungkap Detik-Detik Alami Pendarahan Otak, Reaksi Pertama Bikin Terdiam
Advertisement . Scroll to see content

Debut Maarten Paes di Ajax Dikritik, 7 Penyelamatan Dinilai Belum Cukup

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:00:00 WIB
Debut Maarten Paes di Ajax Dikritik, 7 Penyelamatan Dinilai Belum Cukup
Debut Maarten Paes di Ajax Amsterdam dikritik Valentino Driessen meski catat tujuh penyelamatan saat imbang 1-1 lawan NEC Nijmegen.. (Foto: ajax)
Advertisement . Scroll to see content

AMSTERDAM, iNews.id - Debut Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam langsung menuai kritik pedas. Padahal dia mencatat tujuh penyelamatan krusial saat menahan imbang NEC Nijmegen 1-1.

Kiper Timnas Indonesia itu resmi menjalani laga pertamanya untuk Ajax Amsterdam pada Minggu (22/2/2026). Dalam pertandingan kontra NEC Nijmegen, dia dipercaya mengawal gawang dan membantu tim mengamankan satu poin.

Kesempatan tampil diberikan setelah kiper utama Ajax, Vitezslav Jaros, mengalami cedera. Jaros dipastikan absen hingga akhir musim, sehingga peluang Paes mengisi posisi penjaga gawang terbuka lebar.

Secara statistik, penampilan Paes terbilang solid. Dia mencatat tujuh penyelamatan penting sepanjang laga dan menjaga Ajax tetap kompetitif. Namun performa itu belum sepenuhnya memuaskan pengamat sepak bola Belanda, Valentino Driessen.

Disorot Soal Build-up dan Kepercayaan Diri

Driessen menilai Paes masih memiliki kekurangan, terutama dalam membantu proses build-up dari lini belakang. Dia menyoroti distribusi bola sang kiper yang dianggap belum maksimal.

"Dia (Maarten Paes) menyelamatkan beberapa bola bagus, tetapi terkadang dia menimbulkan masalah bagi para beknya dengan permainan membangun serangannya," kata Driessen dikutip dari Voetbal Primeur, Rabu (25/2/2026).

"Dia tidak terlalu percaya diri," tambahnya.

Meski melontarkan kritik, Driessen tetap mengapresiasi upaya Paes mengamankan gawangnya sepanjang pertandingan. Dia juga menilai ada faktor lain yang memengaruhi situasi di lapangan.

"Dan dalam situasi sepak pojok, apa yang terjadi pada semua kiper Ajax adalah hal yang wajar. Itu adalah potensi gol," ujar Driessen.

"Mereka tidak menggunakan penjagaan man-to-man, tetapi penjagaan zona. Semua orang berada di zona tertentu," pungkasnya.

Sorotan terhadap Paes menambah dinamika di tubuh Ajax. Dengan absennya Jaros hingga akhir musim, Paes berpeluang terus mendapat menit bermain. Tantangan berikutnya bagi dia bukan hanya menjaga konsistensi penyelamatan, tetapi juga meningkatkan kontribusi dalam membangun serangan dari belakang.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut