Del Piero Sebut Pemain Paling Sakti di Dunia Saat Ini: Dia Bisa Mengontrol Laga Sendirian
MADRID, iNews.id- Legenda Juventus Alessandro Del Piero terpukau dengan permainan gelandang Real Madrid Luka Modric. Dia menilai Modric adalah pemain yang luar biasa di dunia saat ini.
Del Piero menyaksikan langsung kehebatan Modric saat Real Madrid menghadapi Chelsea di leg kedua perempat final Liga Champions 2021/2022, Rabu (13/4/2022). Modric menunjukkan sihirnya di laga itu.
Bermain di Santiago Bernabue, awalnya Madrid kewalahan bahkan sampai tertinggal 0-3 dari Chelsea hingga menit 75.
Lalu Modric menunjukkan sihirnya. Dia mengendalikan lapangan tengah.
Hasil Real Madrid Vs Chelsea: Dramatis, Benzema Cs Tendang The Blues dari Liga Champions

Puncaknya, dia memberikan umpan ajaib ke Rodrigo menit 80. Rodrigo tak menyia-nyiakan umpan matang Modric.
Gol itu memaksa laga berlanjut ke babak tambahan. Akhirnya, Karim Benzema menjadi penentu jalan Real Madrid ke semifinal berkat gol di menit 95.
Real Madrid Vs Chelsea: The Blues Berharap Keajaiban
Modric menjadi aktor vital di lapangan tengah Madrid malam itu. Dia total melakukan 63 passing akurat, satu shot on goal hingga 3 kali tekel bersih.
Penampilan Modric itu memukau Del Piero yang datang langsung ke Bernabeu. Dia bahkan langsung menghampiri Modric ke lapangan.
"Saya cuma bilang: Kamu menangani segalanya sendirian, kawan, nikmati saja!" kata Del Piero dikutip dari Football Italia, Jumat (15/4/2022).
Real Madrid Siaga Satu, Chelsea Punya Taktik Mengerikan untuk Comeback
Del Piero menilai Modric bisa mengubah jalanya laga sendirian. Del Piero mengaku tak bisa memprediksi laga itu karena Modric benar-benar sempurnan dalam mengatur jalannya permainan.
"Kita tak melewatkan apapun malam ini, sebuah pertandingan yang luar biasa. Dia pemain yang mengubah jalannya laga," ujar Del Piero.
"Modric melakukan segalanya. Malam ini unik dan aneh. Chelsea tampak mengontrol, tapi kemudian berubah lagi dan kita punya firasat bahwa pertandingan bisa lanjut ke adu penalti. Ini laga yang luar biasa," katanya.
Editor: Ibnu Hariyanto