Dihajar PSG, Barcelona Justru Ukir Sejarah Fenomenal di Liga Champions
BARCELONA, iNews.id - Barcelona mencetak rekor langka di Liga Champions meski kalah 2-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) di Parc des Princes, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB. Keputusan Hansi Flick menurunkan empat pemain remaja sebagai starter melawan juara bertahan membuat Blaugrana mengukir catatan tersendiri dalam sejarah kompetisi elite Eropa tersebut.
Menurut data OptaJoe, Barcelona menjadi klub pertama dan satu-satunya dalam sejarah Liga Champions yang menurunkan empat pemain berusia remaja dalam susunan pemain utama saat menghadapi juara bertahan. Catatan ini lahir di tengah hasil mengecewakan yang membuat Barcelona menelan kekalahan pertama di semua kompetisi musim ini.
Empat pemain muda yang dipercaya tampil sejak menit awal adalah Xavi Espart, Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Marc Bernal. Keputusan Flick memberikan tempat kepada para pemain tersebut memperlihatkan besarnya peran pemain jebolan akademi La Masia dalam skuad utama Barcelona.
Pertandingan melawan PSG berlangsung ketat. Barcelona sempat tertinggal setelah Desire Doue membawa tuan rumah unggul, kemudian kembali berada dalam posisi mengejar setelah Lucas Hernandez mencetak gol kedua PSG. Namun, Espart dan Yamal berhasil menyamakan kedudukan sehingga skor berubah menjadi 2-2.
Espart, pemain lulusan La Masia yang mulai mendapat kesempatan reguler di tim utama musim ini, mencetak gol penting bagi Barcelona. Sementara itu, Yamal kembali menunjukkan kontribusinya dengan menjebol gawang PSG setelah memanfaatkan kesalahan Warren Zaire-Emery.
Meski mampu dua kali menyamakan skor, Barcelona akhirnya gagal membawa pulang poin. Gol Vitinha dan Fabian Ruiz dalam 10 menit terakhir waktu normal memastikan PSG menang 4-2 sekaligus mengakhiri catatan tak terkalahkan Barcelona pada musim ini.
Selain empat pemain remaja yang tampil sebagai starter, Barcelona sebenarnya masih memiliki kesempatan menurunkan dua pemain muda lainnya. Bek berusia 18 tahun Alex Campos dan penyerang Hamza Abdelkarim masuk dalam daftar pemain cadangan, tetapi keduanya tidak dimainkan.
Abdelkarim, pemain tim nasional Mesir, telah mencatatkan dua penampilan bersama Barcelona di semua kompetisi musim ini. Sementara itu, Campos, yang merupakan pemain tim nasional kelompok umur Spanyol, belum menjalani debut bersama tim utama dan masih tampil di Liga Pemuda UEFA bersama Barcelona B.
Akademi La Masia semakin penting bagi Barcelona di tengah persoalan keuangan yang belakangan membayangi klub. Selain memasok pemain untuk memperkuat tim utama, lulusan akademi juga dapat dijual ke klub lain untuk membantu menambah pemasukan.
Rekor yang tercipta saat menghadapi PSG memperlihatkan bagaimana Barcelona tetap memberikan ruang kepada pemain muda di level tertinggi sepak bola Eropa. Meski hasil pertandingan tidak sesuai harapan, keberanian Flick menurunkan empat remaja sebagai starter menjadi salah satu catatan utama dari laga tersebut.
Barcelona selanjutnya menghadapi Real Madrid dalam laga El Clasico di Santiago Bernabeu pada Minggu. Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi tim asuhan Flick untuk mempertahankan catatan sempurna mereka di Liga Spanyol.
Sebelum pertandingan tersebut, Barcelona sudah unggul enam poin atas Real Madrid yang menempati peringkat ketiga klasemen. Namun, keunggulan itu tidak akan banyak berarti jika Barcelona kalah dari rival abadinya dalam pertandingan yang dipimpin tim asuhan Jose Mourinho.
Barcelona setidaknya tidak perlu menghadapi Vinicius Junior dalam laga tersebut. Pemain Real Madrid itu sedang menjalani pertandingan kedua dari hukuman larangan bermain empat laga akibat menarik rambut gelandang Nathan Saliba ketika timnya menang 1-0 atas Villarreal pada awal bulan ini.
Setelah El Clasico, Barcelona akan kembali berlaga di Liga Champions pada 3 November. Mereka dijadwalkan menghadapi Aston Villa, yang menjadi lawan asal Inggris pertama bagi Blaugrana di kompetisi Eropa musim ini.
Tim asuhan Unai Emery tersebut termasuk dalam tujuh klub yang masih memiliki catatan sempurna di Liga Champions musim ini. Dari tujuh tim itu, hanya PSG dan Liverpool yang sudah memainkan tiga pertandingan.
Dengan jadwal padat yang menanti, Barcelona harus segera bangkit dari kekalahan di Paris. Selain memburu hasil positif di kompetisi domestik, Blaugrana juga perlu menjaga persaingan di Liga Champions, sementara rekor empat pemain remaja sebagai starter melawan juara bertahan menjadi pencapaian tersendiri bagi klub.
Editor: Reynaldi Hermawan