Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Respons Shin Tae-yong usai Disanksi KFA: Saya Diperlakukan Tak Adil!
Advertisement . Scroll to see content

Dihukum Berat KFA, Bagaimana Nasib Shin Tae-yong di Persija?

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:12:00 WIB
Dihukum Berat KFA, Bagaimana Nasib Shin Tae-yong di Persija?
Shin Tae-yong tetap dapat melatih Persija karena sanksi 10 tahun dari KFA hanya berlaku dalam lingkungan sepak bola Korea Selatan.(Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Nasib Shin Tae-yong di Persija Jakarta usai disanksi Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menjadi pertanyaan publik. Terungkap, Hukuman KFA hanya berlaku dalam lingkungan sepak bola Korea Selatan. Shin tetap diperbolehkan bekerja sebagai pelatih di negara lain, termasuk Indonesia.

Media Korea Selatan, Ichanela, melaporkan, KFA telah menggelar pertemuan bersama Komite Fair Play pada awal Juli 2026 untuk menyikapi polemik Shin Tae-yong saat menangani Ulsan HD. Akhirnya, federasi menjatuhkan hukuman yang membatasi aktivitas mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut di lingkungan sepak bola Korea Selatan.

Tiga sanksi berat dijatuhkan KFA kepada Shin. Pertama, sang arsitek dilarang melatih selama 10 tahun di Korea Selatan, kedua dilarang terlibat dalam kompetisi sepak bola Korea Selatan dalam jabatan apa pun. Ketiga, diusir secara permanen dari klub di lingkungan sepak bola Korea Selatan.


Sanksi KFA Tak Berlaku di Indonesia

Menurut Ichanela, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah mendapatkan informasi mengenai sanksi tersebut. Namun, Keputusan KFA tidak memiliki efek langsung terhadap kewenangan Shin sebagai pelatih Persija. Dia tetap dapat memimpin latihan dan mendampingi Macan Kemayoran dalam pertandingan.

Shin juga masih diperbolehkan menyusun program kepelatihan dan menentukan komposisi tim. Seluruh kegiatan itu berada di luar yurisdiksi federasi sepak bola Korea Selatan.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut sedang menangani Persija untuk menghadapi kompetisi Super League 2026-2027. Sanksi dari KFA tidak menghentikan pekerjaan yang sedang dijalankannya bersama klub Ibu Kota.

Selama tidak ada perluasan sanksi ke tingkat internasional, Shin dapat melanjutkan kariernya di Indonesia. Informasi yang tersedia menyebut hukuman tersebut hanya berlaku secara domestik.

Kondisi itu membuat Persija tidak perlu mencari pengganti Shin akibat keputusan KFA. Program persiapan tim tetap dapat berjalan sesuai rencana.

Shin masih memiliki kewenangan penuh untuk membangun skuad Macan Kemayoran. Dia juga tetap dapat mengejar target klub dalam kompetisi musim baru.

Meski kariernya di Korea Selatan mendapat pukulan berat, Shin masih mempunyai ruang bekerja di luar negaranya. Persija menjadi tempat bagi dia untuk meneruskan perjalanan kepelatihan.

Sanksi KFA pun tidak mengubah status Shin bersama klub. Dia tetap menjadi pelatih Persija selama tidak ada keputusan lain dari manajemen maupun otoritas sepak bola Indonesia.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut