Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kiper Juventus Marah-Marah usai Ditumbangkan Sassuolo, Soroti Kesalahan Fatal
Advertisement . Scroll to see content

Dikalahkan Sassuolo, Spalletti Sebut Juventus Terlalu Nafsu Menang

Senin, 14 September 2026 - 14:36:00 WIB
Dikalahkan Sassuolo, Spalletti Sebut Juventus Terlalu Nafsu Menang
Juventus kalah 2-3 dari Sassuolo, Luciano Spalletti mengakui timnya kehilangan keseimbangan karena terlalu agresif mengejar kemenangan. (Foto: Football Italia)
Advertisement . Scroll to see content

REGGIO EMILIA, iNews.id - Juventus harus menelan kekalahan dramatis saat bertandang ke markas Sassuolo di Stadion Mapei pada Senin (14/9/2026) dini hari WIB. Bianconeri sebenarnya memiliki peluang untuk membalikkan keadaan, tetapi justru kebobolan lewat sentuhan terakhir pertandingan.

Kekalahan tersebut terasa mengejutkan karena Juventus hanya kebobolan satu gol dalam tiga pertandingan pertama Serie A musim ini. Namun, pertahanan Bianconeri runtuh saat menghadapi Sassuolo dan kemasukan tiga gol dalam satu pertandingan.

Juventus bahkan dua kali mampu mengejar ketertinggalan. Edon Zhegrova menjadi penyelamat lewat dua gol pertamanya bersama Juventus dalam pertandingan kompetitif setelah masuk dari bangku cadangan.

Namun, Sassuolo akhirnya memastikan kemenangan melalui Sebastiano Esposito, Kieron Bowie, dan Vasilije Adzic. Gol Adzic menjadi yang paling menyakitkan karena pemain yang dipinjam dari Juventus itu mencetak gol penentu kemenangan pada sentuhan terakhir laga.

Spalletti Akui Juventus Kehilangan Keseimbangan

Spalletti menilai Juventus sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan tiga poin. Namun, keinginan terlalu besar untuk mencetak gol membuat struktur permainan mereka berantakan pada fase akhir pertandingan.

"Ini menyakitkan karena tim sebenarnya bisa memenangkan pertandingan di akhir dan layak untuk membalikkan keadaan, tetapi jelas kami kehilangan keseimbangan dan itu seharusnya tidak terjadi," ujar Spalletti kepada DAZN Italia.

Menurut Spalletti, Juventus bahkan mengirim delapan pemain ke depan untuk mengejar bola. Kondisi tersebut menciptakan ruang besar di belakang yang kemudian dimanfaatkan Sassuolo.

"Dengan delapan pemain bergerak maju untuk menyerang bola, itu membuat celah besar di belakang. Namun, kami memiliki peluang untuk menang 3-2 lebih awal, jadi para pemain berpikir mereka bisa menang, dan saya adalah orang yang mendorong mereka untuk pergi dan menang, tetapi mungkin mereka mengartikan instruksi saya terlalu harfiah dan semua orang ikut menyerang pada saat yang sama," kata Spalletti.

Pelatih Juventus tersebut tetap melihat sisi positif dari agresivitas anak asuhnya. Dia menilai keinginan untuk terus mengejar kemenangan merupakan hal yang bagus, tetapi pendekatan tersebut harus diimbangi dengan kontrol permainan.

"Kami harus mengambil niat positif dari keinginan untuk menang dengan segala cara, dan saya pikir mereka telah menciptakan situasi untuk membalikkan keadaan demi mendapatkan tiga poin. Namun, kami sudah berada di penghujung pertandingan dan terlalu tidak seimbang. Membiarkan ruang-ruang seperti itu tidak diragukan lagi merupakan kesalahan kami, tetapi itu muncul dari keinginan untuk menang," lanjut Spalletti.

Spalletti juga mengakui Juventus melakukan kesalahan ketika Sassuolo mencetak gol pertama. Garis pertahanan Bianconeri terlalu tinggi dan gagal memberikan tekanan setelah situasi lemparan ke dalam.

"Kami tidak cukup agresif dan kemudian garis pertahanan terlalu tinggi, meninggalkan ruang-ruang tersebut, jadi kami harus bertanggung jawab atas hal itu. Ini jelas sesuatu yang perlu kami perbaiki," tutur Spalletti.

Masalah Juventus semakin berat karena mereka sedang dilanda krisis cedera. Manuel Locatelli, Jeremie Boga, Weston McKennie, Andrea Cambiaso, Kenan Yildiz, Khephren Thuram, Jeff Ekhator, dan Juan Cabal absen dalam pertandingan tersebut.

Spalletti juga menyoroti performa Randal Kolo Muani yang kembali kurang efektif. Dia menilai Juventus belum cukup sering memberikan bola kepada penyerang tersebut, terutama ketika lini tengah lawan bermain rapat.

"Kami harus memberikan bola kepada Kolo Muani, karena ketika lini tengah penuh sesak, itu berarti mereka bermain satu lawan satu, jadi kami membutuhkannya untuk menahan bola. Sebaliknya, kami tidak cukup mencarinya, meski pada beberapa momen benar juga dia perlu lebih bertekad," ujar Spalletti.

Sementara itu, Nick Woltemade yang masuk sebagai pemain pengganti sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak gol pada masa tambahan waktu. Namun, sundulan bebasnya justru melebar sehingga Juventus gagal menghindari kekalahan.

Satu-satunya sisi positif bagi Juventus datang dari Zhegrova. Pemain tersebut sebelumnya diperkirakan meninggalkan klub pada musim panas dan belum mencetak gol dalam pertandingan kompetitif sejak November 2024. Kini, dia langsung membukukan dua gol dalam satu pertandingan.

"Inilah kekuatan Zhegrova, dia menjadi tidak terduga dan tidak terbendung ketika membawa bola melewati pemain lawan. Dia mungkin terlalu lama menahan bola dan tidak cukup cepat mengoper, dengan Kalulu dalam satu situasi menunggu bola, dan dia tidak mengejar pemainnya di sisi sayap. Namun, jika Anda menyerang dan hanya berada di area pertahanan lawan, Zhegrova adalah pemain yang luar biasa," kata Spalletti.

Kekalahan tersebut juga menjadi momen menarik bagi Spalletti karena dia pernah melatih Alberto Aquilani ketika sang pelatih Sassuolo masih menjadi pemain di lini tengah AS Roma. Kini, Aquilani berhasil membawa Sassuolo menundukkan Juventus asuhan Spalletti.

"Aquilani sudah memiliki kualitas ketika dia bermain dan saya mengenali visi tersebut dalam timnya hari ini. Saya tetap mengatakan kami telah menciptakan situasi untuk membalikkan keadaan, tetapi kemudian kehilangan keseimbangan," ujar Spalletti.

Kemenangan 3-2 membuat Sassuolo meraih tiga poin penting, sedangkan Juventus harus mengevaluasi kembali keseimbangan permainan mereka. Bagi Spalletti, agresivitas untuk mengejar kemenangan menjadi modal positif, tetapi ruang kosong di lini belakang menjadi masalah serius yang harus segera diperbaiki.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut