Diserbu Publik Malaysia, Bek Indonesia Sandy Walsh Angkat Bicara
MECHELEN, iNews.id - Bek Timnas Indonesia, Sandy Walsh diserbu publik Malaysia. Dia memberikan klarifikasi atas kejadian yang menimpanya.
Beberapa waktu lalu, Walsh menyaksikan drawing Piala Asia 2023. Karena Indonesia menjadi salah satu peserta, bersama sejumlah Asia Tenggara lainnya, seperti Vietnam, Malaysia dan Thailand.
Walsh kemudian bereaksi ketika Thailand dan Malaysia muncul. Dia memberikan gestur jempol ke bawah. Hal tersebut rupanya tak diterima dengan baik oleh netizen Malaysia.
Tak heran, akun YouTube Walsh diserbu netizen Malaysia. Mereka menganggap Walsh telah menganggap rendah dan tidak menghormati Malaysia yang dengan gesturnya tersebut.
Christian Adinata Raih Emas SEA Games 2023 usai Kalahkan Chico Wardoyo
Hal tersebut membuat Walsh cukup terkejut. Walau demikian, dia menganggap hal tersebut merupakan bagian dari rivalitas antara Indonesia dan Malaysia yang telah mengakar sejak lama.
“Saya lihat banyak reaksi di video yang saya upload di youtube tentang drawing Piala Asia 2023. Saya cukup kaget karena hal terbaik dalam sepak bola adalah memiliki rivalitas yang sehat. Rivalitas ini adalah hal besar di Asia,” kata Walsh di akun YouTube miliknya, Selasa (16/5/2023).
SEA Games 2023: Jetski Beri Indonesia Emas ke-83, Persembahan Aero Sutan Aswar
Lebih lanjut, Walsh mengaku tak memiliki niat untuk merendahkan Malaysia atau Thailand. Terlebih dia juga memiliki teman yang juga penggawa dari tim nasional Malaysia.
Pesan Ayah Taufany untuk Sang Putra Jelang Final Indonesia vs Thailand SEA Games 2023
“Saya tahu itu dan saya mengikuti dan beberapa teman saya bermain di sana (Malaysia), bahkan jadi kapten di Malaysia. Keluarga saya juga tinggal di Thailand, saya juga mengunjungi negara tersebut,” ujarnya.
“Saya mencintai kota tersebut dan budaya mereka. Jadi harusnya rivalitas hanya ada di lapangan dan di stadion, kita mencintai sepak bola dan punya momen menarik,” tutur Walsh.
SEA Games 2023: Timnas Voli Pantai Putra Juara, Indonesia Koleksi 82 Emas
Editor: Reynaldi Hermawan