Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Komentar Perdana John Herdman usai Perkenalan Timnas Indonesia, Siap Hadapi Tantangan Besar!
Advertisement . Scroll to see content

Dituduh Main Politik Uang Rp1 M ke Asprov, Ini Jawaban Berkelas LaNyalla

Minggu, 12 Februari 2023 - 09:29:00 WIB
Dituduh Main Politik Uang Rp1 M ke Asprov, Ini Jawaban Berkelas LaNyalla
Calon Ketua Umum PSSI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menjawab tuduhan melakukan politik uang senilai 1 Miliar kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI jelang Kongres Luar Biasa (KLB). (Foto: MPI/Andika Rachmansyah)
Advertisement . Scroll to see content

 JAKARTA, iNews.id- Calon Ketua Umum PSSI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menjawab tuduhan melakukan politik uang senilai 1 Miliar kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI jelang Kongres Luar Biasa (KLB). Menurutnya, janji itu merupakan program kerja untuk program pembinaan Asprov PSSI.

Anggaran itu akan digelontorkan jika dia terpilih menjadi Ketua Umum PSSI. Tentunya anggaran itu agar program kerja Asprov bisa berjalan dengan maksimal.

LaNyalla mengatakan tidak menyangka ada yang membuat tuduhan seperti itu kepadanya. Padahal, program itu adah niat baiknya demi lebih memperhatikan agar rumput sepak bola Indonesia. 

"Subsidi Rp1 miliar untuk Asprov PSSI merupakan program kerja saat terpilih sebagai Ketua Umum PSSI. Bagaimana mungkin hal itu dituduh sebagai politik uang jelang KLB. Subsidi Rp 1 miliar merupakan komitmen saya untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Bentuknya, berupa subsidi kepada para Asprov PSSI yang merupakan ujung tombak bagi pengembangan sepakbola nasional," kata LaNyalla dalam keterangan yang MNC Portal Indonesia (MPI) peroleh, Minggu (12/2/2023).

Ketua DPD RI itu mengatakan para Asprov saat ini sangat butuh stimulus untuk menggerakkan kegiatan di setiap daerah di antaranya pengelolaan infrastruktur atau memutar kompetisi kelompok umur untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Dia pun kini tidak mau ambil pusing dengan fitnah jelang KLB.

"Komitmen saya ini tidak memandang siapa yang mendukung dan tidak mendukung diri saya. Saya tegaskan, Asprov PSSI yang tidak memilih saya pun tetap akan mendapatkan dana subsidi tersebut, karena tujuannya memang untuk pengembangan sepakbola daerah yang merupakan pondasi dasar pengembangan sepakbola nasional. Apakah hal tersebut dikatakan politik uang?" tanya LaNyalla. 

LaNyalla mengatakan sangat benci politik uang dalam sepak bola. Oleh dikarenakan, hal itu akan merusak sepak bola yang merupakan olahraga paling digandrungi di Indonesia.

"Kualat kalau bermain main dengan sepak bola. Soal statement saya terkait sodaqoh di KLB. Artinya jika memang ada yang melakukan politik uang dan ada uang yang bergerak di KLB nanti, silakan saja ambil sodaqohnya. Tapi saat di bilik suara, gunakan hati nurani, bertanya kepada Allah, siapa yang layak menjadi orang nomor satu di PSSI. Mantapkan hati, gunakan hati nurani," ujarnya.

LaNyalla mengatakan menjelang KLB pada 16 Februari 2023 yang mana akan menentukan kepengurusan PSSI yang baru akan makin liar isu lainnya. Namun, dia akan berusaha bersikap bijak dengan kondisi itu.

"Saya abaikan semua hal yang demikian. Sekali lagi saya katakan, ikhtiar saya tunggal ingin sepak bola Indonesia yang terbaik, yang menang. Saya akan tunaikan utang lama, 2015, serasa jalan baru sejengkal, harus saya tuntaskan. Dan itu keyakinan saya, ada yang menunggu saya hingga tiba di garis akhir, bersama-sama dengan masyarakat sepak bola yang saya cintai," katanya.

Editor: Ibnu Hariyanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut