Dulu Bela Pelatih, Kini Ronaldo Justru Membangkang? Pernyataan 15 Tahun Lalu Jadi Sorotan
LISBON, iNews.id – Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya tentang Ricardo Carvalho pada 2011 diungkit di tengah perselisihan dengan pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus. Sikap CR7 yang dahulu membela keputusan pelatih kini dipertanyakan setelah dia sendiri memprotes keputusan tidak dimainkan.
Kontroversi bermula ketika Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Portugal setelah hanya duduk di bangku cadangan dalam kemenangan 2-1 atas Norwegia di UEFA Nations League. Penyerang berusia 41 tahun tersebut kemudian mengonfirmasi kepergiannya melalui media sosial.
Dalam pernyataan pada Selasa (6/10/2026), Ronaldo mengaku kecewa setelah Jesus tidak memasukkannya dalam skuad yang melakukan perjalanan ke Norwegia dan Denmark. Dia menilai keputusan tersebut tidak memberikan contoh baik kepada rekan-rekannya.
Mantan bintang Real Madrid itu juga mengungkap dirinya sempat diminta mempertimbangkan pensiun dari sepak bola internasional. Ronaldo kemudian meminta maaf kepada masyarakat Portugal serta menyebut delapan poin yang telah disepakati untuk disampaikan Jesus dalam konferensi pers.
Perselisihan tersebut mengingatkan publik pada kejadian September 2011. Saat itu, Ricardo Carvalho meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal karena merasa tidak dihormati pelatih Paulo Bento.
"Saya telah bermain 75 kali untuk Portugal dan memiliki dedikasi yang sangat besar untuk menjaga nama baik tim nasional Portugal. Sebelumnya, saya tidak pernah merasa begitu tidak dihormati dan harga diri saya begitu terluka. Di antara rekan-rekan setim, saya hanyalah pemain seperti yang lainnya," kata Carvalho, dikutip dari Sport Bible.
"Namun, saya pantas mendapatkan perhatian dan rasa hormat seperti pemain lainnya. Saya tidak berniat mengakhiri karier internasional dengan cara seperti ini, tetapi saya melakukannya secara sadar dan yakin selalu mengharumkan nama negara saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Portugal," lanjutnya.
Keputusan Carvalho berujung hukuman larangan bermain selama satu tahun dari Federasi Sepak Bola Portugal (FPF). Bek yang pernah menjadi rekan Ronaldo di Real Madrid tersebut akhirnya mengumumkan pensiun dari tim nasional.
Menariknya, Ronaldo justru membela kewenangan Paulo Bento ketika Carvalho mendapat hukuman. Dia menegaskan tidak ada pemain yang memiliki hak istimewa dalam menentukan susunan tim.
"Tidak seorang pun memiliki jaminan tempat di tim. Tidak ada tempat yang dicadangkan untuk siapa pun. Siapa pun yang menunjukkan performa terbaik akan bermain. Pelatih lebih mengetahui hal itu dibandingkan siapa pun," ujar Ronaldo pada 2011.
Pernyataan tersebut kini memunculkan perdebatan mengenai konsistensi sikap Ronaldo. Lima belas tahun lalu, dia menekankan pentingnya menghormati keputusan pelatih. Namun, dalam perselisihan dengan Jesus, Ronaldo justru mempertanyakan keputusan teknis yang menyangkut posisinya di tim nasional.
Di luar perdebatan mengenai sikapnya, Ronaldo juga menghadapi potensi konsekuensi disiplin. Berdasarkan ketentuan FPF yang dikutip dalam laporan, pemain yang meninggalkan kegiatan tim nasional tanpa alasan sah dapat dikenai skorsing satu hingga enam bulan.
Pelanggaran tersebut juga dapat disertai denda bagi pemain profesional sebesar 510–1.020 euro atau sekitar Rp10,25 juta hingga Rp20,50 juta. Meski demikian, belum ada kepastian hukuman tersebut akan dijatuhkan kepada Ronaldo.
Mantan rekan setimnya, Luka Modric, termasuk sosok yang menilai Ronaldo layak mendapatkan perpisahan terhormat bersama Portugal. Pandangan itu muncul di tengah ketidakpastian masa depan pemain yang telah mengoleksi 146 gol dalam 234 penampilan internasional berdasarkan data laporan.
Perselisihan dengan Jesus kini membuat perjalanan panjang Ronaldo bersama Portugal menghadapi ujian. Selain persoalan kelanjutan kariernya, CR7 harus berhadapan dengan pernyataannya sendiri yang pernah menegaskan kewenangan pelatih dalam menentukan siapa yang pantas bermain.
Editor: Abdul Haris