Emil Audero Tetap Bermain usai Kena Petasan, Pelatih Cremonese Angkat Topi
MILAN, iNews.id - Pelatih Cremonese ketakutan saat Emil Audero terkena flare yang dilempar oknum suporter Inter Milan dalam laga Liga Italia yang berlangsung penuh tensi dan insiden serius.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Cremonese menjamu Inter Milan di Stadio Giovanni Zini, Cremona, Italia, Senin (2/2/2026) dini hari WIB. Laga berjalan normal hingga menit ke-48 sebelum suasana berubah mencekam.
Sebuah benda diduga flare dilempar dari tribun pendukung tim tamu ke arah kotak penalti Cremonese. Flare tersebut meledak tepat di dekat posisi Emil Audero yang sedang menjaga gawang.
Ledakan tersebut disertai asap tebal dan membuat Emil Audero terjatuh di area gawang. Kiper Timnas Indonesia itu langsung menjadi pusat perhatian pemain, ofisial, dan wasit di lapangan.
Pelempar Flare yang Cederai Emil Audero Teridentifikasi, Pelaku Kehilangan Jari dan Segera Ditangkap
Davide Nicola mengaku tidak langsung melihat awal kejadian. Saat menyadari Emil Audero terjatuh akibat ledakan, rasa kaget dan takut langsung muncul di benaknya.
“Saya hanya melihat bagian akhirnya dan sempat takut karena khawatir dia terkena ledakan,” kata Nicola, dikutip dari laman resmi Cremonese, Senin (2/2/2026).
Kronologi Emil Audero Terkena Flare saat Laga Cremonese vs Inter Milan
Meski demikian, Nicola memberi apresiasi tinggi kepada Emil Audero yang memilih tetap melanjutkan pertandingan setelah memastikan kondisinya memungkinkan.
Usai Terkena Flare, Sikap Emil Audero Dipuji Presiden Inter Milan
“Namun kemudian Emil merasa sanggup untuk melanjutkan pertandingan. Saya menyukai sikap sportivitas dan kejujuran; dia melakukan apa yang dirasakannya dan keputusan untuk melanjutkan itu sudah tepat,” sambung Nicola.
Pelatih asal Italia tersebut juga melontarkan kritik keras terhadap tindakan oknum suporter. Dia menilai kejadian serupa seharusnya bisa dicegah jika ada keseriusan dari semua pihak terkait.
Emil Audero Tumbang Terkena Flare, Kakinya Terluka
“Ini adalah insiden-insiden yang sebenarnya bisa diberantas jika memang ada kemauan, dan saya katakan ini terlepas dari siapa pun pelakunya. Hal-hal seperti ini sudah kuno, tidak ada yang benar-benar mengidentifikasi diri dengan dinamika seperti itu,” ucap Nicola.
Nicola menegaskan dia tidak ingin menghakimi siapa pun, namun berharap otoritas sepak bola mengambil langkah nyata untuk meningkatkan budaya sportivitas.
“Saya meminta pihak-pihak yang berwenang untuk meningkatkan budaya sportivitas dan memikirkan solusi. Saya bukan hakim bagi siapa pun,” tambahnya.
Akibat insiden flare tersebut, Inter Milan terancam sanksi berupa denda dan kemungkinan penangguhan hak siar bagi pendukungnya. Di sisi pertandingan, Inter Milan tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0 berkat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski.
Editor: Reynaldi Hermawan