Emil Audero Ungkap Dahsyatnya Cinta Fans Timnas Indonesia, Sampai Harus Ganti Hotel
JAKARTA, iNews.id - Emil Audero mengungkap besarnya antusiasme suporter Timnas Indonesia setelah dia ikut mengantarkan skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Dukungan luar biasa dari masyarakat bahkan membuat tim harus mengganti hotel menjelang pertandingan final.
Kiper Rayo Vallecano tersebut menjadi salah satu sosok penting dalam keberhasilan Timnas Indonesia mengakhiri puasa gelar selama 35 tahun. Emil tampil menentukan dalam adu penalti, termasuk menggagalkan eksekusi Nattapong Sayriya yang membuka jalan bagi kemenangan skuad Garuda.
Hasil tersebut disambut meriah puluhan ribu penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Sekitar 70 ribu suporter menyaksikan momen bersejarah itu, ketika Timnas Indonesia akhirnya meraih trofi yang telah lama dinantikan.
Bagi Emil, keberhasilan tersebut memiliki arti tersendiri karena menjadi trofi pertamanya bersama tim nasional. Dia juga melihat kemenangan itu semakin memperbesar gairah masyarakat terhadap sepak bola Indonesia.
"Antusiasme sudah ada sejak dulu. Setelah sukses di Piala ASEAN, kemenangan nyata pertama dalam sejarah kita, antusiasme itu semakin besar," ujar Emil Audero kepada Gianlucadimarzio.com.
Meski lebih dekat dengan budaya Italia, Emil memiliki hubungan erat dengan Indonesia. Dia lahir di Mataram dari ayah berkebangsaan Indonesia dan ibu asal Italia. Latar belakang keluarga tersebut membuat dia memiliki ikatan dengan kedua negara.
"Ayah saya orang Indonesia, ibu saya orang Italia, saya lahir di Indonesia. Saya merasa memiliki akar yang dalam di sana," kata Emil.
Dia juga menyinggung pengaruh lingkungan tempat dirinya tumbuh di Italia. "Terkadang mereka mengatakan saya memiliki aksen Piedmont," kata Emil Audero.
Perjalanan Emil menuju Timnas Indonesia tidak langsung berjalan mulus. Saat masih memperkuat Inter Milan, dia sempat mendapat panggilan untuk membela skuad Garuda, tetapi menolaknya karena persoalan keluarga.
"Saya menolak karena situasi keluarga." Namun, kemudian semuanya berubah. Setelah penolakan awal, datanglah persetujuan," jabarnya.
Pada akhirnya, Emil memutuskan menerima kesempatan membela Indonesia. Keputusan tersebut didorong keinginannya merasakan pengalaman baru sekaligus melihat sepak bola di luar kompetisi Eropa yang selama ini menjadi lingkungan kariernya.
"Apa yang menariknya pada seragam merah putih? Saya perlu mencoba pengalaman baru dan melihat sepak bola di luar Eropa," jelasnya.
Setelah menjalani pengalaman bersama skuad Garuda, Emil mengaku puas dengan keputusan yang diambilnya. Dia menilai kesempatan membela Indonesia memberikan pengalaman berharga, baik untuk kehidupan pribadi maupun perjalanan profesionalnya sebagai pesepak bola.
"Saya sangat senang dengan pilihan yang saya buat."
"Pengalaman seperti ini memberi Anda banyak hal, baik secara pribadi maupun dalam hal sepak bola," ungkapnya.
Selain pengalaman di lapangan, Emil juga merasakan besarnya perhatian masyarakat Indonesia kepada para pemain tim nasional. Menurut dia, semangat dan kasih sayang suporter sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata.
Dukungan tersebut bahkan berdampak pada aktivitas tim menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Antusiasme masyarakat yang ingin bertemu pemain membuat tim harus menyesuaikan rencana akomodasi.
"Saya sering kesulitan menjelaskan semangat mereka. Kasih sayang itu bahkan menyebabkan sedikit perubahan rencana menjelang final turnamen."
"Kami harus mengganti hotel karena terlalu banyak orang yang menghentikan kami untuk berfoto dan meminta tanda tangan," tambahnya.
Pengalaman itu menjadi salah satu gambaran besarnya perhatian publik terhadap Timnas Indonesia. Bagi Emil, keberhasilan meraih gelar juara tidak hanya menghadirkan pencapaian di lapangan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya ikatan antara skuad Garuda dan para pendukungnya.
Editor: Reynaldi Hermawan