Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Markas Juventus Sajikan Final Conference League, Kandang Barcelona Gelar Final Liga Champions
Advertisement . Scroll to see content

FIFA Diguncang Polemik Proyek Kontroversial, Gianni Infantino Siapkan Perombakan Besar Tata Kelola

Rabu, 23 September 2026 - 07:00:00 WIB
FIFA Diguncang Polemik Proyek Kontroversial, Gianni Infantino Siapkan Perombakan Besar Tata Kelola
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Foto: Football Italia)
Advertisement . Scroll to see content

ZURICH, iNews.idFIFA mulai mengkaji perubahan besar dalam sistem pengambilan keputusan setelah polemik proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) memicu kritik dari sejumlah konfederasi sepak bola dunia. Presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan peninjauan menyeluruh terhadap tata kelola organisasi untuk memastikan proses keputusan strategis berjalan lebih transparan.

Infantino menyampaikan rencana tersebut melalui surat kepada anggota Dewan FIFA dan presiden dari 211 asosiasi sepak bola nasional. Dalam surat itu, dia membuka kemungkinan adanya tinjauan eksternal independen untuk mengevaluasi sistem pengelolaan proyek-proyek besar FIFA.

Selain evaluasi eksternal, FIFA juga mempertimbangkan proses konsultasi yang melibatkan enam konfederasi benua, asosiasi nasional, serta pemangku kepentingan lainnya. Langkah tersebut dilakukan setelah proyek FFE menimbulkan perdebatan luas di dunia sepak bola.


Polemik FIFA Forward Enterprise Jadi Pemicu Evaluasi

FIFA Forward Enterprise merupakan proyek komersial ambisius yang dirancang untuk menempatkan sejumlah aktivitas komersial dan operasional FIFA dalam sebuah anak perusahaan baru. Rencana tersebut juga membuka peluang bagi investor eksternal untuk memiliki sebagian kecil saham perusahaan.

FIFA sebelumnya menegaskan kendali penuh atas perusahaan tersebut tetap berada di tangan organisasi. Investor disebut tidak akan memiliki pengaruh terhadap keputusan terkait sepak bola.

Namun, rencana tersebut mendapat penolakan keras dari UEFA dan 55 asosiasi anggotanya. Mereka secara bulat menolak proyek tersebut dan sempat mengancam akan menarik diri dari kompetisi FIFA jika rencana itu tetap dijalankan.

Selain UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan CONCACAF juga mempertanyakan proses penyusunan proyek tersebut. Kritik tidak hanya muncul terkait investasi swasta, tetapi juga mengenai minimnya konsultasi terhadap proyek dengan skala besar.

Infantino akhirnya membatalkan FIFA Forward Enterprise pada Juli lalu. Dia menyatakan perpecahan yang muncul akibat proyek tersebut membuat rencana itu tidak lagi sesuai dengan kepentingan FIFA.

Meski proyek telah dihentikan, dampaknya masih berlanjut. Infantino mengakui informasi mengenai rencana tersebut sempat muncul ke publik sebelum proses internal FIFA selesai, sehingga menimbulkan anggapan keputusan sudah dibuat sebelumnya.

Infantino tetap menegaskan proyek tersebut belum pernah menjadi keputusan final dan otoritas FIFA dalam urusan olahraga tidak pernah ditawarkan kepada pihak luar.

FIFA juga berencana memberikan laporan terkait evaluasi proyek FFE kepada Dewan FIFA. Artinya, organisasi tersebut kini menghadapi dua persoalan sekaligus, yakni mengevaluasi kegagalan proyek tersebut serta meninjau ulang sistem pengambilan keputusan secara keseluruhan.

Tekanan terhadap FIFA juga datang dari sisi keuangan. Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Presiden CONCACAF Victor Montagliani meminta adanya peninjauan independen terhadap cadangan keuangan FIFA.

Keduanya mempertanyakan alasan FIFA mempertimbangkan investasi eksternal ketika organisasi tersebut diperkirakan memiliki cadangan dana sekitar 6 miliar dolar AS atau setara Rp107,22 triliun pada akhir siklus keuangan saat ini.

Pembahasan mengenai reformasi tata kelola FIFA berlangsung pada periode penting bagi Infantino. Dia tengah bersiap menghadapi pencalonan kembali sebagai presiden FIFA pada Maret 2027.

Pertemuan Dewan FIFA pada 15 Oktober mendatang akan menjadi momen awal untuk melihat apakah polemik FIFA Forward Enterprise hanya menghasilkan evaluasi terhadap satu proyek atau membawa perubahan lebih luas terhadap struktur kepemimpinan FIFA.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut