FIFA Peringatkan Domagoj Vida Terkait Video Berunsur Politik
MOSKOW, iNews.id – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) memperingatkan bek Kroasia Domagoj Vida terkait video berunsur politik yang diunggah usai timnya mengalahkan Rusia di perempat final Piala Dunia 2018, Sabtu (7/7/2018).
Pada laga itu, Kroasia menang adu penalti 4-3 usai bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan. Vida juga berjasa menyumbang satu gol lewat tandukannya di menit ke-101. Usai kemenangan tersebut, tersebar video di You Tube berdurasi 10 detik yang menampilkan Vida berteriak Jaya Ukraina.
Tak berselang lama, mantan rekan setimnya di klub Ukraina Dynamo Kiev yang kini sudah pensiun, Ognjen Vukojevic mengomentari unggahan tersebut. "Kemenangan ini untuk Dynamo dan Ukraina," ujarnya.
Video tersebut dianggap menyindir Rusia. Sebab pada 2014, Rusia dan Ukraina sempat bersitegang. Kala itu Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina. Pemerintah Ukraina menuduh Rusia mempersejatai separatis Pro-Rusia untuk menguasai sebagian wilayah timur dari Ukraina.
Bahkan pemerintah Rusia mendukung aksi kelompok separatis itu dengan memberi bantuan militer. Untuk itu, FIFA menganggap ujaran Vida bisa memicu konflik yang kini sudah mulai reda.
"Kami dapat mengonfirmasi kalau komite disiplin FIFA telah mengirim peringatan kepada Domagoj Vida karena pernyataan videonya setelah pertandingan Piala Dunia FIFA 2018 antara Rusia dan Kroasia," demikian bunyi pernyataan FIFA.
Ketika ditanya terkait masalah tersebut. Vida menanggapinya dengan santai. Pemain yang kini berseragam Besiktas itu mengaku tak memiliki maksud tertentu dibalik ujaran tersebut. Ucapannya murni hanya sebuah guyonan.
"Tidak ada politik dalam sepak bola. Ini lelucon bagi teman-teman saya di Dynamo Kiev. Saya suka orang Rusia dan juga Ukraina," kata Vida dikutip Sky Sports.
Hingga kini, FIFA masih menyelidiki kasus tersebut. Badan sepak bola tertinggi di dunia itu berhak memberikan denda dan hukuman larangan bermain jika benar ada motif politik di dalam video tersebut.
Sebelumnya FIFA sudah mendenda dua pemain Swiss yaitu Granit Xhakan dan Xherdan Shaqiri. Mereka membuat gerakan tangan menyerupai bendera Albania saat berselebrasi ke gawang Serbia dalam kemenangan 2-1 di penyisihan Grup E Piala Dunia, 22 Juni lalu.
Editor: Achmad Syukron Fadillah