Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Satu Pemain Inggris Jadi Tumbal Kemenangan atas Meksiko, Selebrasi Berujung Petaka!
Advertisement . Scroll to see content

Folarin Balogun Bebas Main saat AS vs Belgia, Rudi Garcia Murka: Seperti April Mop!

Senin, 06 Juli 2026 - 14:19:00 WIB
Folarin Balogun Bebas Main saat AS vs Belgia, Rudi Garcia Murka: Seperti April Mop!
Folarin Balogun (20) diganjar kartu merah saat Amerika Serikat melawan Bosnia-Herzegovina di 32 besar Piala Dunia 2026. (Foto: Footmob)
Advertisement . Scroll to see content

SEATTLE, iNews.idFolarin Balogun bebas main saat Timnas Amerika Serikat (AS) melawan Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Keputusan FIFA menangguhkan hukuman larangan bertanding striker AS itu langsung memicu kemarahan pelatih Belgia, Rudi Garcia.

Belgia akan menghadapi Amerika Serikat di Seattle Stadium, Selasa (7/7/2026) pukul 07.00 WIB, untuk memperebutkan tiket perempat final. Namun, duel panas ini lebih dulu diwarnai kontroversi setelah Balogun dipastikan bisa tampil bersama tim tuan rumah.

Balogun sebelumnya mendapat kartu merah saat AS menang 2-0 atas Bosnia-Herzegovina pada putaran pertama fase gugur. Dia diusir keluar lapangan setelah melakukan tekel ke bagian belakang kaki bek Tarik Muharemovic.

Kartu merah itu membuat Balogun masuk catatan unik di Piala Dunia. Dia menjadi pemain keempat yang mencetak gol sekaligus mendapat kartu merah dalam pertandingan fase gugur turnamen tersebut.

Namun, FIFA kemudian menangguhkan hukuman larangan satu pertandingan untuk Balogun selama satu tahun. Keputusan itu membuat dia tetap bisa memperkuat AS saat menghadapi Belgia.


Rudi Garcia Sindir FIFA

Sontak, keputusan aneh FIFA itu memicu kemarahan pelatih Timnas Belgia, Rudi Garcia. Dia tak habis piker dengan keputusan tersebut. 

“Saya tidak tahu di Piala Dunia, tanggal 5 Juli sekarang menjadi tanggal 1 April, dan itu Hari April Mop,” kata Garcia kepada wartawan, dikutip dari Footmob.

Garcia juga menyinggung sikap Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia atau RBFA. Federasi tersebut mengaku terkejut atas keputusan FIFA dan sedang mempelajari semua opsi yang bisa ditempuh.

“Itu menjadi penemuan baru bagi saya. Saya pikir kami harus mengacu pada komunikasi federasi saya, federasi Belgia. Saya pikir banyak hal ada di sana,” ujar Garcia.

“Federasi Belgia tidak membela dirinya sendiri, tidak membela tim nasional, tetapi membela sepak bola secara umum. Federasi membela integritasnya, membela etikanya,” ucapnya.

“Saya pikir ini pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia ada keputusan seperti ini,” kata Garcia.

FIFA memberi penjelasan resmi terkait keputusan tersebut. Mereka mengacu pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA sebagai dasar penangguhan pelaksanaan skors Balogun.

“Sesuai dengan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan skors pertandingan ditangguhkan untuk masa percobaan selama satu tahun,” bunyi pernyataan FIFA.

“Jika Folarin Balogun melakukan pelanggaran lain dengan sifat dan tingkat keseriusan serupa selama masa percobaan, skors akan dicabut dan sanksi dijalankan tanpa mengurangi sanksi tambahan apa pun yang dijatuhkan atas pelanggaran baru tersebut,” tulis FIFA.


Trump Senang, Belgia Tetap Fokus

Keputusan FIFA menjadi kabar baik bagi Amerika Serikat. Tim tuan rumah sedang memburu kemenangan pertama di babak 16 besar Piala Dunia sejak mengalahkan Meksiko 2-0 pada 2002.

Presiden Donald Trump ikut menyambut keputusan tersebut. Dia menilai FIFA sudah mengambil langkah tepat dengan membalikkan ketidakadilan besar bagi negaranya.

“Terima kasih kepada FIFA karena melakukan hal yang benar dan membalikkan ketidakadilan besar! Presiden DONALD J. TRUMP,” tulis Trump dalam pernyataan di media sosial.

Garcia sempat diminta menanggapi komentar Trump. Namun, dia memilih tidak memperpanjang polemik dan menegaskan fokus Belgia tetap tertuju pada laga melawan AS.

“Kami harus berkembang, kami bisa meningkatkan konsistensi selama pertandingan,” kata Garcia.

“Kami harus mencapai level Belgia yang saya harapkan sejak kickoff sampai peluit akhir. Kami perlu lebih konsisten selama 90 menit,” ucapnya.

Belgia punya modal positif menghadapi negara Concacaf di Piala Dunia. Mereka memenangi tiga laga terakhir melawan wakil kawasan tersebut, satu kemenangan lebih banyak dibanding enam laga sebelumnya dengan catatan dua menang, satu imbang, dan tiga kalah.

Satu-satunya pertemuan Belgia melawan tim Concacaf di fase gugur Piala Dunia terjadi pada 2014. Saat itu, Belgia mengalahkan AS 2-1 pada babak 16 besar.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut