Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MU Kejar Striker Titisan Berbatov, Arsenal dan Chelsea Tak Mau Kalah
Advertisement . Scroll to see content

Gagal Eksekusi Penalti, Tammy Abraham Jadi Korban Rasisme Pendukung Chelsea

Kamis, 15 Agustus 2019 - 22:53:00 WIB
Gagal Eksekusi Penalti, Tammy Abraham Jadi Korban Rasisme Pendukung Chelsea
Penyerang Chelsea Tammy Abraham. (Foto: OZAN KOSE/AFP)
Advertisement . Scroll to see content

ISTANBUL, iNews.id - Penyerang Chelsea Tammy Abraham menjadi korban hinaan berbau rasisme dari pendukung timnya, setelah The Blues dikalahkan Liverpool 4-5 lewat adu penalti pada ajang Piala Super Eropa 2019 di Vodafone Arena, Istanbul, Kamis (15/8/2019) dini hari. Sebelumnya di waktu normal kedua tim bermain imbang 2-2.

Pada laga itu, Abraham menjadi terdakwa setelah eksekusi penaltinya bisa digagalkan Kiper Liverpool Adrian. Sialnya, pemain berusia 21 tahun tersebut menjadi penendang terakhir Chelsea.

Hal tersebut membuat hinaan menerpa Abraham, khususnya di media sosial. Hinaan bernada rasisme dituliskan oleh sejumlah pendukung Chelsea kepadanya, sebagai bentuk kekecewaan.

Hal itu diakui oleh Kick It Out, organisasi yang bertujuan menyingkirkan rasisme dari sepak bola. Dukungan pun diberikan Kick It Out kepada pemain yang musim lalu dipinjamkan ke Aston Villa tersebut.

“Tadi malam kami menerima laporan mengenai hinaan rasisme kepada Tammy Abraham di media sosial setelah pertandingan Chelsea pada Piala Super Eropa. Pelecehan seperti itu semakin meningkat, tapi tak kurang menjijikan,” tulis pernyataan organisasi itu di Twitter-nya.

“Kami mengirimkan dukungan kepada Tammy dan mengulanginya di Twitter dan mengimbau organisasi sosial lainnya untuk membantu menurunkan level penghinaan seperti ini. Ini pernyataan untuk mengambil tindakan. Kami ingin tahu apa yang akan mereka lakukan untuk mengatasi masalah berbahaya ini,” ujarnya.

Masalah rasisme di dunia sepak bola saat ini masih kerap terjadi, khususnya untuk pemain dengan kulit berwarna. Saat ini hal tersebut terus diperangi, demi menciptakan iklim olahraga yang mengutamakan nilai-nilai fair play.

Meski lahir di Inggris, pemain yang asli binaan Chelsea itu memiliki darah Nigeria. Dia pun disebut sebagai salah satu pemuda Inggris yang berprospek menjadi pemain besar di masa mendatang.

Buktinya, meski mengalami hinaan pujian turut menghampiri Abraham. Bahkan Pelatih Chelsea Frank Lampard menyebut kegagalan tersebut sebagai proses baginya untuk menjadi pemain besar.

Editor: Haryo Jati Waseso

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut