Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MU dan Aston Villa Berebut Bomber Real Madrid, Ada Syarat yang Tak Bisa Ditawar
Advertisement . Scroll to see content

Gagal Pimpin Piala Dunia 2026, Wasit Somalia Kini Bertugas di Piala Super Eropa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:00:00 WIB
Gagal Pimpin Piala Dunia 2026, Wasit Somalia Kini Bertugas di Piala Super Eropa
Wasit Somalia dipercaya pimpin Piala Super Eropa. (Foto: Sky Sports)
Advertisement . Scroll to see content

SALZBURG, iNews.id - Omar Artan harus menerima kenyataan pahit setelah ditolak masuk Amerika Serikat dan kehilangan kesempatan memimpin pertandingan Piala Dunia. Tetapi beberapa hari kemudian dia justru mendapatkan tugas bersejarah dari UEFA.

Wasit asal Somalia berusia 34 tahun tersebut sebelumnya dijadwalkan menjadi bagian dari perangkat pertandingan Piala Dunia 2026. Namun, rencana itu berubah setelah Artan ditolak masuk Amerika Serikat di Bandara Internasional Miami pada awal Juni.

Somalia termasuk dalam daftar 12 negara yang warganya dikenai pembatasan perjalanan ke Amerika Serikat. Situasi tersebut membuat Artan tidak dapat memasuki negara tuan rumah Piala Dunia dan harus meninggalkan Amerika Serikat.

Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menyampaikan jika dirinya tidak memiliki kewenangan untuk mengesampingkan kebijakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pembatasan perjalanan tersebut.

Bagi Artan, kejadian itu menjadi pukulan berat karena Piala Dunia seharusnya menjadi salah satu momen terbesar dalam perjalanan kariernya sebagai wasit. Dia sudah bekerja bertahun-tahun untuk mencapai level tersebut, tetapi kesempatan memimpin pertandingan di turnamen dunia itu akhirnya hilang.

"Itu adalah periode yang sangat sulit," kata Artan dikutip dari ESPN.

Dia mengaku banyak orang memberikan simpati setelah mengetahui dirinya gagal menjalankan tugas di Piala Dunia.

"Banyak orang bersimpati kepada saya, karena ketika seseorang sudah bekerja selama bertahun-tahun dan seharusnya melakukan sesuatu, lalu tidak bisa melakukannya, itu sangat menantang," ujarnya.

Meski mengalami situasi sulit, Artan tetap mendapat dukungan dari banyak pihak. Dia mengaku sangat menghargai perhatian yang diberikan kepadanya setelah peristiwa tersebut.

"Saya sangat menghargai dukungan yang saya terima dari seluruh dunia. Saya sangat bersyukur," tuturnya.

UEFA Beri Panggung Bersejarah

Hanya beberapa hari setelah Artan dipulangkan dari Amerika Serikat, UEFA mengambil keputusan penting. Badan sepak bola Eropa itu menunjuk Artan sebagai wasit Piala Super Eropa 2026.

Penunjukan tersebut membuat Artan mencetak sejarah. Dia menjadi wasit non-Eropa pertama yang dipercaya memimpin pertandingan Piala Super Eropa.

Laga tersebut mempertemukan Aston Villa dengan Paris Saint-Germain di Salzburg, Kamis (13/8/2026) dini hari WIB. Penunjukan itu menjadi kesempatan besar bagi Artan untuk kembali tampil di panggung sepak bola elite setelah kegagalan berangkat ke Piala Dunia.

Artan menyambut keputusan UEFA dengan penuh kebahagiaan. Dia mengungkapkan jika penunjukan tersebut juga memberikan kebahagiaan besar bagi keluarganya.

"Ketika kami mendapat panggilan ini, bagi saya dan keluarga, itu benar-benar momen yang sangat, sangat membahagiakan," kata dia.

Keputusan UEFA tersebut juga mendapat sambutan hangat dari komunitas Somalia di Eropa dan Austria. Artan mengatakan banyak warga Somalia merasa bangga melihat dirinya dipercaya memimpin pertandingan bergengsi.

"Ada komunitas Somalia yang besar di Eropa dan Austria, dan mereka sangat gembira melihat saya memimpin pertandingan seperti ini," ucapnya.

Menjelang pertandingan, Artan juga mempersiapkan diri dengan mempelajari kedua tim yang akan bertanding. Dia mengaku banyak menyaksikan pertandingan sepak bola Eropa serta melakukan riset mengenai Aston Villa dan Paris Saint-Germain.

Meski gagal menjalankan tugas di Piala Dunia, Artan tetap menerima pembayaran penuh dari FIFA untuk turnamen tersebut. Kondisi ini setidaknya menjadi salah satu bentuk penghargaan atas status dan tugas yang sebelumnya sudah diberikan kepadanya.

Perjalanan Artan kemudian berubah secara drastis dalam waktu singkat. Dari ditolak masuk Amerika Serikat dan kehilangan kesempatan memimpin pertandingan Piala Dunia, dia justru mendapatkan kesempatan bersejarah di kompetisi elite Eropa.

Penunjukan sebagai wasit Piala Super Eropa juga menjadi pencapaian penting bagi sepak bola Somalia. Artan menjadi sosok non-Eropa pertama yang dipercaya memimpin pertandingan tersebut.

Kini Artan memiliki kesempatan membuktikan kualitasnya di panggung Eropa. Setelah melewati periode yang dia sebut sangat sulit, pertandingan Piala Super Eropa menjadi momen penting dalam perjalanan kariernya sebagai wasit internasional.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut